
Waktu sudah mulai sore dan vio masih tertidur .
Hendrik yang dari tadi hanya bermain game
sambil memangku vio yang tidur dipangkuan nya , hanya tersenyum melihat gadis nya
yang tidur terlelap
" Sayang bangun udah sore , gak baik
anak gadis tidur sore sore gini" ucap
Hendrik sambil menggoyangkan badan
vio agar terbangun.
" Hm iya lima menit lagi " ucap Vio
" Engak enggak lima menit nanti malah
keterusan , ayo bangu trus mandi sana
katanya mau kerumah" ucap Hendrik
Vio yang mendengar kan ucapan hendrik ,
sontak bangun dan panik.
" Iya lupa , iya bentar aku siap siap dulu
ya " ucap Vio sembari berlari ke kamar
mandi.
" Huft dasar cewe , kalau udah telat aja
rempong " ucap Hendrik.
Setelah Vio selesai mandi vio pun berpakaian dan sedikit berdandan , kemudian vio menghampiri Hendrik.
" Yuk katanya mau kerumah aku udah
siap " ucap Vio
" Kamu mau kondangan yank " ucap
Hendrik dengan nada mengejek
" Ih kok gitu ngomong nya " ucap Vio
yang mendadak jadi tak bersemangat
" Habisnya kamu aneh , masa pake dres
segala . Make up lagi . Rumah ku kan
disebelah yank " ucap Hendrik
Vio berjalan meninggalkan Hendri yang masih
ngomong sendiri , dan menggangi baju dengan baju tidur.
" Ini aku udah ganti baju , udah pas kan"
ucap Vio yang masih kesal.
" Iya baju nya sih udah pas , tapi make
up mu itu lo . Masa pake baju tidur
pake make up " sahut Hendrik sambil
menaikkan satu alisnya
" Ah udah deh gak usah jadi kerumahmu
banyak banget komplain mu " ucap Vio
" Gitu aja marah , yaudah ayokk " ucap
Hendrik.
" Udah ah males , aku udah gak mood
kamu aja pulang aja sana" jawab vio
Melihat Vio yang sedang marah , Hendrik mencoba meluluhkan kan vio .
Hendrik memeluk vio dari belakang .
" Udah ya marah nya , kita kerumah yuk"
bisik Hendrik kepada vio.
Vio yang sebenarnya senang mendapatkan
perlakuan seperti itu .
" Yaudah ayo " ucap Vio
Ketika mereka keluar dari kost , jantung vio yang gak bisa di ajak kompromi.
Vio yang mulai gelisah , takut bahkan panik
__ADS_1
Vio yang terus memikirkan apakah dirinya diterima dengan baik oleh keluarga Hendrik
atau bahkan akan diusir dari kost.
Setelah keluarga hendri tau bahwa vio
menjalin hubungan dengan Hendrik.
" Kamu kenapa kok tiba tiba pucet gitu"
ucap Hendrik sambil menggandeng
tangan vio.
" Aku takut " ucap Vio singkat
" Tenang aja kan ada aku" ucap hendri
Sesampainya di depan rumah Hendrik .
Mereka pun masuk kerumah , dan mendapati orang tua beserta adik Hendrik sedang menonton tv sambil rebahan.
Hendrik adalah anak 2 dari 4 bersaudara .
" Ma , pa " ucap hendri
Orang tua Hendri pun menoleh kearah suara
Lalu orang tuanya duduk.
"Iya kenapa bang" ucap mama Hendri
" Eh ini vio kan yang ngekost di
sebelah" sahut mama Hendri lagi
Vio yang mendengar namanya disebut seketika keringat dingin , rasanya dia ingin berlari dari tempat itu.
" Sini vio masuk , duduk sini bareng
kita . Jangan berdiri dipintu aja
kaya nagih utang aja " ucap mama
Hendrik memecahkan lamunan vio
" Eh iya maaf Tante " ucap Vio sambil
masuk kedalam dan duduk
" Tumben main main kesini , ada apa
Semua orang melihat ke arah vio yang dari tadi sudah keringat dingin.
