Berenkarnasi Di Dunia Kultivasi

Berenkarnasi Di Dunia Kultivasi
bab47


__ADS_3

"Ada apa ini." Luye sekarang sedang berjalan menuju ke lapisan pertama. Jalannya sangat lambat, dia seperti sangat kesulitan untuk menggerakan kaki. Dia memiliki perasaan sedang berjalan di atas lumpur.


Setelah memasuki lapisan kedua dia tidak menemukan sesuatu yang aneh. Bedanya tidak ada bangunan di sini. Semua sudah hancur di ganti dengan banyak gunung-gunung batu kristal hitam.


Berbeda dengan batu kristal di area pertama. Di sini batu kristal itu seperti memiliki energi yang lebih besar sehingga memancarkan kekuatan misterius. Kekuatan misterius itu membuat ruangan di sekitar sedikit membeku. Hal ini menyebabkan pergerakan Luye benar-benar di batasi.


Untung saja semua formasi array jebakan sudah hancur karena tertabrak oleh gunung-gunung kristal tersebut. Tapi Luye tidak menyerah dan terus berjalan menuju kedepan.


"Jadi begitu?" Luye tiba-tiba memahami sesuatu. Dia mulai mengedarkan qi nya dan menyelimuti seluruh tubuhnya. Seperti ruangan di sekitar memiliki keterkaitan dengan Luye, itu sudah tidak lagi terlalu membebaninya.


Luye mulai berjalan sambil mengedarkan qi nya. Semakin lama dia berjalan, dia semakin memahami aturan ruang di sini. Pemahamannya tentang ruang menjadi lebih dalam.


"Vortek Doamain." Luye berkata.dengan suara rendah. Tiba-tiba ruangan di sekitar Luye dengan radius 50 meter sedikit membeku. Lapisan-lapisan api hitam juga terbang dengan bebas di seluruh domain Luye.


Dengan tekanan secara terus menerus Luye ahkirnya dapat memahami seperti apa hukum ruang yang ada di sekitar sini. Dia menciptakan sebuah teknik ruang versi dia sendiri yang di selimuti api hitam.


Sekarang dia berjalan lagi menujuh ke pusat lapisan ke tiga. Dia masih mempertahankan Vortek domain yang dia miliki, dengan begitu tekanan ruang beku sangat berkurang. Akan tetapi semakin Luye ke dalam tekanan ruang yang membeku semakin tinggi. Hingga pada tahap itu bisa menghancurkan master di ranah puncak Nascent Soul.


Tapi karena Luye sedikit memahami aturan ruang, dia masih bisa bertahan. Hal ini juga membuat ternik baru itu semakin di perkuat secara bertahap.


Namun Luye tiba-tiba berhenti berjalan. Wajahnya pucat, darah keluar dari sudut mulutnya. Dia berbatuk dan mengeluarkan seteguk dara segar.


"Krak, krak." Suara-suara retakan terdengar sangat jelas.


"Sial!" Wajah Luye menjadi gelap. Melihat ke sumber suara, Luye dapat melihat domain Vorteknya yang telah dia bangun dan di perkuat sejak tadi mulai retak.

__ADS_1


Domain Vortek Luye benar-benar menjadi sangat kuat. Radiusnya sekarang mencapai 300 meter, dan memiliki konsep yang sama seperti di reruntuan ini. yaitu semakin dekat dengan Luye efeknya akan menjadi lebih besar. Dengan. domain vortek ini, Luye yakin kekuatannya setingkat dengan master ranah Tranformasi tahap 5. Meskipun Luye belum berhasil menerobos, akan tetapi kekuatannya benar-benar meningkat pesat.


Teknik baru luye ini bisa di keluarkan kapan saja tapi bedanya itu tidak boleh rusak. Jika domain vorteknya hancur maka Luye harus membuat yang baru, dan butuh waktu lama untuk memperkuatnya. Dan tentu saja akan ada harga untuk itu.


Jadi bagaimana Luye membiarkan itu hancur begitu saja. Dengan berat hati Luye menarik domain Vorteknya kembali. Tapi itu menyebabkan tekanan luar biasa turun seperti ombak besar.


"Si, sial, apa aku akan mati di sini hanya karena penasaran ingin melihat apa yang ada di sana." Luye menggertakan giginya. Dia berteriak keras keras merasa kesakitan.


"Ahhh." Luye berlutut di tanah, seluruh tubuhnya begetar dari waktu ke waktu. Darah merah keluar dari kelopak matanya dan telinga, mengalir seperti air.


Luye merasakan sakit yang luar biasa. Seakan setiap inci dagingnya telah di cabik-cabik binatang buas.


Luye seperti akan meledak kapan saja. Setelah tidak dapat menahan tekanan yang menyakitkan itu. Luye menjadi tersungkur dan jatuh ke tanah. Siksaan itu berlangsung selama 5 menit, setelah banyak darah berceceran di sekitar Luye menyebabkan genangan besar.


