Berenkarnasi Di Dunia Kultivasi

Berenkarnasi Di Dunia Kultivasi
bab15


__ADS_3

Luye benar-benar tidak tau siapa pihak lain. Dia hanya bisa menyelidikinya.


"Apa yang kamu inginkan dari ku?" Sambil memegangi luka di bahunya Luye bertanya dengan tenang.


"Bukankah aku sudah mengtakan padamu aku hanya menginginkan hidupmu!" Gadis itu berkata dengan tidak sabar. Sambil manarik pedangnya perlahan lapisan-lapisan bunga es muncul di bilahnya. Suhu di udara turun drastis yang membuat Luye kedinginan.


Mendengar balasan ini Luye menjadi tau apa motiv pihak lain. Alasan dari manusia membunuh adalah satu karena mangfaat, kedua adalah dendam.


Jadi Luye tau motiv pihak lain adalah poin kedua. Lagipula tidak ada benda berharga yang di milikinya. Paling berharga adalah metode kultivasi.


Akan tetapi jika melihat pihak lain mencapai ranah itu di usia muda. Itu sudah menjelaskan kalo gadis itu memiliki latar belakang tertentu. Setidaknya itu setingkat keluarga Lue di kota Dam. Jadi metode kultivasi yang di miliki Luye seharusnya tidak lebih dari sampah di hadapannya.


Tapi apakah aku pernah menemuinya?


Karena tidak bisa mengidetifikasi identitas lawannya. Luye hanya bisa menferivikasi tujuannya dulu. Dia berbatuk ringan dan menatap gadis itu dengan tenang. "Anda tidak bisa melakukan ini, bagaimanapun tidak ada dendam di antara kita, jadi tidak ada alasan untuk anda membunuh saya."


Melihat ketenangan Luye gadis itu merasa tidak percaya. Namun karena kata-kata Luye seperti takut padanya dia merasa sangat puas. "Apa aku butuh alasan untuk membunuh tikus di jalan?"


Gadis itu mulai menakut-nakuti Luye. Ketika Luye menggodanya bahkan melemparkan tatapan mesum padanya membuatnya marah. Namun melihat Luye tidak berdaya, berada di genggamannya membuat dia sangat puas. Perasaan balas dendam benar-benar membuat gadis itu terlenah.


Jadi benar itu adalah dendam! Tapi satu-satunya gadis yang membencinya hanyalah gadis resepsionis itu! Apakah dia ibunya? Tidak mungkin, dia terlihat masih muda! Pasti kakaknya!


Saat Luye tenggelam dalam pikirannya gadis itu mulai tidak sabar. "Tidak perlu banyak omong kosong lagi, matilah."


Gadis itu melesat ke arah Luye sambil menggunakan pedang yang berlapis es tipis. Dia mulai dengan tebasan keras ke kepala Luye. Luye tidak diam saja, menggunakan pedang yang sudah patah dia menangkis serangan itu.


Serangkaian serangan di lakukan oleh gadis itu. Luye terus menangkisnya tidak membiarkan itu mengenainya. Melihat keahlian pedang Luye yang cukup tinggi. Gadis itu memanfaatkan kelengahan Luye untuk meninju perutnya dengan tangannya yang munyil.


Luye melihat serangan ini tapi dia tidak menghindarinya. Luye terlempar 10 meter jauhnya. Beberapa organ sepertinya terluka, yang membuat dia memuntakan seteguk darah. Darah merah mengalir keluar dari sudut mulutnya.


Luye berbatuk beberapa kali menbuat darah merah berhamburan. Setelah itu dia mengangkat kedua tangannya. "Aku menyerah, saya akan memberikan harta itu padamu, jadi tolong lepaskan aku."


Kata-kata Luye mengandung ke sedihan dan pasrah.

__ADS_1


Di bawah kerudung hitam itu mulut gadis itu muncul dengan senyum.


Apa ini yang di katakan kakek mengerikan? Dia hanya bocah bodoh biasa! Bagaimana bisa mengancam keluarga Vale?


Tunggu harta? Apa dia menganggap aku menghadangnya karena harta? Apa dia punya sesuatu yang baik?


Jadi gadis itu mulai berlagak seperti seorang bandit yang merampok warga. Dia mengulurkan tangan mungilnya ke depan. "Baiklah serahkan harta itu padaku, kalau tidak...."


Dia memberi isyarat dengan tangannya mengiris ke lehernya dengan wajah seram.


"Ba...baik." Luye perlahan menggelda kantung coklat di bawah jubahnya. Melihat wajah Luye yang ketakutan gadis itu merasa sangat puas.


Lalu sebuah benda hitam di lempar ke arah gadis itu. Gadis itu menangkap nya dengan sigap. Setelah melihat benda apa itu, itu hanya sebuah buku dengan judul 'Teknik berpedang'.


Setelah melirik lagi ke arah Luye berdiri sebelumnya, ternyata dia sudah lari jauh kesana. "Sial dia cuma mengulur waktu."


