
Pria itu ahkirnya pergi dan meninggalkan Mufeng dalam keadaan termenung. Matahari keemasan menyinari dirinya di iringi hebusan angin halus.
Setelah menanyakan itu pada ayahnya dia sedikit mengetahui masalahnya, Intinya adalah manfaat.
Sebagai seorang di ranah Nascent Soul mereka sudah tidak memperhatikan kota ini, keinginan terbesar mereka adalah mencapai ranah selanjutnya dan hidup ribuan tahun.
Jadi untuk apa mereka harus perduli dengan penderitaan rakyat kecil. Begitu juga masalah Xioaxun, itu tidak ada artinya.
Mufeng hanya menghela nafas berat dan pergi dari sana. Matahari keemasan perlahan tenggelam, cahaya jingga juga menghilang dari langit sore.
...
Keesokan harinya di kediaman keluarga Vale. Banyak embun dingin mengembun di sekitar taman, air menetes dari dedaunan hijau. Secara perlahan sinar matahari hangat manyapu area sekitar.
Pintu fila tiba-tiba terbuka Luye berjalan keluar dan menghirup bunga-bunga. Aroma harum menusuk hidungnya.
Di belakangnya sosok Qin Long berjalan dengan tenang. Setelah di akui oleh Luye sepertinya dia sudah menjadi wanita. Setidaknya dia tidak lagi sangat agresif seperti dulu. Dia seperti sudah tidak terpengaruh oleh buku-buku itu. Wajahnya di hiasi oleh senyum cerah yang tidak kalah dengan matahari pagi ini.
Qin Long tiba-tiba sedikit belutut, dia memetik bunga berwarna kuning di tanah. Lalu membawahnya kedepan Luye, dan menarunya di telinga Luye.
Melihat ekpresi Luye dengan bunga di telinga Qin Long terkikik ringan.
Luye melihatnya seperti orang aneh, dia langsung mengambil bunga itu dan membuangnya. Membuat wajah Qin Long ahkirnya cemberut. Melihat wajah cemberut itu Luye agak bingung. Dia mencium kening Qin Long yang menyebabkan wajahnya sedikit memerah.
"Jika kamu akan pergi aku ikut." Qin Long berkata, dia sudah bertekat untuk menjadi pelayan Luye pada awalnya. Dan mengikuti Luye kemanapun dia pergi. Namun dia sekarang menjadi wanita Luye, tapi ini menjadi tak tertahankan jika dia di tinggal.
"Aku tidak pergi kemanapun." Luye mengelengkan kepala saat menjawab. Dia berbalik hanya untuk melihat wajah Qin Long yang menawan.
"Luye!" Suara gadis kecil yang sudah lama tidak di dengar tiba-tiba terdengar di telinga. Gadis itu berlari dengan cepat menujuh ke taman dan sampai di depan Luye dengan wajah kelelahan.
Menatap ke arah Luye dan Qin Long, tiba-tiba tatapannya terjatuh pada Qin Long.
"Kakak Longer, kenapa wajahmu terlihat berbeda hari ini?" Ling Noer memperhatikan Qin Long dengan seksama. Dia berjalan di sekitar Qin Long sambil memegang dagu. Wajahnya seperti sedang berpikir, apa yang berbeda. Dia seperti pengamat seni yang sedang memperhatikan detail dari maha karya.
__ADS_1
Qin Long malah menunduk kepalanya. Sedikit rona merah terdapat tergambar di pipinya. Ling Noer melihat wajahnya lagi dengan serius dan berseru. "Ahha, kamu sepertinya sangat bahagia saat ini, beberapa pekan terahkir saya tidak menemukan anda tersenyum, apa ada hal baik terjadi?"
Qin Long hanya mencoba untuk terlihat tenang. Dia menegakan tubuhnya terlihat seperti biasanya dan berkata "Tidak hari ini cukup cerah."
"Apakah benar?" Ling Noer menatap dengan sedikit kecurigaan.
"Apa anda mencari saya?" Melihat Ling Noer tadi memanggilnya dia merasa ingin tau. Dia menatap Ling Noer dari atas sampai bawah. Lalu berlama-lama di area dada. 'Itu masih belum tumbuh terlalu ketat'. Luye menganguk menyatakan persetujuan.
"Apa yang kamu liat?" Di tatap Luye, Ling Noer merasa tidak nyaman. Dia langsung menutupi dadanya dengan kedua tangan. Lalu memelototi Luye dengan kejam.
"Aku hanya bercanda." Luye mengangkat tangan tanda menyerah, dia benar-benar lupa kalo gadis ini sangat sensitiv di goda.
Ling Noer tidak mengejar itu lagi dan berkata. "Benar saya ingin mengajak anda untuk pergi ke dimensi saku."
"Dimensi saku?" Luye tidak tau apa itu. Dia berseru dengan penuh tanda tanya.
"Ehm apa ya?" Ling Noer merasa kesulitan untuk menjelaskannya.
"Apa kamu tau?" Luye menatap ke arah Qin Long dengan rasa ingin tau. Karena Qin Long dari wilayah inferno dia seharusnya lebih banyak memiliki pengetahuan.
"Apakah itu seperti Lipatan ruang?" Luye tiba-tiba mengingat teori yang berada di dunia sebelumnya.
