Berdamai Dengan diri sendiri

Berdamai Dengan diri sendiri
Revisi memulai Hidup Baru


__ADS_3

Vio pun berangkat menuju sekolah sesampainya di sekolah vio langsung masuk menuju kelas.


Vio mendapati para sahabat nya sudah duduk di bangku masing masing di dalam kelas.


" Eh di sini kalian rupanya . Kok gak nunggu


in gue sih di gerbang" sungut vio


" Habis nya lo lama banget sih" ucap Dinda


" Iya tumben lo lama datang " ucap Maria


" Bukan gue yang lama datang , kalian yang


kecepatan datang" jawab vio kesal


" Udah pagi pagi udah ribut , eh kalian udah


siap tugas matematika belum?" ucap yeyn


" Udah dong" jawab vio bangga


" Tugas apa an ? kok gue gak tau?" ucap


Maria


" Makanya jangan tidur Mulu " ucap Dinda


mengejek


" Udah ni Lo kerjain , mumpung belum


masuk " ucap Vio sambil menyodorkan


buku nya


" Lo emang terbaik" ucap Maria lalu


mengambil buku yang di beri viola


" Huu kalau ada mau nya aja bilang terbaik"


ucap Dinda sewot


Akhirnya mereka saling mengejek satu sama yang lain .


Ya begitulah persahabatan antara vio dan teman nya .


Sekilas vio melupakan masalah nya , karena tingkah para sahabatnya .


Tak lama kemudian bel pun berbunyi , guru masuk ke dalam kelas dan proses belajar mengajar pun dimulai.


Vio melirik seluruh sudut ruangan , berharap yang di cari nya dapat dilihat nya

__ADS_1


Namun hasil nya nihil , vio tak melihat Hendrik di dalam kelas.


Vio pun membuyarkan penglihatan nya dan memfokuskan dirinya mendengar pelajaran.


Tak lama kemudian proses belajar selesai.


Bel berbunyi menandakan jam istirahat .


" Yuk ke kantin cacing gue udah teriak minta


jatah " ucap Maria


" Giliran makan aja nomer satu" ucap Dinda


" Hei makan itu kebutuhan tau" Ucap Maria


nyolot


"Udah udah ntar keburu masuk , yuk ke


kantin " ucap Yeyen menengahi Dinda


dan Maria yang sedang adu mulut


Vio dan sahabat nya pun berjalan menuju kantin , selama menuju kantin vio lagi lagi melirik seluruh area sekolah.


Berharap menemukan Hendrik , namun hasil nya tetap nihil.


Vio tak kunjung menemukan henrik.


dari tadi Lo plingak plinguk " ucap Maria


 


" eh enggak liat apa apa kok" ucap Vio


berbohong


" Eh kalian mau makan apa biar aku


pesenin" ucap Yeyen


 


Vio dan sahabatnya pun memesan makanan dan minuman .


Tak lama kemudian makanan yang mereka pesan pun datang.


Lalu mereka pun mulai makan .


" Hmm gue hari ini mau pindah kost , kalian


ada tau kost an murah dekat sini gak" ucap

__ADS_1


vio memecahkan keheningan.


Uhukk uhukk Dinda dan Maria batuk


" Gue gak salah denger ni ? lo mau pindah"


ucap Maria mengambil minum


"Emang kenapa" ucap Vio mengerut kan dahi


" Iya gak papa sih , cuman heran aja.


tumben Lo mau pindah. Bukan nya lo


nyaman banget tinggal disitu " ucap dinda


" Iya bukanya kost itu udah pas banget ya


buat Lo " ucap Yeyen


"Gue di usir sama Hendrik" ucap Vio terbata


bata langsung memeluk Yeyen sambil


menangis


Yeyen yang refleks pun membalas pelukan vio.


" Tenang tenang jangan nangis , cerita pelan


pelan nyet " ucap Yeyen


"Emang lo salah apa , kok bisa bisa nya dia


ngusir Lo? Kurang ajar banget tu anak


awas aja entar kalau jumpa gue pukulin


tu anak sampe bonyok" ucap Maria geram


" Ini bukan waktu yang pas buat Lo sok


hebat maria , kita nenangin vio dulu" ucap


Dinda


Maria pun memeluk vio dengan spontan


" Tenang mar kita bakalan selalu ada buat


Lo, apapun yang terjadi" ucap Maria


" Makasih nyet , kalian terbaik" ucap Vio

__ADS_1


Dan mereka semua berpelukan.


 


__ADS_2