Berenkarnasi Di Dunia Kultivasi

Berenkarnasi Di Dunia Kultivasi
bab20


__ADS_3

Di ruangan yang cukup Luas dengan banyak cahaya lampu yang menerangi. Sebuah kolam air panas besar berada di tengah-tengah ruangan. Beberapa kelopak bunga terapung di kolam, aroma wangi menyebar keseluruh ruangan.


Luye bersandar di sisi kolam dengan sangat nyaman. Matanya terpejam menikmati air panas yang menyapu setiap inci kulitnya.


"tok,tok." Tiba-tiba pintu kamar itu di ketuk membuat Luye terkejut.


"Siapa?"


"Ini saya tuan muda, saya membawahkan handuk dan sabun untuk tuan." Suara pelayan itu terdengar dari balik pintu.


"Masuk aku tidak menguncinya."


"Baik." Pelayan itu segera masuk. Namun yang membuat Luye terkejut adalah dia membawah beberapa gadis muda di belakangnya. Mereka semua adalah kecantikan yang luar biasa.


Para gadis itu hanya menggunakan pakaian dalam. Mereka memamerkan lekuk tubuh indah mereka. Buah-buah surgawi yang tertutup kain tipis benar-benar membangkitkan hasrat seorang pria. Perut yang langsing dan halus membawah keindahan, itu memancarkan perasaan suci dan tak tergoyakan.


Melihat ini Luye hanya tersenyum masam. 'Kakek tua itu benar-benar tau bagaimana menghargai tamu'.


"Tuan muda saya akan menggosok punggung anda." Pelayan wanita Tranformasi tahap 5 itu juga memakai pakaian yang sama. Tubuhnya seputih giok, semurni salju, tidak kalah dari gadis-gadis mudah itu. Namun berbeda dari gadis-gadis muda yang memancarkan aura yang murni dan murni, palayan itu memancarkan sosok wanita dewasa.


Melihat pemandangan musim semi ini Luye sedikit menelan ludah. Jantungnya berdetak lebih cepat membuat membuat luye kecil sedikit bersemangat. Dia menghela nafas dalam-dalam untuk menengkan diri. "Baiklah lakukan sesukamu."


Lagipula kalo anda menolak, anda bisa melupakan menjadi seorang pria, Luye juga bukan kasim.


Melihat wajah tampan Luye, otot-otot indah yang seperti di pahat dari batu giok, seperti melihat karya seni yang memukau. Para gadis itu tersipu malu. Mereka menundukan kepala dengan wajah semerah tomat. Beberapa menatap Luye dengan gugup.


5 gadis muda masih berdiri di sisi kolam dengan ragu-ragu. Wanita pelayan itu tidak memperhatikan para gadis, langsung masuk ke dalam kolam tiba di belakang punggung Luye.


Dia mengambil sampo dan sabun lalu menggosok setiap inci kulit Luye dengan tangan lembut dan seputih salju. Menggosok otot-otot Luye pelayan itu juga menjadi tidak tenang, dia bernafas dengan kasar yang menyebabkan nafas hangat di belakang telinga Luye. Hal ini menyebakan Luye merasakan sensasi geli namun nikmat. Seperti ada aliran listrik yang merangsang saraf-sarafnya.

__ADS_1


Dia sengaja!


Tiba-tiba Luye melirik ke arah 5 gadis yang berdiri di sisi kolam. Mereka ekpresi wajah yang gugup dan tegang. "siapa mereka?"


Pelayan wanita itu berhenti mengosok. Dia menatap para gadis itu dengan mata yang jernih, yang membuat mereka ketakutan. "Mereka di kirim untuk menyenangkan anda, tuan."


Mendengar itu para gadis itu malah menjadi lebih gugup. Mereka menatap Luye dengan ekpresi ketakutan. Melihat kegugupan mereka Luye menjadi tidak nyaman. "Biarkan saja mereka pergi."


Perkataan Luye membuat para gadis itu terkejut. Ekpresi lega tergambar di wajah mereka.


Pelayan itu melaksanakan perinta Luye tampa memprotes. Para gadis itu ahkirnya pergi.


"Apa kau tidak ikut pergi?" Luye melirik pelayan wanita di belakangnya.