Qin Long menatap Luye dengan tidak percaya. "Itu yang di katakan buku yang aku baca dulu, tapi aku kesulitan memahami konsepnya, darimana kamu mengetahui itu?"
Mendengar kalo dia pernah membaca buku tentang dimensi saku. Luye paham ternyata Qin Long suka membaca. Tiba-tiba Luye sedikit bergridik di dalam. 'Apa ini sebabnya dia membaca buku-buku itu?'
Luye tidak memikirkan itu lagi. "Apakah bisa dimensi saku terbentuk."
Menurut teori Relaktivitas di dunia nya sebelumnya. Ruang dan waktu adalah satu ke satuan. Ketika benda memiliki massa yang tinggi, maka itu akan melengkungkan ruangan di sekitarnya membentuk gravitasi.
Jika massa dunia ini cukup besar, hal yang tidak mungkin jika ruangan bisa di lengkungkan di dalam dunia. Kecuali dengan massa yang tidak kalah dari dunia.
"Kebanyakan dimensi saku yang di temukan adalah hasil dari Kulivator kuno, namun dalam buku yang saya baca itu juga bisa terbentuk secara alami." Qin Long juga merasa tidak yakin, dia hanya mengatakan apa yang dia baca dalam buku.
__ADS_1
Luye menganguk menerima jawaban Qin Long. Dia hanya berpikir 'Apa kulivator benar-benar kuat sampai bisa melawan hukum seperti itu'. Ya, apapun itu wajah Luye di penuhi dengan kerinduan dia tidak sabar untuk benar-benar mendapatkan kekuatan seperti itu.
"Jadi seperti apa dimensi saku itu?" Luye merasa sedikit tergoda oleh dimensi saku ini. Dia bertanya sambil menatap Ling Noer.
Ling Noer langsung kaget dan tersadar. Dia mendengar Luye dan Qin Long berbicara membahas dimensi saku. Dia tidak memahami ini, yang membuatnya bingun.
"Aku baru mendapatkan informasinya, di katakan kalo itu dimensi saku alami, gerbangnya ada di sini." Ling Noer mengeluarkan sebuah peta kulit. Dia melebarkannya di tanah dan menunjuk ke satu tempat.
Luye melihatnya tapi dia sangat asing dengan peta dunia ini jadi dia hanya akan ikut.
"Alami, itu artinya di dalam adalah tanah yang lama tidak di jelajahi, bisa jadi ada banyak ramuan langka dan biji langka yang mahal." Ling Noer menjelaskan kepada mereka berdua.
"Oh, gadis kecil apa kamu tiba-tiba kerasukan sesuatu, kenapa kamu sangat baik hari ini?" Luye merasa tidak yakin dia mengangkat kepalanya hanya untuk mendapati Ling Noer menatapnya dengan kebencian.
"Hey, tidak bukankah kita rekan? Kenapa kamu memelototiku seperti itu?" Luye sekarang merasa wanita ini benar-benar tidak bisa di ajak damai.
"Kamu bajingan tercela, kalo bukan karena kakek menyuruhku aku tidak akan mau pergi denganmu, dengan kultivasi rendahmu kamu hanya akan menjadi beban mati, dan jangan pernah panggil aku 'gadis kecil' aku lebih tua darimu." Ling Noer mulai berteriak-teriak mengeluarkan semua ketidak puasannya. Terutama dia menekan kata 'gadis kecil' sangat keras.
Luye tiba-tiba mengingat kalo tubuhnya adalah bocah 15 tahun. Gadis ini hampir 17 tahun, dia benar-benar tidak terima di panggil gadis kecil.
"Baiklah, baik tenang saja aku tidak akan menjadi beban untukmu, tapi saya juga tidak yakin apa kamu bisa kembali hidup-hidup." Luye menyerah tidak ingin beradu argumen dengan wanita.
"Apa kamu meremekanku?" Ling Noer berwajah tidak senang. langsung menerjang ke arah Luye. Luye terjatuh kebelakang menyebabkan Ling Noer di atasnya. Dia tersenyum dan mengambil kerah Luye dan berniat memukul wajahnya.
Luye dengan sigap menghindar menyebabkan pululan itu mendarat di tanah terus menerus tidak pernah mengenai target. Luye menjulurkan lidah untuk mengejeknya, membuat Ling Noer semakin marah dan memukul dengan lebih cepat. Tapi bagaimana dia bisa mengenai Tranformasi tahap 9?
Namun tiba-tiba lapisan es keluar di sekitar mereka berdua. Hal ini menyebabkan gerakan Luye menjadi lebih lambat, lagipula dia tidak mengeluarkan kekuatannya.
Luye menatap gadis di atasnya dengan ketidak pastian, Luye berteriak dalam hati. 'Dia benar-benar mengeluarkan kekuatannya!'
Dengan kekuatan keras tinju munyil itu mengenai wajah Luye.
"Aku tarik kata-kataku, anda benar-benar layak menjadi nenek sihir jahat."
__ADS_1
Di kutuk oleh Luye gadis itu jelas akan menjadi lebih marah.
Qin Long di sisi lain terkikik ringan dan menutupi senyum manisnya dengan satu tangan. Saat dia melihat adegan ini, hatinya sedikit menghangat. Sejak kehancuran keluarganya baru kali ini dia merasa sangat bahagia.