
Di ruang tamu sekarang ramai dengan banyak orang.
"buk," Seorang pria paru baya dengan tubuh kekar di pukul, dia terlempar beberapa meter kebelakang. Darah keluar dari sudut mulutnya, dengan wajah kesakitan dia menatap pria kurus di depannya.
"Tuan Zu Seng saya berjanji akan melunasinya, jadi tolong lepaskan keluarga saya." Hangwe dengan susah paya berkata. Meskipun secara fisik orang yang di sapa Zu Seng itu kurus. Namun tubuhnya memancarkan aura Tranformasi tahap 5, jadi Hangwe benar-benar bukan lawannya.
Di belakang Zu Seng ada sekitar 7 orang pria. Mereka membawah pedang panjang di pinggang. Namun aura mereka memancarkan aura Tranformasi tahap 1 dan 2.
Sedangkan di sisi lain banyak anak laki-laki dan perempuan yang cantik di belakang Hangwe. Seorang wanita parubaya yang terlihat cantik pun berdiri di sana. Dan banyak pelayan wanita lainnya. Mereka semua menatap Kawatir ke arah Hangwe.
"Apa kamu berniat membayarnya?" Zu Seng tersenyum sinis, jejak penghinaan muncul di wajahnya.
Dia perlahan berjalan ke arah wanita parubaya cantik itu. Dia menarik rambutnya yang membuat wanita itu berteriak kesakitan. Langsung memeluknya dengan paksa, dan meremas dada yang gemuk itu. Wanita itu ingin melepaskan diri, namun bagaimana orang biasa bisa lepas dari cengkraman seorang Tranformasi tahap 5?
Para bawahan dari Zu Seng juga menatap Wanita itu dengan cerah, mereka meneteskan air liur tampah menahan.
"Jangan sentuh istriku!" Hangwe berteriak keras, meskipun dia kesakitan, dia mencoba untuk bangkit. Dia melotot ke Zu Seng dengan wajah merah karena marah. Namun sepertinya tubuhnya sudah benar-benar terluka, dia tidak bisa bergerak.
"Lepaskan ibu." Seorang gadis kecil berlari berencana untuk menyelamatkan ibunya. Namun itu hanya di tendang oleh Zu Seng dan terbang beberapa meter menabrak tembok. Karena benturan keras menyebabkan darah keluar dari dahinya, gadis itu langsung tak sadarkan diri.
"Yin!" Wanita itu dan Hangwe berteriak memanggil nama gadis itu.
"Ka, kamu." Tubuh Hangwe bergetar karena marah. Tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa.
"Kamu bajingan tercela." Wanita paru baya itu berniat menampar Zu Seng dengan keras.
Namun tamparan itu di tangkap Zu Seng dengan mudah. "Apakah, anda menyesal sekarang, kamu lebih memilih untuk menikahi sampah itu di bandingkan denganku?"
Zu Seng langsung membalikan wajah wanita itu. Dengan paksa dia menciumnya, dan menyedot semua air liurnya.
Bagaimana wanita itu diam saja? Dia menggigit lidah Zu Seng dengan keras yang menyebabkan dia mundur memegani mulutnya. Wanita itu langsung meludah ke wajah Zu Seng. "Kamu itu sampah sesunggunya."
Di permalukan oleh wanita itu, jejak kemarahan muncul di wajahnya. Dia tertawa penuh dengan kegilaan. "Hehe, kalo begitu sampah ini akan memperlihatkan bagaimana ekpresi teransangmu di depan suamimu."
Zu Seng langsung bangkit dan mengambil wanita cantik itu lagi. Dia dengan paska merobek baju bagian depan dan menunjukan 2 buah roti daging seputih salju dengan puncak merah muda.
Dia langsung memakan salah satu puncak dan meremas yang lain dengan kasar. Ekpresi senang kegilaan terlihat di wajahnya. Bawahanya juga menelan ludah tidak sabar menunggu giliran.
Melihat istrinya di mainkan Hangwe berpikir untuk membunuhnya. Namun melihat dirinya tak berdaya, dia hanya bisa membenci dirinya sendiri.
Zu Sang mulai membaringkan wanita itu, dan dia berada di atasnya. Dia menikmati pay*dara itu lagi dan lagi. Setelah benar-benar puas dia mencoba merobek kain bagian bawah.
Namun sebuah pedang tiba-tiba melesat ke arahnya. Dengan sadar dia langsung mengkis pedang itu. "Siapa?"
Dia langsung berdiri, api nafsunya langsung hilang. Dia menyapu area sekitar dengan tatapannya. Semua orang di sana juga penasaran siapa yang berani melemparkan pedang.
