Berenkarnasi Di Dunia Kultivasi

Berenkarnasi Di Dunia Kultivasi
bab13


__ADS_3

"Jadi kamu ingin sebuah teknik rahasia?" Lelaki tua itu menatap Luye yang berada di depannya.


"Benar." Luye menjawab itu dengan senyum. Setelah mengetahui tentang Teknik rahasia, dia menjadi penasaran tentang hal ini.


Sekarang dia tau untuk bisa mengeluarkan bola api atau semacamnya dia harus mempelajari teknik rahasia. Tidak heran rank 10 di dunia sebelumnya bisa melemparkan sesuatu seperti itu.


Mereka ternyata mempelajari teknik rahasia, jadi saat pertarungan mereka tidak terbatas pada penguatan tubuh saja.


"Aku hanya memiliki beberapa teknik umum, atribut apa yang kamu butuhkan." Kakek itu mulai menggeleda buku-buku.


"Api." Setelah dia mempelajari 'Starlet Flame' pusaran qi di tubuhnya menjadi beratribut api. Secara alami dia bisa mengembangkan teknik dengan atribut yang sama.


"Ini dia." Ahkirnya pak tua itu menemukannya. Dia berjalan lagi ke arah Luye dan meletakan 3 buku berwarna merah di meja.


Tiga buku itu bertuliskan 'Fireboal' 'Firering' 'Bird of Flame'.


"Berapa harga semuanya?" Setelah melihat ini Luye menjadi bersemangat. Dia benar-benar ingin mempelajari semua.


Kakek itu menatap dengan tatapan mengejek melihat antusiasme bocah ini. "Kamu hanya Tranformasi tahap pertama, hanya mempelajari 1 itu sudah lebih dari cukup, selain itu aku tidak yakin anda dapat membayar semuanya."


Mendengar tanggapan ini Luye tampak lesu "Jadi mana yang paling kuat."


ketika tidak bisa mempelajari semua dia hanya bisa memili satu. Bagaimanapun kakek itu ada di tahap 3, ketika sudah mengatakan itu Luye yakin dia tidak bohong.


"Semua teknik itu sama kuatnya, tergantung berapa banyak qi yang anda suntikan, apa hal dasar semacam ini anda tidak memahaminya." Kakek tua itu menatap Luye seperti melihat orang langkah. Dia benar-benar tidak pernah menemukan orang sebodoh ini dalam hidupnya.


"Aku paham, aku paham." Bagaimanapun Luye belum pernah menggunakan taknik. Hal semacam ini sangat asing baginya. Setelah mendengar penjelasan Kakek itu dia tau kalo prinsip taknik sama seperti api. Semakin banyak bengsin yang anda siramkan maka api itu semakin besar.


Dia tidak membuang waktu lagi dan segera membeli "Jadi berapa harganya?"


"Semuanya 500 koin emas, tentu saja jika anda ingin mendapatkan ketiganya kami akan memberi diskon 1450 koin." Kakek tua itu tersenyum tulus. Dia menyajikan tawaran dengan narasi yang menggoda seperti pedagang kebanyakan.


Luye hanya merasa tercengang. Dia tidak mengira harganya akan lebih mahal dari metode kultivasi. Namun setelah membeli beberapa barang dan menyewa kamar jumlah koin emas yang dia miliki sekarang kurang dari 500.


Bagaimana dia bisa membelinya?

__ADS_1


"Bagaimana kalo 400?" Luye menawar dengan tulus.


"Apa anda ingin membuat kakek tua ini bangkrut?" Kakek itu berteriak dengan tidak senang. Dia menatap Luye seperti melihat orang miskin yang tidak layak di lihat.


"Kamu pak tua sialan, apa anda tidak punya malu merampok anak kecil di siang bolong." Dia selalu merasa pak tua ini merampoknya. Tapi dia juga menganggap dirinya kaya dan kaya jadi dia tidak perduli selama tujuannya tercapai. Lagipula uang dapat di cari lagi.


Namun ketika sudah pada tahap ini dan dia tidak bisa membeli apa yang dia inginkan, dia merasa kesabaranya sudah habis.


"Ketika keuntungan itu di sebut, apa gunanya merasa malu?" Kakek tua itu seperti tidak mendengarkan ejekan Luye dan hanya berkata dengan acuh-takacuh.


Setelah mendengar tanggapan kakek tua itu Luye menjadi serius. Jika orang biasa mendengar tanggapan kakek tua itu, maka mereka akan mengatakan urat malunya sudah putus.


Namun penilaian Luye sangat berbeda. Karakter seperti itu hanya bisa terlahir setelah pengalaman hidup yang berlimpah. Jika anda hanya mengancamnya melalui rasa malu atau kehormatan yang di agungkan masyarakat umum, itu tidak akan berpengaruh.


Mereka hanya bergerak melalui keuntungan dan keuntungan. Bahkan jika keuntungan di nilai lebih besar dari berhianat, mereka tidak akan ragu untuk menghianati rekannya.


