Berdamai Dengan diri sendiri

Berdamai Dengan diri sendiri
Revisi untuk yang pertama kalinya


__ADS_3

Setelah menerima boneka Hendrik pun mengajak viola pulang karna sudah larut, Vio pun mengiyakan ajakan Hendrik.


Lalu mereka meninggalkan tempat itu dan pulang kerumah.


Sesampainya didepan kost Vio yang ingin pamit .tiba tiba Hendrik menarik tangan Vio.


" Gue mau ngomong bentar, boleh?"tanyak Hendrik


" Mau ngomong apa " jawab vio gugup.


Lalu Hendrik menjelaskan bahwa Hendrik menyimpan rasa dan mulai nyaman kepada vio.


Vio yang mendengar pernyataan Hendrik kaget tapi tak bisa dipungkiri vio juga merasakan hal yang sama .


 


" Lo mau gak jadi pacar gue?" tanyak hen


" Apa gak kecepetan hen?" tanyak vio


" Aku rasa pdkt kita cukup , aku juga mau kepastian " Henri menegaskan


 


Vio yang mendengar pernyataan Hendrik mengangguk pelan dan mengiyakan.


" Jadi lo mau jadi pacar gue" tanyak Hendrik.


Vio hanya mengangguk dan tersenyum.


Entah apa yang dipikirkan vio , tiba tiba menerima hendrik.


 


" Gue janji mulai sekarang gue bakalan jagain lo " ucap Hendrik


 


Vio hanya mengangguk dan tersenyum.

__ADS_1


 


" Yuk masuk ngobrol di dalem aja , disini dingin " ucap Vio


 


Hendrik mengiyakan dan mengikuti vio berjalan dari belakang.


Sampai di dalam kost Vio , Hendrik dan vio bercerita awal mula mereka dekat . dan bercerita hal hal yang mereka pernah alami.


Tiba tiba Hendrik mendekatkan pandangan nya lalu " umacch ..." mencium bibir vio


Vio yang baru pertama kali berciuman spontan menjadi malu , mukanya kini merah .


" kenapa kok muka vio merah" ucap Hendrik


" ini yang pertama kalinya gue ciuman" jawab vio


Hendrik yang mengerti dengan jawaban Vio memeluk vio .


" jika aku ciuman pertamamu maka aku lah yang menjadi ciuman terakhir mu , aku mencintaimu " bisik Hendrik


Vio yang merasa nyaman atas pelukan tersebut tiba tiba tertidur dipelukan Hendrik , Hendrik yang menyadari bahwa vio tertidur tidak berani membangunkan.


Mengingat vio yang sudah lelah seharian sekolah dan bekerja , Hendrik yang juga mulai mengantuk akhirnya tertidur .


Vio dan Hendrik tertidur bersama dalam pelukan .


Seperti biasa vio yang selalu bangun jam 6 , akhirnya terbangun.


Dan kaget melihat dirinya tidur dipeluk hendrik, vio melepaskan pelukan Hendrik dan memastikan tidak terjadi apa apa.


Vio terseyum setelah memastikan tidak terjadi apa apa dan setelah mengingat kejadian tadi malam.


 


" Hen bangun udah pagi , pulang sana kita kan sekolah " ucap Vio.


 

__ADS_1


Sambil menggoyang goyangkan badan Hendri agar segera bangun.


" iya iya ini udah bangun kok " ucap hendri


Sambil mengucek ucek matanya , lalu mencium bibir viola dan berlalu pulang.


Vio yang di cium Hendri hanya bengong , berasa seperti mimpi .


Lalu dia kembali senyum dan bergegas bersiap siap sekolah .


Setelah semuanya siap , vio keluar dan bergegas berangkat sekolah .


" sayang berangkat bareng ya" ucap hendri


Wajah vio kembali merah mendegar ucapan sayang dari hendrik dan mengangguk pelan.


Selama perjalanan menuju sekolah Hendrik selalu menggandeng tangan Vio , dan vio hanya berjalan sambil mengangguk.


Sesampainya di gerbang sekolah Vio pamit pada Hendrik untuk masuk duluan .


Hendrik menggeleng .


" maksudnya ?" vio bingung


" Mulai sekarang kamu harus bareng sama aku terus , disekolah maupun diluar sekolah" ucap hendri tegas


Vio yang merasa bingung , dengan sifat Hendrik yang tiba tiba berubah.


Tapi vio kembali berfikir , mungkin begini cara orang berpacaran


Maklum karna Vio belum pernah sama sekali berpacaran.


Akhirnya vio dan Hendrik masuk kesekolah bersamaan tetapi tidak bergandengan tangan,karena Vio menyadari tidak pantas bergandengan tangan di sekolah.


Lalu tiba masuk kelas , Hendrik menghampiri vio


" Mulai sekarang aku duduk sebangku sama kamu ya " pinta hendrik


Vio yang kebingungan , lalu menoleh kesahabatnya . sahabatnya mengangguk pelan menyetujui.

__ADS_1


Akhirnya Hendrik duduk sebangku dengan vio.


__ADS_2