Seorang pria muda tampan tiba-tiba masuk ke ruangan. Dia berjalan dengan santai seperti di sini tidak terjadi apa-apa. Tubuh pria muda itu tidak memancarkan aura sama sekali, dia seperti manusia biasa.
Orang-orang masih kebingungan siapa pria muda itu. Namun Luye hanya menatap Zu Seng dan wanita yang terbaring di sana. Luye menutup mulutnya dengan satu tangan sambil tertawa kecil. "Ah maaf, sepertinya aku mengganggu kesenanganmu, ku kira tadi tidak ada orang, ternyata sangat ramai, kenapa anda tidak mengundang saya kalau mengadakan pesta?"
Hanya Hangwe yang tau siapa Luye. Hangwe hanya terdiam, dia diam-diam besyukur di dalam. Namun mengingat Zu Sang adalah master tahap 5 membuatnya sedikit kawatir. Bagaimanapun metode yang di berikan pada Luye, itu sampai tahap 5. Apakah dia akan mencapai tahap 5 hanya dengan beberapa bulan?
__ADS_1
"Siapa kamu?" Zu Seng merasa sangat marah, dia bahkan tidak mempertimbangkan kultivasi Luye. Ya karena Luye tidak memancarkan aura bahaya dia langsung mengangapnya orang lemah.
"Siapa aku?" Luye menyentu dagunya tampak berpikir. "hem, sepertinya anda tidak layak mengetahuinya."
"Apa kamu ingin mati? di daerah sini, keluarga Zu adalah yang terkuat, bagaimana bisa gorengan kecil seperti anda bertindak begitu sombong?" Melihat tindakan Luye, Zu Sang bahkan lebih marah.
"Keluarga Zu? Aku tidak pernah mendengar mereka." Luye menggelengkan kepala dengan sangat tenang.
Melihat ini, dia benar-benar marah, dia berpikir Luye hanya ingin mengolok-oloknya. Dengan mata merah dia menyuruh bawahannya. "bunuh saja dia."
7 bawahan itu mengaguk dan melesat menuju Luye menggunakan pedang mereka.
Seorang pria melakukan gerakan pertama dan menebas lurus ke arah Luye. Luye menahan pedang itu dengan tangan kosong dan mencengkramnya.
Pria itu berniat menarik pedangnya dari cengcraman Luye. Namun pedang itu sama sekali tidak bergerak. 'Apakah tenaganya begitu kuat?'
Luye hanya tersenyum manis, dan langsung menendang ke arah sel**gkangan pria itu. Pria itu langsung mengubah ekpresinya menjadi sangat kesakitan.
Luye menatapnya dengan simpatik, dia menatap pria itu seperti berkata 'maaf'. Sebagai seorang pria dia tau rasanya burung masa depan itu di tendang.
Namun dia tidak memberi belas kasian lagi. Luye mengangkat kakinya dan menendang dagu pria itu. Pria itu terlempar di udara menyebabkan darah merah dan beberapa gigi copot berhamburan.
Luye masih memegangi pedang pria itu dan menggunakannya. Lalu tatapannya menyapu ke 6 lainnya yang menerjang ke arahnya.
Luye mengayunkan pedangnya dan memotong beberapa bagian bubuh. Lalu sebuah kepala terlempar ke udara, jejak keterkejutan muncul di ekpresi kepala itu. Sepertinya dia belum siap berekpresi, hanya terkejut karena terbunuh begitu saja. tubuh tampah kepala jatuh menyebabkan bunyi 'gedebuk'.
Ruangan menjadi sunyi para bawahan yang masih hidup dengan beberapa tubuh mereka yang terpotong, menatap Luye dengan ngeri. Hanya dengan beberapa waktu singkat Luye sudah membunuh 2 orang.
Para pelayan dan keluarga Hangwe juga menatap Luye seperti melihat iblis. Tapi setelah mengetahui kalo yang di bantai adalah munsuh, mereka sangat mendukung Luye.
"Ka, kamu membunuh." Zu Sang menunjuk Luye dengan tidak percaya. Meskipun dia menekan keluarga Hangwe, dia masih tidak punya keberanian untuk membunuh.
Luye mengangkat alisnya. "Jadi bagaimana jika aku membunuh? Dan bagaimana jika tidak?"
"Keluarga Wayde tidak akan membiarkan mu!" Teriak Zu Sang dengan keras.
Luye hanya tersenyum lebih menyeramkan. "Apakah keluarga Wayde akan perduli jika aku membunuh beberapa hewan liar? Selain itu...."
Luye tersenyum lebih menyeramkan. "Apakah keluarga Wayde akan tau, kalo tidak ada saksi mata?"
