
Sesampai nya di kost vio mereka pun langsung masuk dan mulai menyusun barang barang vio.
Menyusun baju baju kedalam tas , buku buku
Dan barang barang vio yang lainnya .
Berbeda dengan teman vio yang sedang sibuk, vio malah mondar mandir seperti gosokan .
" Lo kenapa sih? dari tadi wara Wiri terus"
ucap Maria
" Gue panik" ucap Vio
" Panik kenapa" sahut Alvin
" Gue bingung nanti bilang gimana ke orang
tua Hendrik gue pindah dari sini" ucap Vio
" Ya tinggal bilang aja alasan yang sebenarnya! Ngapain harus bingung sih"
ucap Maria
" Kalau gue bilang gue diusir , otomatis nanti Hendrik pasti dimarahin" ucap Vio
pelan
" Ngapain Lo peduli sama Hendrik, toh emang kenyataan nya dia yang ngusir Lo
ucap Maria dengan nada kesal.
" Iya udah kalau lo enggak mau Hendrik kena marah , bilang aja nanti sama ibu kost
Lo. Lo pindah karna ada temen yang lo ngajak satu kost jadi lebih murah uang
kost nya " ucap Alvin memberikan
masukan.
Vio hanya mengangguk dan mereka kembali melanjutkan kan mempacking barang yang akan di bawah pindah. selama mempacking sesekali mereka melempar canda untuk memecahkan kan keheningan.
Setelah semua selesai di packing vio pun berniat untuk menemui orang tua Hendrik selaku ibu kost vio.
Untuk pamitan dan mengembalikan kunci kost vio.
Vio pun berjalan ragu kerumah Hendrik.
Tok tok tok....Vio mengetuk pintu
" Iya " ucap seseorang menyahut.
Lalu membuka pintu
Dan ternyata yang membuka pintu Abang dari Hendrik , bang dito.
" Permisi bang , aku boleh ketemu sama
Tante gak? mau pamit sekalian mau
ngembalikan kunci kost" ucap Vio ragu
" Loh emang nya kamu mau kemana? kok
pake acara pamit dek?
" Mau pindah kost bang" ucap Vio takut
" Loh kenapa pindah? apa ada masalah? ucap Dito bingung
" Enggak bang , vio ada teman ngajak satu
kost . Jadi setelah Vio pikir pikir ya lumayan jadi bayar kost nya bisa setengah
setengah kan hemat bang" ucap Vio
__ADS_1
berbohong
Dito hanya ber oh ria
" Yuk masuk bentar ya aku panggilin
mama" ucap Dito berlalu meninggalkan
vio
Tak lama kemudian orang tua Hendrik sudah datang menghampiri vio yang sedang duduk.
" Eh vio , Vi kata dito kamu mau pindah kost ya? " ucap mama Hendrik
" iya Tante " ucap Vio gugup
" Kenapa pindah nak?" ucap mama hen
" itu anu Tante , vio ada temen . Temen
vio ngajak vio buat satu kost bareng Tan
Setelah Vio pikir pikir lumayan buat
nge hemat uang kost Tan" ucap Vio
" Yah sayang banget ya nak , padahal kita udah Deket . Jadi kalau Hendrik ngapel
jauh dong ke kost kamu" ucap mama
" Sebenarnya Tan" ucap Vio ragu
" Sebenarnya apa Vi? kamu baik baik aja kan sama Henrik? tanya mama hen
putus Tan" ucap Vio takut
Bang dito dan mama Hendrik pun kaget mendengar hal tersebut .
" Jangan bilang ini ada hubungannya dengan kamu pindah kost" ucap Tante
Vio kaget dan mulai keringat dingin mendengar pertanyaan Tante.
" Enggak Tan , gak ada hubungan nya . Vio putus nya baik baik tan . Karena
emang vio mau fokus sekolah dulu tan" ucap Vio
" Oh ya sudah kalau begitu , Tante
dukung yang terbaik buat kamu. Kamu
gak mau pamitan sama Hendrik" ucap Tante
Vio hanya mengangguk pelan
" Hendrik ada dikamar nya tuh , dia lagi sakit" ucap Tante
Vio agak sedikit kaget mendengar Hendri sakit.
" Sakit apa tan ? Kok vio gak tau.
Pantes tadi Hendrik gak sekolah" vio
" Kamu lihat aja ke dalam kamar" Tante
__ADS_1
Vio pun berjalan menuju kamar , sesampai nya di pintu kamar vio melihat Hendrik berbaring di tempat tidur memakai selimut .
Terlihat di wajah Hendrik dia sedang menahan sakit.
Wajah nya pucat , dan badan yang lemas.
" Hendrik...." ucap Vio pelan
Hendrik yang mendengar nama nya di panggil
mencari sumber suara tersebut.
Hendrik menemukan sosok vio di pintu , Hendrik tersenyum dan mengangguk . Menandakan vio boleh masuk kamar .
" Kamu sakit apa" ucap Vio sambil menghampiri hendrik.
"Ah gak papa cuman demam aja kok"
ucap Hendrik dengan lemas
" Oh pantes kamu tadi gak sekolah ,
kenapa gak bilang kalau kamu sakit"
ucap vio
"Ah gak papa bentar lagi juga sembuh kok
kamu ngapain kesini" ucap Hendrik
" ini aku mau pamit hen , aku mau mau pindah kost sekarang sesuai dengan
permintaan kamu" ucap Vio takut
Hendrik terbelalak mendengar ucapan vio refleks Hendrik memegang tangan vio dan menggeleng kan kepala nya.
" Maafin gue vi , gue gak bermaksud ngusir Lo kemarin . Gue cuman terbakar cemburu karna Lo Deket sama Alvin" ucap Hendrik
" Iya gue udah maafin Lo hen , tapi gue rasa ini jalan terbaik biar kita juga gak ribut terus. dan Lo gak bakal cemburu
kalau lihat gue sama Alvin disini.
"Jangan pergi ya Vi , tetap disini" ucap Hendrik dan memeluk vio
Vio membalas pelukan Hendrik dan air matanya menetes . Vio ikut merasakan yang Hendrik rasakan betapa berat nya harus berpisah dengan orang yang sangat di cintai.
Betapa berat nya harus berjauhan dengan kekasih hati.
" Enggak bisa hen , barang gue udah
gue susun semua . Dan temen temen gue juga udah nungguin gue hen. tolong jangan buat gue kembali ragu sama keputusan yang Lo buat sendiri" ucap vio sambil melepaskan pelukannya dan
menyeka air mata nya
" Tapi gimana kalau gue mau lihat Lo" ucap Hendrik sambil tertunduk
" Hen kita kan satu sekolah , kita bisa ketemu setiap hari di sekolah.kalau Lo mau . Lo bisa main ke kost gue kapan pun" Ucap Vio
Hendrik yang tadi nya sedih tiba tiba tersenyum dan melihat ke arah vio
" Lo serius kan ? gue bisa main ke kost Lo ucap Hendrik dengan nada memohon
" Iya hen , yaudah gue pamit dulu ya . temen gue udah nungguin .Lo juga harus
cepet sembuh ya biar kita bisa ketemu lagi" ucap Vio memberi semangat
__ADS_1
Hendrik hanya mengangguk dan memeluk vio kembali.sebagai pelukan perpisahan.