Berenkarnasi Di Dunia Kultivasi

Berenkarnasi Di Dunia Kultivasi
bab44


__ADS_3

Di hutan yang di penuhi pohon.


Sebuah lingkaran besar berdiameter 20 meter berdiri vertikal di udara, itu melayang seperti membentuk pusaran yang menakutkan. Lingkaran itu berwarna hitam yang sangat mengerikan. Kekuatan hisap misterius menyebabkan ruangan di sekitar ruangan itu sedikit melengkun. Hal ini menyebabkan perasaan mengerikan di hati orang-orang.


Banyak orang mengantri membentuk 3 garis panjang sampai kebelakang. Luye dan Nan Cun berada di antara orang-orang itu.


Luye menatap Nan Cun dan bertanya."Apa ini yang di lakukan 3 keluarga besar?"


"Benar, mereka akan mencatat semua orang yang masuk, dan akan mengambil bagian 50 persen dari keuntungan yang kita dapat dari dalam sana." jelas Nan Cun.


"Begitu ya?" Luye ahkirnya diam diam tau. Luye berpikir keluarga besar itu pasti tidak hanya akan mengambil keuntungan 50 persen. Cara ini mereka lakukan tentu saja untuk melihat apakah orang yang masuk itu mendapatkan benda berharga atau tidak, seperti gulungan tingkat rendah yang di miliki oleh Luye.


Setelah pengantrian panjang ahkirnya sampai pada giliran Luye. Luye hanya di tanya siapa namanya, lalu di lempar sebuah token giok berwarna merah. Di token itu terdapat nama keluarga Wayde.


Lalu Luye meneteskan darah ke atas token dan membuat token itu bersinar merah.


"Token ini harus anda kembalikan setelah memasuki dimensi saku ini. Itu sudah di cap dengan cap jiwa anda, jika anda mati maka token itu akan kembali sendiri." Kata penjaga itu sembari menatap keduanya.


"Baik-baik saja." Luye mengetahui sedikit tentang ke gunaan token ini.


Luye dan Nan Cun langsung berjalan ke arah portal raksasa itu. Setelah sampai dekat mereka melompat ke dalam seperti seekor katak melompat ke air. Portal itu bergelombang dan kedua pria itu langsung masuk lalu hilang entah ke mana.


Keluar dari portal lagi Luye ahkirnya terjatuh di sebuah hutan lagi. Di sini juga terdapat beberapa antrian namun tidak sepanjang di luar. Mereka yang mengantri tentu saja untuk mengembalikan token itu dan juga membagi manfaat dengan keluarga besar. Jika ada orang yang memiliki keberanian untuk menyelinap mungkin akan di buruh sampai mati. Meskipun banyak yang tidak puas dengan perlakuan para keluarga besar, namun di bawah kekuatan besar anda hanya bisa pasra.

__ADS_1


"Apa anda berniat pergi ke reruntuan?" Pria di samping Luye tiba-tiba menanyakan itu.


"Benar, apa ada masalah?" Luye menatap Nan Cun dengan penuh perhatian.


"Tidak, hanya saja...." Nan Cun seperti ingin mengatakan sesuatu.


"Katakan saja." Luye merasa kalo Nan Cun ingin mengatakan sesuatu.


Nan Cun menghela nafas ringan. "Saya sebenarnya tidak ingin ke sana, anda tau meskipun di sana mungkin banyak harta, bukan hal pasti apa anda bisa menemukannya. Selain itu jika anda mendapatkan harta bagus, apakah para keluarga besar yang seraka itu sama sekali tidak mengingin kannya?" Nan Cun berkata dengan jijik, matanya di penuhi dengan ejekan.


Ya ini adalah apa yang di pikirkan Luye sejak lama, sepertinya bukan hanya Luye yang memikirkannya. Luye menggosok dagunya, alisnya sedikit berkerut. "Apakah banyak orang berpikir seperti itu?"


Nan Cun mengangguk dengan sunggu-sunggu. "Benar maka dari itu banyak orang hanya memilih untuk menjelajah hutan saja untuk memburuh binatang iblis atau mendapatkan ramuan. Walaupun pada ahkirnya itu harus di bagi dengan keluarga itu 50 persen, paling tidak kami tidak akan mengalami lebih banyak kerugian."


Luye menganguk mengerti, karena mereka sudah tau niat keluarga besar maka lebih baik mencari sesuatu yang bernilai dan mendapatkan uang. Dari pada mereka mencoba keberuntungan untuk mendapatkan artefak yang pada ahkirnya akan di sita.


Melihat Luye yang keras kepala, Nan Cun hanya bisa pasra. "Baiklah karena anda begitu penasaran tentang reruntuan itu saya tidak akan memaksa. Kalo begitu kita akan berpisah di sini. Semoga aku dapat melihatmu lagi nanti." Nan Cun menatap Luye dengan pengertian. Awalnya dia mengajak Luye untuk berdampingan supaya dia bisa melindungi Luye. Dengan kultivasinya sekarang Nan Cun merasa Luye akan kesulitan untuk bertahan hidup. Bagaimanapun mereka adalah rekan karena memiliki mungsuh yang sama.