Mereka semua merinding ketakutan, setelah apa yang di katakan Luye. Terutama para bawahan Zu Sang. Kata-kata Luye mengartikan 'Bagaimana keluarga Wayde menyalahkannya, jika tidak ada dari kalian yang akan kembali hidup-hidup?'
"Ka, kamu." Zu Sang sudah tidak tahan lagi dengan penghinaan Luye. Dia mengangkat tangan. Sebuah aura hitam mengembun di udara, itu membentuk beberapa jarum hitam dengan lapisan api ungu.
Ratusan jarum tipis sepanjang 1 meter itu melayang menghadap Luye.
"Duri dunia bawah." Zu Sang berteriak dan dengan sangat cepat ratusan jarum itu melesat ke arah Luye.
"Fire boal"
Tiba-tiba beberapa bola api keluar dari udara tipis di sekitar Luye. Bola api itu melesat mengenai banyak jarum. Jarum hitam itu meleleh dan hilang begitu saja.
__ADS_1
"Bagaimana bisa, aku tadi mengeluarkan semua kekuatanku, kenapa itu di hancurkan begitu muda?" Gumam Zu Sang dengan ketidak percayaan.
"Kamu Tranformasi tahap 6." Meskipun dia tidak bisa merasakan aura Luye. Namun bola api yang di keluarkan Luye jelas menunjukan kekuatan Tranformasi tahap 6.
Baru kali ini dia ahkirnya merasakan teror kekuatan Luye. Dia merasa, selama ini dia sudah berada di telapak tangan Luye. Dan Luye hanya mempermainkannya lalu akan membunuh nya kapan saja.
Butiran-butiran keringat halus muncul di dahinya. Dia merasa panik yang luar biasa, di bawah keputus asaan di hanya bisa berteriak. "Serang dia apapun yang terjadi."
Para bawahan tidak melawan dan berniat menghadapi Luye. Zu Sang langsung melompat pergi meninggalkan tempat kejadian.
"Mau pergi? Bird of flame, kejar." Sebuah pusaran api terbentuk dan membentuk sebuah burung api yang indah, dengan ekor yang panjang, itu langsung melesat mengejar Zu Sang.
Lalu Luye melemparkan bola api sederhana dan membakar yang lain menjadi abu.
...
Zu Sang melompat di atap-atap rumah dengan cepat. Dia tau bawahannya pasti akan mati, jadi setidaknya dia harus selamat.
"Aku akan melaporkan bocah itu kekeluarga Wayde dan lihat apa yang akan terjadi." dia tersenyum kejam.
"Kyaakk." Sebuah tangisan panjang terdengar di belakang. Dia berbalik dan melihat apa itu.
Sebuah burung api sepanjang 3 meter melebarkan sayapnya dan mengejarnya. Dia langsung berteriak dalam hati dalam keputus asaan. 'Apa? Apa itu teknik bocah itu? Tapi kenapa itu?'
Tranformasi tahap 7?
...
Luye sekarang duduk di kursi ruang tamu, sambil meminum secangkir teh.
'Aku benar-benar sudah bosan minum teh, tidak adakah anggur di dunia ini? Apa mereka menganggapku anak kecil dan tidak boleh minum anggur?'
Di seberang Luye adalah Hangwe dan istrinya. Mereka menatap Luye penuh dengan rasa terima kasih.
"Tuan Luye apakah tidak apa-apa jika membiarkan dia lolos." Setelah mengetahui kekutan Luye Hangwe menjadi jauh lebih hormat.
"Tidak masalah."
"Jika dia melapor ke keluarga Wayde bukankah anda akan dalam masalah?"
"Itu tidak akan terjadi." Luye menggunakan 'Bird of Flame' dan menyesuaikan kekuatannya sampai tahap 7. Dia benar-benar menolak yakin kalo pria malang itu selamat.
Dan kalopun dia cukup beruntung dan selamat, lalu apa? Apakah keluarga Wayde akan membelanya dan menghukum Luye?
Luye merasa hal itu tidak akan terjadi, dia hanya perlu memberitaukan bahwa dia adalah tamu terhormat keluarga Vale dan Gain. Dengan begitu keluarga Wayde tidak akan berurusan dengannya.
Lagipula untuk apa keluarga Wayde harus berurusan dengan keluarga kelas 2 seperti Vale dan Gain. Hanya untuk menyenangkan keluarga kelas 4?
Mau di dunia sekarang atau pun di dunia sebelumnya. Hukum tetap saja sama, mereka akan cenderung tumpul di atas dan lancip di bawah.
Selama manusia masih memikirkan keuntungan, pro dan Kontra.
__ADS_1
Mereka akan mementingkan orang dengan kelas yang lebih tinggi dari pada kelas rendah.