" Engak ada apa apa ma ,aku cuman
mau ngenalin vio ke mama sama
papa . " ucap Hendrik
" Gak perlu kamu kenalin juga mama
udah kenal Hendri" sahut mama yang
agak bingung.
" Iya kita semua kan udah kenal ka vio"
ucap Lisa adek Hendrik.
" Iya Hendrik tau semua udah kenal vio ,
tapi kan selama ini semua nya kenal vio
sebagai anak kost sini. Kali ini Hendrik
mau kenalin vio sebagai pacar Hendrik"
ucap Hendrik ragu .
Karena walaupun Hendrik playboy , Hendrik
gak pernah berani bawa pacar ke keluarga nya. Ini yang pertama kali nya Hendrik membawa pacar nya , yang tak lain adalah
salah satu dari anak kost punya mama nya.
" Oh jadi kamu pacaran sama vio " ucap
mama Hendrik menyelidiki
" Iya ma aku pacaran sama vio" jawab
Hendri dengan perasaan takut
" Ya sudah kalau kalian pacaran , ingat
pacaran yang sehat . Jangan buat malu
keluarga . Dan jangan mengganggu
sekolah " ucap mama Hendrik
__ADS_1
Viola yang tak percaya dengan apa yang vio dengar . Vio menatap ke arah Hendrik dengan
tatapan bahagia.
" Satu lagi hen , jadi laki laki harus
bertanggung jawab . Kamu udah milih vio
maka kamu harus bertanggung jawab jaga
vio " ucap papa Hendrik.
Hendrik hanya mengangguk angguk bahagia
Dan mereka pun melanjutkan menonton tv.
Ditengah ke asik kan menonton tv , mama Hendrik bertanya kepada vio
" Oh iya Vi , Tante denger kamu kerja sambil
sekolah ya" ucap mama Hendrik
" Iya Tante vio kerja sambil sekolah " sahut
vio sambil tersenyum.
" Hebat kamu bisa bagi waktu vio , tetap
semangat ya vio " ucap mama Hendrik
" Tuh di tiru pacar nya , jangan tau nya main
nongkrong aja " ucap mama Hendrik yang
menyindir Hendrik.
Hendrik yang merasa tersindir , cuman menatap mama nya dengan perasaan kesal.
karna sudah membuka aib nya di depan vio.
Jam menunjukan pukul 09.00 , vio pun
memberi kode pada Hendrik ingin pulang.
" Vi udah malem ni besok kan sekolah"
ucap hendri basa basi
" Kalau gitu vio mohon pamit ya tante , om
semuanya " ucap Vio tersenyum
Semua keluarga tersenyum dan mengucapkan makasih kepada vio.
" Sering sering main ya vi " ucap mama
hendrik.
" Iya Tante , vio pamit ya tante" ucap Vio
Kemudian vio dan Hendrik pun keluar rumah.
" Udah aku pulang sendiri aja , lagian dekat
kok " ucap Vio sambil menunjuk kost nya
" Aku masih kangen" bisik Hendrik kepada
vio.
Vio yang mengerti maksud Hendrik hanya tersenyum .
Hendrik pun mengantar vio kekost , sampai di depan kost .
" Enggak mau mampir dulu" ucap Vio
" Kalau kamu maksa , ayok" ucap Hendrik
yang mulai menggoda vio
" Ih siapa juga yang maksa kamu" jawab
vio sambil membuka pintu kost
Setelah didalam kost vio mengambil minum,
kerongkongan vio yang dari tadi haus .
Tapi Karna vio gugup , vio sampai tidak berani minum dirumah Hendrik.
Vio meneguk minuman satu gelas penuh sampai habis .
" Yaudah kamu pulang ya , udah malem
gak enak sama keluarga kamu . " ucap Vio
" Kasih jatah dulu dong " ucap Hendrik
Akhirnya mereka kembali berciuman memadu
cinta.
Tiada hari tanpa bercinta bagi mereka ,
mereka selalu memanfaatkan waktu yang ada.
Akhirnya mereka bercinta sampai 2 kali .
__ADS_1
Karna kelelahan vio pun tertidur dan Hendrik pulang ke rumah nya.