
Disaat vio sedang asyik mengompres Alvin.
Tiba tiba Hendrik masuk kedalam kelas
" Gak usah sok mesra , ini sekolah bukan
tempat pacaran" ucap Hendrik.
Vio yang tak memperdulikan ucapan hendrik sibuk mengompres Alvin .
Sampai para sahabat nya masuk kelas.
" Eh ini pesanan lo" ucap Dinda
sambil memberikan bawaan nya .
"Eh gimana luka lo udah baikan belum" ucap
Dinda.
" Udah lumayan kok" sahut alvin.
Vio membuka bungkus mie dan air mineral
" Yuk makan dulu Vin" ucap Vio
" Suapin boleh gak?" tanya Alvin
Vio yang merasa bersalah pada Alvin akhirnya mengiyakan ucapaan Alvin.
Akhirnya Viola pun menyuapi Alvin , sementara Hendrik yang tidak suka melihat kejadian tersebut .
Selalu menggerutu di belakang .
Tak lama kemudia bel berbunyi , para siswa masuk kekelas diikuti dengan guru.
Alvin yang memilih untuk duduk di sebelah vio.
Dan pelajaran pun dimulai , pelajaran berjalan baik.
Vio yang suasana hatinya mulai membaik pun , menjadi fokus menangkap pelajaran yang diberikan.
Berbeda dengan Hendrik yang duduk dibelakang , Hendrik selalu menatap ke arah Alvin dan viola
Hendrik yang terbakar cemburu melihat Alvin duduk di sebelah vio.
Menjadi tidak fokus belajar.
__ADS_1
Dan tiba lah pelajaran telah berakhir .
Bel pun berbunyi , para siswa keluar kelas.
Alvin melihat Vio membereskan buku nya dan bergegas keluar bersama sahabat vio.
Alvin pun mengikuti vio dan berkata,
"Vio boleh gak aku antar kamu pulang"
Vio yang awal nya ragu , tapi mengingat kejadian tadi vio jadi berpikir.
Ditambah dukungan dari para sahabat sahabat nya.
Akhirnya vio menyetujui ajakan Alvin.
Alvin yang senang karna vio menyetujui ajakannya , Alvin pun langsung mengajak vio kearah parkiran untuk mengambil motor Alvin
Vio pun pamit kepada sahabat nya lalu mengikuti Alvin menuju parkiran.
Setelah sampai di parkiran Alvin mengeluarkan motor nya dari antara motor lainnya.
" Yuk naik vio " ucap Alvin
Viola pun naik , namun karena memang motor
jadi membuat posisi duduk vio agak sedikit dekat dengan Alvin.
" Pegangan Vi , entar jatoh" ucap Alvin
Viola yang awalnya ragu tapi karna vio juga
takut jatuh terpaksa vio memeluk Alvin.
Lalu Alvin pun menancap gas motornya
Ketika keluar gerbang Hendrik melihat viola dan Alvin sedang boncengan.
Dengan posisi vio memeluk Alvin.
Hendrik semakin marah terbakar cemburunya
Setelah berapa menit kemudian , vio dan Alvin
sampai di depan kost vio.
Viola pun turun dan mengucapkan terimaksih
__ADS_1
atas bantuan Alvin satu hari ini.
Alvin hanya tersenyum dan pamit pulang.
Setelah melihat Alvin sudah pulang , vio
pun masuk kekost dan bersiap untuk berangkat kerja seperti rutinitas vio biasanya.
Tiba tiba vio di kejutkan dengan suara ketukan pintu kost nya.
"Tuk tuk tuk " ketukan pintu
Viola yang mendengar ketukan langsung
berlari dan membuka pintu.
Saat viola membuka pintu viola kaget saat
yang ditemui di pintu adalah Hendrik.
" Prakk... " Hendrik spontan menampar vio
Viola yang kaget dengan kejadian itu spontan menangis sambil memegang pipi nya.
" Udah berapa kali gue bilang , lo gak boleh
dekat sama cowo lain ." ucap Hendrik
Kini hendrik sambil mencekik leher vio.
Vio hanya menangis sambil menarik tangan Hendrik agar segera melepaskan cekikan itu.
Hendrik yang tiba tiba sadar atas perbuatanya
Lalu memeluk vio dan meminta maaf
Namun vio yang sudah ketakutan , tak berhenti menangis dan melepaskan pelukan Hendrik.
" Gue minta maaf vi " gue kebawa emosi
Vio yang masih syok akan kejadian itu hanya
menangis dan tak menjawab.
__ADS_1