Melihat Luye menipunya membuat gadis itu menjadi marah dan marah. Dia seperti akan memuntakan seteguk darah karena di bodohi oleh Luye.


Gadis itu membuang buku itu dan mengejar Luye. Gerakannya cukup cepat, Luye hampir terkejar.


Sudut mulut Luye muncul dengan senyum. Dia langsung mengunakan teknik akrobatik, memanfaatkan tembok di gang untuk melakukan Flip kebelakang.


Di udara dia melemparkan buku hitam besar dan mengenai wajah gadis itu. Hal ini membuat Gadis itu kaget dan mundur satu langka ke belakang. Melihat wajahnya yang cantik di lempar buku besar, amarah di wajah gadis itu bahkan lebih besar dari sebelumnya.


Baru kali ini ada orang yang mempermalukan dirinya sampai ke tingkat ini.


Luye di sisi lain hanya menyeringai menatap gadis itu, yang membuat gadis itu merasa tidak nyaman.


"Kena kau." Luye mengangkat tangannya dan tiba-tiba 16 bola api seukuran kepala muncul di atasnya.


Melihat bola api itu gadis itu tidak berniat menghindar. Dia bisa merasakan kalo bola api itu tidak terlalu berbahaya.


"Fireboal." Dengan teriakan Luye bola api itu meluncur seperti anak panah. Anehnya tidak satupun dari bola api itu mengenai gadis itu.

__ADS_1


Tatapan mengejek muncul di wajah gadis itu. 'Bahkan dia tidak bisa mengarakan serangannya! Kakek benar-benar berlebihan dalam menilai dirinya'


Tiba-tiba teriakan-teriakan terdengar di belakang gadis itu. "Api...!"


Setelah berbalik dia hanya menemukan banyak toko dan kios sekarang terbakar oleh api. Dia sekarang sadar kalo mereka sedang di daerah pasar. Orang-orang mencari air dan berusaha untuk memadamkan itu.


Meskipun beberapa toko sudah hangus dan tidak menyisakan apapun. Akan tetapi tidak ada orang yang mati. Ini karena Luye berfokus pada memperbanyak jumlah bola api sehingga kerusakannya menjadi sedikit.


Bahkan jika orang biasa terkena bola api secara langsung, mungkin itu hanya akan membakar bajunya. Namun di pasar ini terdapat banyak benda yang mudah terbakar. Jadi itu terbakar dengan mudah.


"Itu mereka, seorang ahli beladiri, mereka yang melemparkan bola api." Seorang pria parubaya kurus berteriak menunjuk ke arah Luye dan gadis assasin itu. Pria itu memancarkan aura Tranformasi tahap 1.


Mendengar apa yang di katakan pria itu, orang-orang mulai menatap ke keduanya. Mereka mengelilingi Luye dan gadis itu. Terutama mereka yang tokonya hangus terbakar, jejak kemarahan muncul di matanya.


Banyak orang biasa yang berada di sana. Namun mereka seperti tidak takut dengan Luye dan Gadis itu. Mereka berteriak-teriak meminta pertanggung jawaban.


Di teriaki banyak orang gadis itu menjadi ciut. Luye di sisi lain hanya tersenyum tenang. Seorang kakek tua yang menjaga perpustakaan juga berada di antara kerumunan. Dia menatap Luye dan gadis itu, kemudian tersenyum sambil menggelengkan kepala.


Luye hanya bisa menggunakan metode ini untuk membuat gadis itu berhenti mengejarnya. Setelah melihat kultivasi dari pihak lain di usia muda. Luye dapat menyimpulkan bahwa gadis itu memiliki latar belakang tertentu.


Meskipun dia tidak berhasil menyimpulkan identitas pihak lain. Tapi setidaknya dia dapat melihat pihak lain memiliki identitas yang tidak biasa.


Jadi Luye tidak akan cukup bodoh untuk menggunakan 'Starlet Fleme' dan membunuh pihak lain dalam 1 gerakan. Jika dia melakukan itu, maka sama saja Dia menmancing harimau untuk memakannya.


Dia tidak ingin hal merepotkan seperti yang terjadi pada film-film di dunia sebelumnya terjadi padanya. Ketika anda membunuh anak kecil, maka yang lebih besar akan muncul untuk membalas dendam.


Hal seperti itu benar-benar merepotkan!


Jadi dengan memancing kemarahan publik dia yakin gadis itu tidak akan berani bertindak. Terutama kota ini di lindungi oleh Keluarga Wayde.


Bahkan di luar kota para bandit tidak berani keluar!


Apa gadis itu akan cukup berani untuk mengacau di dalam kota?

__ADS_1


Dan jika para patroli keluarga Wayde yang menjaga ketertiban kota Longxuan datang, Dia hanya perlu menjatukan semua kesalahan pada gadis kecil ini.


"Hehe," sudut mulut Luye sedikit terangkat yang membentuk seringai menyeramkan.


__ADS_2