
" Vio , kok bisa sih bareng sama Hendrik ? bukannya lo benci banget ya sama Hendrik?"
Tanya Yeyen dengan polos nya.
" Ya kan enggak ada salah nya gue coba berteman sama dia lagian dia kan juga temen kita ,yuk masuk kelas " ucapku agar tak Ditanya tanya oleh sahabat ku yang super kepo.
Akhirnya viola dan sahabat sahabat nya masuk kelas , selama dikelas Hendrik selalu melirik lirik ke arah viola.
Viola yang merasa diperhatikan sedari tadi , pura pura buang muka sambil tersenyum.
" Eh kenapa lo cengengesan sendiri" tanyak Dinda
"enggak papa " ucap viola santai
" Kringg... " Bel berbunyi.
Semua siswa siswa berhamburan keluar kelas , viola dan sahabat sahabat nya pun menuju gerbang dan berpisah pulang ketempat masing masing.
Tiba tiba Hendrik dan Fandi yang sedari tadi mengikut viola dari belakang.
" Vio , pulang bareng yuk " ajak Hendrik
Vio hanya mengangguk , sambil berjalan
"Cie cie Pdkt " ucap mereka menggoda Vio .
Vio hanya tersenyum , lalu melanjutkan perjalanan .
Sesampai depan kost Vio pamit untuk masuk duluan dan Hendrik mengiyakan nya.
" Vio ayo berangkat kerja " teriak Hendrik
Vio yang kaget mendengar suara itu langsung lari membuka pintu.
" Eh Hendrik , ngapain hen teriak teriak" tanyak viola bingung
" Aku mau anter kamu kerja , ayo malah bengong entar telat Lo " ucap henrik
__ADS_1
Vio yang tadi nya bengong pun sadar dan lari masuk kedalam mengambil tas lalu keluar.
" Ayo aku udah siap nih , tapi kamu yakin mau antar aku ? " tanyak Vio memastikan
Hendrik menarik tangan Vio menuju motor dan menancap motor ke tempat kerja Vio.
Sesampainya di depan tempat kerja Vio , Vio yang tak lupa mengucapkan terimakasih pada Hendrik .
Seperti biasa Hendrik menjulurkan tangan nya tepat di depan kening Vio , vio yang sudah mengerti menyalam Hendrik lalu pamit masuk ke tempat kerja.
Selama di tempat kerja entah kenapa Vio yang merasa aneh dengan sikap Hendrik yang berubah akhir akhir ini , membuat Vio senyum senyum sendiri .
Tepat pukul 8 malam seperti biasa waktu nya Vio pulang , Vio pun keluar dari tempat kerja .
Tiba tiba melihat Hendrik sudah didepan menunggu nya . Dengan semangat Vio menyapa Hendrik.
" Hen kamu ngapain disini ? jemput aku?" tanyak Vio
" Iya Vi , yuk pulang udah malem" ucap Hendrik
" Vi kita mampir dulu mau gak?" tanyak Vio
"Yaudah , tapi jangan lama lama ya" sahut vio.
Hendrik yang mendengar jawaban Vio tersenyum lalu menancap gas motornya.
Tiba tiba mereka sampai di pasar malam , Vio yang bingung pun bertanya
" Ngapain kita ke pasar malam?" tanyak vio
" enggak apa apa, kamu gak suka? " tanyak Hendrik memastikan.
__ADS_1
Vio hanya tersenyum
Lalu mereka mencoba satu persatu permainan yang ada di pasar malam , selama mencoba permainan Vio yang tadi nya hanya dia kini tertawa .
Hendrik yang melihat pemandangan Vio tertawa pun ikut bahagia , karna jarang mendapati Vio tertawa seperti ini .
Lalu Hendrik pun berkata
" Vi yuk main lempar kaleng itu kalau menang , bisa dapet boneka loh " ucap Hendrik
Vio yang senang mendengar ajakan Hendrik langsung berlari ketempat lempar kaleng tersebut.
" Tunggu aku beli bola dulu , nanti aku yang lempar ya " ucap Hendrik
Vio yang tidak sabar hanya mengangguk kesenangan.
Sudah berapa kali Hendrik melempar bola ke kaleng tersebut selalu meleset ,dan melihat waajah kecewa Vio.
" Tenang Vi , bola yang kali ini pasti kena " ucap Hendrik dengan pedenya
Vio hanya mengangguk berharap.
" Brak.... bola mengenai kaleng"
Viola yang melihat bola kena pas sasaran melompat lompat kesenangan dan tak sengaja memeluk Hendrik.
Tanpa sadar Hendrik merespon balik pelukan vio.
" Mau hadiah apa "tanyak Manang penjaga lempar kaleng.
Hendrik menoleh viola.
__ADS_1
" Boneka mang ,sahut vio tersenyum"
Mamang memberikan boneka , vio tersenyum lalu berterimakasih.