
Mereka sudah tidak memperhatikan Luye lagi. Namun tatapan Yu Sang masih menatap Luye dengan kemarahan, seakan dia akan meledak kapan saja. Luye juga tidak memperdulikan tatapan itu.
"Lalu siapa yang akan membawah pita ini?" Ling Noer bertanya sambil menatap Gain Yun. Semuanya juga menatap Gain Yun dengan seksama.
Gain Yun merasa binging, tiba-tiba dia menatap Luye yang berada di sana. "Kita akan memprioritaskan yang terlemah, mungkin adik Luye ini akan saya beri 1."
Di panggil adik Luye hampir batuk darah. Tapi setidaknya Luye memiliki pendapat yang baik untuk gadis ini. Tiba-tiba dia mengingat Ling Noer, dalam bayangannya dia membayangkan bahwa Ling Noer adalah sesosok iblis dengan tanduk merah, dan Gain Yun adalah maliaikat yang suci dan baik. Lalu dia tidak sengaja membayangkan Qin Long sebagai seorang succubus penggoda yang membawah cambuk.
Luye menggelangkan kepalanya dan mengusir semua pikiran acak itu.
"Kamu tidak perlu kawatir, bocah kecil ini bahkan lebih sulit untuk di bunuh dari pada kecoa." Ling Noer berkata sambil melambaikan tangan. Kemudian berbalik melihat Luye. Tatapannya seperti mengatakan 'Dia bisa mati! Kenapa anda repot-repot untuk melindunginya?'
Gain Yun tidak bisa berkata apa-apa. Dia menatap Ling Noer seperti melihat orang jahat. 'Bukankah itu orang yang anda bawah? Kenapa kalian terlihat bermungsuhan?'
Luye juga ikut menatap Ling Noer dengan wajah ketakutan. Dia memerankan peran sebagai yang teraniaya di sini. Tapi di hatinya dia merasa sangat kesal 'Sejak kapan gadis itu berani memanggilku bocah kecil?'
"Jangan menatapku seperti itu, aku mengatakan yang sebenarnya!" Melihat tatapan Gain Yun, Ling Noer merasa dia adalah antagonis di cerita ini. Di tuduh sebagai penjahat membuat gadis itu tidak nyaman.
Luye memulikan ekpresi biasanya dan melambaikan. "Apa yang di katakan tuan putri itu benar, saya tidak akan terbunuh dengan mudah."
Melihat tanggapan Luye, Gain Yun menatapnya dengan ingin tau, dia bertanya-tanya hal apa yang membuat Luye begitu percaya diri. Qin Long merasa sedikit kawatir, namun segera dia mengingat kalo Luye adalah yang di pilih Xiaoxun, jadi dia sedikit lebih tenang.
"Kalo begitu tidak perlu menunda lagi, berikan saja pita itu pada saya dan ketiga tuan putri." Yu Sang berkata dengan acuh-takacuh, dia mengagap dirinya adalah yang terbaik untuk melindungi para tuan putri. Namun sedikit senyum jahat muncul di wajahnya.
Bagaimanapun yang lain tidak kebaratan karena Yu Sang adalah yang terkuat di sini.
Saat ini , sekelompok 7 orang sudah berjalan di hutan. Mereka melewati lautan pepohonan dengan tenang. Sesekali seekor binatang yang tidak kenal takut meyerang. Namun binatang-binatang malang itu hanya berahkir di perut mereka.
Saat malam tiba mereka akan tidur di bawah pohon atau di atas batu dan seorang akan berjaga bergantian.
__ADS_1
Sudah 3 hari berlalu perjalanan, saat ini malam yang dingin menyelimuti area sekitar. Ling Noer yang tidur di atas batu menggigil dan menarik selimutnya. Luye hanya duduk di atas batu kecil sambil menghangatkan badan di depan api unggun.
Hembusan angin kecil menyapu api itu, membuatnya menari-nari. Luye menatap ke arah langit gelap. Di arah bintang-bintang yang bersinar di langit malam.
"Apakah salah satu bintang di luar sana adalah matahari yang menyinari bumi?" gumamnya pelan. Dia mengingat dunia nya yang dulu. Namun tidak ada hal bahagia yang dapat di ingat di dunia sana. Tiba-tiba dia mengingat Qin Long.
Luye awalnya ingin memperlakukan Qin Long seperti pelayan biasa. Menikmati tubuhnya, dan Qin Long akan mematuhi perintahnya. Namun Qin Long tidak bertindak seperti seorang pelayan biasa, dia melakukan apapun yang dia suka.
Luye tidak merasa keberatan akan hal itu, karena apapun yang di lakukan Qin Long itu di dasari karena dia sangat menyukai Luye. Dia memperlakukan Luye dengan perhatian, kelembut dan ketulusan. Namun apakah hati kecil Luye bisa menanggung perlakuan ini?
Ya, hal ini membuat Luye tampa sadar mengembangkan rasa kepada Qin Long. Jika itu Luye yang dulu, bahkan setelah berhubungan dengan wanita, tidak ada masalah besar jika dia membunuhnya. Namun Qin Long telah sedikit merubahnya, hatinya yang dulu sedingin es sekarang sedikit mencair.