"Tenang saja anda dapat yakin saya tidak akan mati dengan mudah." Luye meyakinkannya. Tapi di dalam dia sedikit mengejek, 'Apa anda mengkawatirkan orang yang lebih kuat dari anda? lucu sekali!'


"Kalo begitu bagus." Nan Cun mengangguk dengan senyum. Lalu setelahnya mereka berpisa dan pergi ke satu arah masing-masing.


Luye berjalan di hutan itu dengan santai. Dia berjalan menurut arahan dari informasi yang dia terima. Luye telah membeli banyak informasi, terutama informasi di mana reruntuan itu berada.

__ADS_1


Saat melewati hutan Luye mendapati banyak sekali binatang iblis. Kekuatan mereka yang paling tinggi setingkat dengan Tranformasi tahap 5. Kalopun ada tingkatan di atas tahap 5 mereka sangat jarang. Paling hanya beberpa tingkat 6 dan 7.


Setelah berjalan hampir 5 jam Luye cuma menemui 1 tahap 7. Jika itu adalah Nan Cun mungkin dia akan kabur, berharap bisa selamat. Tapi karena itu Luye, dia hanya melemparkan 1 bola api dan menghancurkannya menjadi abu.


Meskipun hanya beberapa binatang iblis tingkat rendah. Tapi itu cukup berharga untuk kulivator. Jika binatang memiliki kekuatan, maka mereka berbeda dari binatang lain. Artinya setiap dagingnya memiliki qi. Jadi ini sangat bagus untuk seorang kulivator, tapi tentu saja itu sudah memiliki efek terhadap Luye.


"Apakah ini yang di maksud dengan reruntuan kuno itu." Luye menatap takjuk ke arah banyak bangunan yang ada di sana, dan banyak fila-fila dan rumah-rumah besar. Ini seperti bangunan keluarga Vale, tapi dengan gaya yang berbeda dan area yang lebih luas. "Ini sebuah Sekte?"


Lalu di tempat sekitar 1 kilo dari Luye berdiri. Dia melihat kubah besar yang terbentuk dari energi yang berwarnah hitam. Itu seperti mangkuk hitam raksasa yang menutupi area di dalam. Luye juga dapat melihat dengan samar seperti apa bangunan di dalam, karena kubah itu transparan. "Apa itu yang di katakan aray pelindung lapisan ke 2 yang belum bisa di patakan?"


Luye sangat penasaran tentang hal ini. Namun tiba-tiba Luye sangat terkejut. Dia mengangkat alisnya dan melihat sekeliling.


Di seluruh area reruntuan yang Luas, Luye dapat melihat banyak batu berceceran. Ada batu yang sebesar tangan, Namun juga ada yang sebesar gunung kecil. Ukuran batu-batu itu sangat berfariasi. Banyak rumah dan fila yang hancur karena batu-batu itu. Seakan batu itu tiba-tiba muncul dari tempat yang tidak terduga.


Melihat hal ini Luye malah menjadi sangat kesal. Dia mulai berteriak dan mengutuk. "Dasar bodoh kau pak tua sialan, anda benar-benar menipu saya!"


Batu yang di lihat Luye adalah batu kristal hitam yang dapat meningkatkan kekuatannya. Namun yang membuat Luye bingung adalah batu itu ada di mana-mana seperti itu bukan hal yang berharga.


Saat Luye meminta informasi tentang batu itu ke pak tua itu. Dia mengatakan kalo hal itu adalah sesuatu yang sangat langka yang di dapat di tambang misterius. Mendengar ini Luye langsung merasa senang bisa memiliki selusin, dia merasa harga 9 ribu itu bukan apa-apa.


Namun setelah melihat ini Luye yakin kalo batu itu bahkan tidak akan di hargai 10 koin emas. Sepertinya batu itu hanya memiliki efek pada Luye, tidak heran jika itu tidak di tambang. Dan orang yang mengambil itu pun karena berpikir kalo batu kristal hitam itu cukup indah untuk assesoris. Tapi karena yang memasuki semua dimensi saku adalah seorang kulivator, lalu untuk apa assesoris.


Hanya orang-orang bodoh yang mengambil itu. Kalo tidak karena mereka penasaran dan ingin di teliti. seperti yang di lakukan kepala bandit itu, dia hanya mengambil 1 dengan ukuran kecil sebagai sempel.

__ADS_1


Mengingat ini Luye sedikit santai. Karena benda itu tidak berharga bagi orang lain itu artinya semua yang ada di sini adalah miliknya.


"Tapi kenapa hanya aku yang bisa memanfaatkannya? batu apa itu?" Meskipun Luye senang namun dia masih bertanya-tanya.


__ADS_2