
Hendrik yang tetap memohon kepada vio agar dimaafkan.
Akhirnya vio berhenti menangis dan mencoba tenang.
" Ok gue maafin, sekarang lo pergi dari sini"
ucap Vio sambil menunjuk arah pintu
"Gak gue akan pergi, sebelum lo mau
balikan sama gue" ucap Hendrik.
Vio yang kaget dengan jawabn Hendrik.
Kini muka nya merah dan emosi nya naik lagi.
" Lo pikir gue cewe apa an ha?? sahut vio
dengan nada tinggi.
" Gue sayang sama lo, plis balikan sama
gue " pinta Hendrik memelas.
Vio mengehela nafas panjang , vio yang tak habis pikir dengan sifat Hendrik yang selalu membuat vio dilema.
" Yaudah mending lo balik aja sekarang!
kasih gue buat mikir dulu" ucap vio
Hendrik yang mendengar ucapan vio hanya mengangguk dan pulang.
Setelah Hendrik pulang vio yang sudah sangat lelah dengan aktifitas nya satu hari ini
Vio langsung rebahan untuk menghilangkan
lelah nya. vio yang masih bingung memikirkan tentang Hendrik.
Disatu sisi vio merasa dia juga mulai menyukai Hendrik bahkan sayang .
Tapi disatu sisi vio juga tidak suka dengan
__ADS_1
sifat Hendrik yang terlalu possesif.
Tak lama kemudian viola pun tertidur.
Pagi ini viola bangun kesiangan , Vio tertidur terlalu pulas.
Tepat pukul 7 viola terbangun , vio yang menyadari dirinya terlambat.
Vio secepat kilat berlari menuju kamar mandi lalu mandi ala ala bebek.
Setelah mandi dan berpakaian , viola pun bergegas lari menuju sekolah.
Namun sayang ketika viola sampai disekolah
gerbang sekolah sudah ditutup.
Karena peraturan sekolah yang menetapkan
pukul 07.15 gerbang sudah ditutup.
Akhirnya vio pun meminta kepada bapak satpam agar membuka gerbang dan vio pun masuk ke area sekolah.
Viola pun berbaris mengikuti barisan.
Setelah mendengar kan penjelasan guru piket , akhirnya mereka pun menjalankan hukuman.
Yaitu menghormat tiang bendera selama satu les pelajaran.
akhirnya para murid yang terlambat bubar barisan , dan membuat barisan baru menghadap tiang bendera.
Dan menjalankan hukuman .
Para sahabat vio yang melihat dari jendela kelas , merasa kasihan karna selama ini
vio tidak pernah dihukum .
Begitu juga dengan Alvin dan Hendrik , mereka tak henti hentinya melirik ke arah vio berdiri.
Alvin yang diam diam menaruh rasa suka kepada vio , mulai berpikir untuk memberikan vio air mineral .
Lalu Alvin pun ijin kepada guru yang sedang mengajar .
__ADS_1
Kemudian Alvin berlari kekantin untuk membeli air mineral dan memberikan nya kepada viola.
" Nih Vi , minum dulu pasti ku haus kan"
ucap Alvin sambil menyodorkan minuman
Vio yang melihat minuman tersebut akhirnya
menerima dan mengucapkan terimakasih.
Alvin yang membalas dengan senyuman kemudian Alvin kembali ke kelas.
Setelah satu les berlalu akhirnya para murid
yang dihukum sudah diperbolehkan masuk kelas,vio yang sudah lemas dan pusing akhirnya masuk kelas dan duduk.
" Vi lo kok bisa terlambat sih , gak pernah
pernah nya" tanya Maria
" Iya Vi biasanya lu paling cepet kesekolah"
tanya dinda menimpali
Vio hanya tersenyum , seolah olah meng isyarat kan dia sedang tak ingin bicara.
Para sahabat vio yang mengerti dengan kode
vio pun diam .
Kemudian selang berapa menit Alvin menghampiri vio ke bangku viola
" lo gak papa Vi , kok pucet gitu" ucap Alvin
" gue gapapa kok" jawab vio singkat
Alvin pun hanya tersenyum dan kembali kebangku nya.
Hendrik yang melihat Alvin yang selalu mencari kesempatan merasa geram tak hendrik tak bisa berbuat apa apa karena Hendrik tak mau nanti nya vio akan semakin
ilfil kepadanya.
__ADS_1