Pelayan yang selalu berwajah dingin itu tersenyum sangat langka. "Saya adalab pelayan pribadi anda mulai sekarang."


"Ara, apa anda sangat bersemangat?" Merasakan tongkat keras Luye menusuknya dari bawah, pelayan itu berseru kaget. Lalu dia bergeser duduk di paha Luye dan memegang benda keras itu tampa malu-malu.


"Bukankah itu salahmu?" Luye berkata dengan susah paya karena miliknya di pegang.


Pelayan itu mulai menggerakan tangannya dengan halus. Luye tidak tau harus berkata apa dia hanya bisa menghela nafas dan menikmatinya.


"Benar, mulai sekarang saya adalah pelayan pribadi anda." Dia berkata tampa berniat menghentikan gerakan tangannya.


Luye dengan terpaksa menghentikan gerakan tangan itu. "Tunggu biarkan aku berpikir."


Dengan simulasi gerakan tangan, membuat Luye benar-benar tidak bisa berpikir jernih. Pelayan itu menghentikan gerakannya, namun sepertinya dia tidak berniat melepaskan. Luye hanya bisa pasra, bagaimanpun pihak lain di ranah Tranformasi tahap 5. Tapi dia tetap menggerakannya meski sangat lambat.


Setelah bisa berpikir jernih Luye bertanya. "Anda adalah Tranformasi tahap 5, tidak masuk akal untuk menjadi seorang pelayan, apa pria tua itu yang mengirimmu?"

__ADS_1


Melihat Luye memanggil Xiaoxun dengan Pria tua membuat pelayan itu terkejut. "Apa anda benar-benar memanggilnya seperti itu?"


"Hey bukan itu pertanyaanku." "prakk." Luye memukul bokong gemuk itu, yang menyebabkan pelayan mengerang.


"Tunggu kenapa anda seperti ini? Apa ini sebenarnya sifat asli anda?" Luye merasa tidak percaya. Kesan pertama Luye tentang pelayan ini adalah cantik , menggoda tapi dingin. Namun sekarang pendapat itu benar-benar berubah.


'Dia hanya orang mesum' teriak Luye dalam hati. Sambil melirik adik kecilnya di bawah yang sejak tadi di terkam. 'Apakah itu masih baik-baik saja? Apa itu akan kehabisan nafas?'. Dia merasa kawatir benda masa depannya di buat mainan.


Luye hanya bisa tersenyum masam.


"Hehe, sifat asli? mungkin ini karena kamu! Setelah melihat wajah tampanmu aku jadi bersemangat untuk menjadi budakmu! Karena saya menjadi pelayanmu di masa depan kita harus meningkatkan hubungan kita." Dia berbicara penuh semangat sambil memegang tongkat daging itu.


Ada yang salah dengan pikiran wanita ini?


"Tidak bisakah anda serius sedikit?" Luye merasa putus asa.


Pelayan itu ahkirnya melepaskan tangannya. Dia menatap Luye dengan wajah serius. "Benar Xiaoxun yang mengirimku, tapi aku yang memintanya."


Setelah berbicara serius dia melepaskan bh merahnya dan memperlihatkan dua buah gunung seputih salju dengan puncak merah muda seperti bunga plum. Dia bersandar di dada Luye, mengambil tangan besar Luye dan menekannya di salah satu puncak.


Luye hanya merasakan perasaan lembut dan elaktis yang membuatnya bersemangat. Api nafsu dalam dirinya segera terbakar. Bahkan Luye kecil terlihat lebih marah kali ini. Melihat Luye kecil marah pelayan itu menggenggamnya kembali.


Merasakan kelembutan di telapak tangannya dan benjolan kecil seperti kelereng. Luye menghela nafas, seperti dia telah memahami sifat pelayan ini. Dia hanya bisa dengan pasra memainkan benda lembut itu.


"Jadi siapa namamu?" Sambil memainkan benda lembut di telapak tangannya, Luye juga menggigit telinga munyil di depannya.


Pelayan itu mengerang, nafasnya bertambah cepat. "Ah, a...aku Qi...Qin Long."


"Qin Long?"

__ADS_1


__ADS_2