Berdamai Dengan diri sendiri

Berdamai Dengan diri sendiri
Revisi dilema


__ADS_3

Viola yang dari tadi hanya melamun ,


" Eh itu Hendrik yang semalem serius gak sih" gumam viola dalam hati.


" Masa iya baru berapa hari dia putus dari pacarnya langsun jadi sama gue? apa jangan jangan gue hanya pelampiasan" gumam viola dalam hati.


Sambil menyandar di bangku , karena memang guru tidak masuk di jam ini.


" Eh kenapa lo melanga melongo , kesambet lo ya?" tanyak Maria sok tau


" Lo tu yang kesambet asal aja kalau ngomong " jawab viola kesal


Sambil melotot menghadap maria.


" are you oke beh?" tanya Yeyen panik


" I' m oke ..." jawab Vio meyakinkan


Beh itu panggilan sayang kami untuk sahabat sahabat kami.


Vio yang dari tadi melihat di seputaran kelas


tak kunjung melihat keberadaan Hendrik.


Akhirnya vio kembali melamun , sampai bel berbunyi.


"Kring..." bel berbunyi


Semua siswa berhamburan keluar kelas.


Viola dan sahabatnya yang sedang berjalan menuju gerbang , dikejutkan oleh suara Hendrik.

__ADS_1


" Yuk pulang sayang " ucap Hendrik


Wajah vio yang mendadak pucat hanya mengangguk.


" Vio pulang duluan ya" ucap viola gugup


Para sahabat vio yang melotot dari tadi memberi kode untuk penjelasan.


Vio hanya mengkedip kan mata memberi kode .


"besok gue cerita " gumam vio sambil melirik.


Hendrik pun menggandeng tangan viola dan berlalu , di tengah jalan vio pun bertanya


" Tadi kemana aja ? kok gak kelihatan?" tanya vio.


" Oh tadi nongkrong di kantin" jawab Hendrik gugup.


Lalu mereka melanjutkan langkah dan setibanya di depan kost , vio pamit kepada Hendrik .


Vio masuk kedalam kost dan mengganti pakaian kemudian bersiap berangkat kerja.


Karena ditempat kerja Vio ditanggung makan , maka vio selalu makan di sana untuk menghemat .


Setelah siap siap vio pun keluar dan mengunci pintu , ketika mengunci pintu vio melirik lirik ke arah rumah Hendrik.


Yang memang berdekatan dengan kost vio


Setelah mencari cari dengan tatapan ,namun tak kunjung menemukan Hendrik.


Vio pun akhirnya memustukan melangkah menuju ketempat kerja .

__ADS_1


Sesampai nya di tempat kerja Vio yang dari tadi masih dilema dengan sikap Hendrik


menjadi urung uringan.


Karna sampai sekarang belum berhasil menemukan jawaban dari beribu ribu pertanyaan nya.


" Kenapa neng kok cemberut aja" tanya Bu Rani pemilik rumah makan


" heheh gak apaa apa buk " jawab Rani senyum


" Yowes kamu makan dulu , pasti udah paper pulang sekolah" ucap Bu Rani


Viola hanya mengangguk sembari tersenyum.


Bu Rani memang bos yang baik , bu Rani yang sudah menganggap viola seperti anak sendiri.


Itulah salah satu alasan viola betah kerja di rumah makan Bu Rani.


Vio yang masih kepikiran tentang Hendrik


menjadi kurang fokus bekerja.


Viola berharap waktu cepat berlalu , agar bisa segera pulang dan menanyakan semua pertanyaan yang dari tadi sudah membuat dirinya jadi tidak fokus.


Jam menunjukan pukul 8 malam , viola yang sudah menyelesaikan pekerjaan nya pun


pamit pulang kepada Bu Rani , dan bergegas berjalan pulang.


Berharap sesampainya di rumah mendapati Hendrik dan segera menanyakan semua pertanyaan yang dari tadi menganggu pikiran nya.


Sesampainya dirumah viola melihat Hendrik sedang duduk di teras rumah sambil melihat lihat hp.

__ADS_1


" Huh dia ngapain sih kok kayak nya sibuk banget megang hp " gumam vio kesal.


Hendrik yang melihat Vio berjalan lewat depan rumahnya tersenyum dan mengikut viola ke kost viola .


__ADS_2