Meskipun Luye sangat asing dalam konsep cinta, dan bahkan dia akan bertingkah aneh seperti bukan dirinya. Dia bahkan menganggap jika itu adalah penyakit langka yang hadir saat dia bertemu Qin Long.
Namun apapun itu Luye hanya memahami satu hal, dia tidak sendirian di dunia ini, tidak seperti saat dia di dunia sebelumnya. Dia sekarang memiliki orang yang berharga baginya, orang yang ingin dia lindungi, orang yang ingin dia buat bahagia.
Tapi Luye tidak berubah, dia masih Luye yang dulu. Bedahnya sekarang ada Qin Long di hatinya.
Luye selalu membedakan manusia menjadi 2 kelompok. Yaitu mungsuh dan teman.
Tapi setelah di hianati oleh cesar itu berubah menjadi 1 yaitu mungsuh. Tidak ada lagi yang namanya teman, semua adalah mungsu yang patut di waspadahi. Sedangkan kenapa dia mempercayai Xioaxun? tentu saja itu kerena Xiaoxun kuat, kalo dia benar-benar ingin membunuhnya dia bisa melakukannya kapan saja.
Mengingat Xiaoxun membuat Luye menghela nafas. Meski kakek tua itu sudah membantunya, namun pikiranya sangat tidak masuk akal. Luye tau kalo keluarga besar pasti akan mengirim master Spiritual secara diam-diam. Namun apakah kospirasi seterang bulan purnama itu tidak di ketahui oleh kepala tua itu?
Saat Luye sedang berpikir tentang Pria tua itu. Tiba-tiba tangan ramping melingkari lehernya dari belakang. Dia merasa ada dua benda lembut dan elaktis yang menekan punggungnya. Aroma tidak asing meyebar di sekitar Luye, dia dapat menebak siapa itu. "Apa kamu tidak tidur?"
Qin Long tidak menjawab, dia langsung berjalan dan duduk di sebelah Luye. Tangannya secara tidak sadar langsung memegang adik kecil Luye yang membuat itu sedikit keras sehingga dia bertanya "Oh apa anda sedang memikirkan saya?"
Luye bagaimanapun membiarkannya, bisa di bilang setelah lama bergaul lama dengan Qin Long Luye juga ketularan hobi yang sama. Mereka secara perlahan menjadi pasangan cabul.
__ADS_1
Mungkin ini karena Luye merasa nyaman dengan Qin Long. Jika itu gadis lain, Luye mungkin tidak akan bisa melakukannya.
Luye perlahan melingkarkan tangannya di punggung Qin Long dan merahi bukit tinggi itu. Lalu dia berkata dengan jujur. "Aku sedang memikirkan Xiaoxun."
Tiba-tiba Luye merasakan adik laki-lakinya di tekan keras yang membuatnya berkeringat dingin. Qin Long berkata dengan marah. "Seharusnya dalam keadaan seperti ini anda mengatakan 'Benar aku sedang memikirkanmu!'"
"Baiklah aku minta maaf tolong perlakukan itu dengan baik!" Luye berkata dengan nada menyedikan. Tentu saja dia tau nada marah itu hanya bohongan. Namun mereka sangat menikmati bermain-main seperti ini.
Melihat Luye seperti ini membuat Qin Long sangat senang. Dia secara perlahan melepaskan adik laki-laki Luye dan berkata sambil tersenyum. "Baiklah, jika terjadi sesuatu pada adik laki-lakimu siapa yang akan memuaskan saya."
"Terima kasih nona yang manis, ini merupakan berkah bagi saya." Luye menarik Qin Long lebih dekat dan mencium keningnya.
Qin Long tiba-tiba mendekat ketelinga Luye. Dia meniup telinga Luye dan berkata. "Sudah 3 hari kita tidak melakukannya apa anda tidak menginginkannya?"
Luye sedikit bereaksi saat nafas panas itu mengenai telinganya. Tapi dia melihat sekeliling dan menemukan banyak orang yang tertidur di sekitarnya. Luye langsung memukul pantat penuh Qin Long yang membuatnya mengerang. "Jangan pikirkan itu bodoh."
'Kalo aku pergi siapa yang akan berjaga? Selain itu apa anda telah menelan semacam Afrodisiak atau apa?'
"Baiklah." Tau kalo Luye tidak menyetujuinya Qin Long sedikit sedih.
Melihat wajah sedih Qin Long, Luye merasa sakit. Dia dengan susah payah berkata. "Ku, ku dengar di depan ada desa."
Mendengar ini Qin Long merasa senang dan bersandar di bahu Luye. "Apa anda memikirkan sesuatu?"
Luye menatap Langit malam dan bergumam. "Humm, jika ada dunia lain di atas sana bagaimana menurutmu?"
Luye menunjuk ke arah langit.
Dan sepanjang malam mereka berbincang sambil di bawah kilau bintang-bintang.
__ADS_1