"Ah mungkin ini sudah berahkir, apakah aku akan berenkarnasi lagi?" Gumam Luye merasa gagal. Karena terlalu tergoda oleh nafsu keinginnannya, luye ahkirnya berahkir menyedikan.


"Sepertinya ini akan berahkir." Luye seperti merasakan perasaan masa lalu. Seperti ini adalah nostalgia saat dia mulai di bunuh Cesar. Perasaan hidup sudah di ujung tanduk dan akan segera berahkir mungkin akan membuat orang lain panik. Tapi Luye sudah pernah mengalami hal yang sama. Jadi dia relatif tenang dan santai. Lalu secara perlahan menutup mata.


Tetapi sebelum Luye benar-benar mati, sebuah siluet cahaya hitam meluncur ke arah Luye. Itu langsung membentuk lapisan gelembung hitam dan mengurung Luye di dalam.


Setelah berada di dalam tekanan ruang yang luar biasa benar-benar hilang. Secara perlahan Luye membuka mata lagi.


'Apa aku berenkarnasi lagi?' Pertanyaan itu muncul di benak Luye, yang membuat Luye sedikit menghela nafas. Tapi Luye menjadi sadar kalo area di sekitar nya kali ini masih tempat yang sama saat dia mati tadi.


"Apakah aku selamat?" Gumamnya pelan. Luye sekarang menyadari ada gelambung hitam yang mengurungnya di dalam. Dia menjadi sedikit bingung melihat gelembung ini.

__ADS_1


"Siapa yang menyelamatkan ku?" Hati Luye menjadi lebih bingung. Tapi dia menjadi sedikit lebih tenang sekarang.


Gelembung itu melayang di udara membawa Luye di dalamnya. Selanjutnya, gelembung itu langsung melesat dengan cepat menuju area ke 3. Kecepatan gelembung itu sangat cepat, seperti tidak terpengaru oleh tekanan ruang di sekitar. Setelah beberapa menit itu sampai di penghalang area ke 3, dan menembus seperti itu bukan apa-apa.


Luye belum siap bereaksi terhadap perubahan yang terjadi secara tiba-tiba. Secara mengejutkan dia langsung masuk ke area ketiga. Dan gelambung hitam itu langsung meledak ketika mencapai area ketiga. menyebabkan Luye terjatuh ke bawah.


"Aduuhh." Luye memegangi punggungnya dengan ekpresi yang kesakitan. Setelah di jatuhkan oleh gelembung itu, dia berpikir itu tidak akan terlalu sakit.


Siapa yang mengira kalo tanah di bawah semuanya sudah menjadi kristal hitam yang sangat keras. Karena Luye sudah terluka pada awalnya, hal ini benar-benar bisa menyebabkan rasa sakit.


Area ketiga ini tidak terlalu luas seperti area sebelumnya. Ini seperti lapangan yang sedikit lebih luas. Semua tanahnya adalah kristal hitam dan banyak juga kristal hitam yang tumbuh di beberapa titik. Namun di titik tengah Luye menemukan sesuatu yang berbeda.


Di sana terdapat rumah sederhana yang terbuat dari kristal hitam yang di bentuk sedemikian mungkin. Dengan penghalang berwarna hitam yang mengelilingi seluruh area, membuat langit-langit area itu berwarna hitam juga. Mungkin Luye akan berpikir kalo itu adalah dunia kristal hitam yang misterius.


"Di sini benar-benar aman!" Setelah berjalan beberapa waktu. Luye menemukan kalo area di sini sangat aman. Tidak ada binatang iblis seperti di area hutan. Tidak ada array jebakan seperti di area pertama reruntuan. Tidak ada tekanan mengerikan seperti di area kedua.


Bisa di bilang area ini sangat aman dan sunyi. Bahkan serangga tidak akan terlihat.


"Apakah master itu menyimpan harta paling berharganya di dalam rumah sederhana itu?" Melihat satu-satunya rumah yang berdiri di area inti ini, Luye dapat menebak kalo itu adalah rumah milik master itu.


"Apa ada warisan metode kultivasi atau semacamnya?" Luye mengepalkan tinjunya terlihat sangat bersemangat. Dia yakin kalo master itu sangat kuat. Jadi harta yang ada di dalam sana pasti tidak akan biasa-biasa saja.


"Mungkin akan ada artefak tingkat menenga, artefak tingkat tinggi atau semacamnya." Wajah Luye bersinar cerah. Dia merasa perjuangannya selama ini ahkirnya tidak akan sia-sia. Dia berpikir kalo di area pertama bisa di temukan 1 atau 2 artefak, gulungan dan lain-lain di tingkat rendah.


Apa iya tidak akan ada setidaknya artefak tingkat menengah di dalam sana. Jika memang tidak ada hal yang lebih berharga dari gulungan yang di miliki Luye. Luye benar-benar akan mati karena tidak bisa menahan kesal.

__ADS_1


"Jadi mari kita lihat seperti apa hadiah kemenangan kita." Luye berjalan menuju tempat itu sambil tertawa.


__ADS_2