"Beri aku 1 dulu dengan harga 400, setelah aku punya uang aku akan membeli keduanya dengan harga 1000, bagaimana." Setelah mengetahui karakter kakek itu Luye hanya bisa berkompromi.


Senyum cerah yang tidak berbahaya muncul di wajah kakek itu. "Baiklah, mengingat persahabatan kita, aku akan menerima tawaranmu."


Luye tidak memperdulikan lagi tentang hal ini. Dia membayar 400 koin dengan perasaan pahit. Lalu mengambil 1 teknik yang menurutnya bagus lalu segera pergi.


Kakek itu menatap ke arah kepergian Luye dengan senyum. Dia menggelengkan kepala dan bergumam. "menarik."


...


Di tengah hutan seorang pemuda berdiri di sana dengan gagah. Anehnya beberapa pohon tumbang di sekitar pemuda itu, ada yang masih terbakar ada juga yang sudah menjadi abu.


Butir-butir keringat muncul di dahi pemuda itu. Dia terengah-engah bernafas dengan cepat karena kelelahan.


"Sekali lagi." Gumam pemuda itu sambil mengangkat tangannya.


Tiba-tiba bola-bola cahaya kecil berwarna merah seperti api berkumpul di atas pemuda itu. bola cahaya kecil bersatu di 3 titik dan membentuk 3 bola api seukuran kepala.


Dengan munculnya 3 bola api itu suhu di tempat itu naik yang menyebabkan daun yang paling dekat layu.

__ADS_1


"Fireboal." Teriak pemuda itu dan melemparkan 3 bola api kedepan. Bola itu melesat seperti anak panah dan menabrak beberapa pohon, yang menyebabkan pohon itu tumbang dan terbakar.


Setelah melakukan itu pemuda itu langsung terjatuh berlutut. Dia berguling terlentang bernafas dengan cepat terlihat sangat kelelahan.


"Sepertinya benar apa yang di katakan kakek itu." Dia melemparkan bola api dengan 50 persen kekuatan dan hasilnya hanya seperti itu. Ahkirnya dia kehabisan qi setelah 2 kali lemparan. Jadi bagaimana jika dia punya banyak teknik? Semua akan percuma jika qi nya habis sebelum menggunakannya.


"Aku bahkan tidak yakin itu bisa membunuh master Ranah Tranformasi tahap 1 secara langsung atau tidak." Luye tersenyum masam.


Dia bisa memaksimalkan kekuatanya dalam bola api, tapi setelah itu dia hanya akan kelelahan kehabisan qi.


"Aku harus mencoba itu."


Luye perlahan mulai bangkit, Dia berdiri sekali lagi. Dia ahkirnya melihat tangan kirinya. Sekarang tangan kirinya di perban seperti mummy.


Dia perlahan membuka perban itu dan memperlihatkan pola merah misterius yang terdapat di punggung tangan itu. Sedikit senyum muncul di sudut mulutnya.


Dia menunjuk ke depan dengan tangan kirinya. Tiba-tiba pola itu memancarkan cahaya merah api yang sangat panas.


Bola api kecil seukuran kelereng muncul di ujung jari Luye. Meskipun bola itu kecil tapi panas yang di hasilkan bahkan lebih tinggi dari yang tadi. Sekarang tempat Luye berdiri yang awalnya adalah rumput hijau sudah menjadi tanah kering.


"Starlet Flame." dengan teriakan itu sebuah pilar api langsung terbentuk menembak ke arah depan. Itu menghancurkan semua pohon yang di lewati sampai 50 meter ke depan. Sekarang yang tadinya adalah hutan penuh pohon dan rumput menjadi jalan tanah kering seluas 5 meter.


Luye yang kelelahan terjatuh terlentang.


"Dengan kekuatan seperti itu, itu seharusnya bisa membunuh master Tranformasi tahap 3 biasa." Selama mungsu tidak punya pertahanan atau metode penyelamat hidup tertentu. Jika terkena 'Starlet Flame' Luye yakin mereka bisa mati.


Starlet Flame adalah teknik bawahan dari kultivasi jadi dia tidak butuh qi untuk mengaktifkannya. Namun masalahnya adalah itu butuh di isi kembali sebelum di gunakan lagi.


Jadi dia hanya bisa melakukannya sekali saat di pertarungan. Untuk mengisi Starlet Flame itu akan di isi secara alami dengan aura di udara. Jadi yang dia butukan adalah waktu.


Dan juga semakin kuat Starlet Flame maka semakin lama mengisinya. Sekarang Starlet Flame Luye hanya berada di level 1 paling dia butuh 1 hari untuk mengisi.


"Meskipun itu baru level 1 kekuatan serang sudah seperti Master Tranformasi tahap 3." Gumam Luye, tidak heran jika Hangwe mengatakan kalo leluhurnya adalah yang terkuat di antara master Tranformasi tahap 5.


Karena sangat kelelahan dia merasa ngantuk dan tidur begitu saja.

__ADS_1


__ADS_2