
Luye merasa bingun sekarang dia berada di sebuah medan perang. Namun saat ini dirinya bukan lah tubuh fisik. Dia.merasa ini seperti mimpi tapi juga ilusi.
Di mimpinya ini yang di liat Luye adalah perang besar antara para kulivator. Para kulivator itu terbang di langit dan saling menyerang satu sama lain. Cahaya-cahaya warna warni dari teknik rahasia saling bentrok satu sama lain.
Tapi ada yang aneh sebuah retakan di langit berwarna hitam terbentuk yang menyebabkan banyak makluk keluar dari sana. Makluk-makluk itu kebanyakan memiliki kulit berwarna hitam dan tubuh yang kekar. Kulitnya terlihat keras seperti baja, matanya merah menyalah. Telinga mereka sedikit runcing. Luye tidak tau apa makluk itu, yang jelas semua kulivator bertarung untuk memusnakan makluk-makluk tersebut.
Luye menatap kagum ke perang mengerikan itu. Dia tidak terkena dampak dari ledakan, seperti dirinya adalah eksetintas lain yang berbeda dari dunia ini. Tapi Luye dapat memastikan kalo kekuatan aura penghancur yang ada di medan perang sudah dapat membunuhnya sampai mati.
Ada ratusan ribu prajurit dan Luye dapat merasakan kalo yang terlemah dari mereka memiliki tekanan yang lebih kuat dari Xiaoxun, dengan kata lain ribuan prajurit seperti gerombolan semut itu adalah master ranah Nascen Soul.
"Sejak kapan ranah nascen soul begitu umum?" Luye dalam ke adaan Linglung. Ranah Nascent Soul di anggap puncak dan di hormati di kota Longxuan tapi itu tidak berbeda dari manusia biasa di perang ini. Mereka bahkan kesulitan untuk bertahan hidup. Setiap detik ranah Nascent Soul itu mati begitu saja.
Yang lebih mengejutkan lagi di langit master-master berterbangan, mereka menyerang dengan mungsu mereka dan bertukar pukulan serta teknik dari waktu ke waktu. Jika para nascent soul bisa kehabisan qi untuk terbang, maka ranah transenden menganggap terbang itu adalah hal sederhana seperti berjalan.
Aura yang di keluarkan para master transenden membuat Luye bergeridik dan berkeringat dingin. Pada dasarnya mereka adalah bom atom berjalan. Kalo mereka berniat meledakan diri, sudah dapat di pastikan 1 kota akan runtuh.
Para master Transenden itu bertukar pukulan. Cahaya-cahaya saling berbenturan satu sama lain di udara bebas. Selain ranah transenden ada juga banyak master di ranah diamond transenden.
Yang menarik perhatian Luye adalah beberapa orang dengan aura yang sangat kuat. 10 kali lebih kuat dari Diamont Transenden. Mereka yang di sebut di ranah raja, ada ratusan dari mereka.
Luye merasa ingin batuk darah melihat banyak sekali master di sini. Tapi karena itu hanya ilusi Luye tidak mengeluarkan darah.
Seorang gadis muda cantik dengan ramput panjang berwarna putih yang di ikat seperti ekor kuda melayang di udara. Luye memperhatikan gadis itu dengan sangat terpesona. Dadanya sedikir terbuka, tubuh yang anggun seperti ingin menggoda. Tapi bedanya dia memiliki telinga dan ekor serigala yang berwarna putih salju.
Gadis itu melayang di udara, tatapannya menyihir seperti buah persik berair.
"Hidup ratu!" Sebuah teriakan-teriakan terdengar di belakang gadis itu adalah sekelompok manusia tapi dengan fisik yang sama seperti gadis itu. Mereka sama-sama memiliki rambut putih, ekor dan juga telinga.
"Ras serigala salju!" Seru seorang kulivator dengan ranah transenden kaget.
"Apa yang kamu maksud?" temannya yang berada di belakang bertanya, nadanya seperti tidak percaya. Dia memiliki tubuh kekar dan wajah kasar. Dan sekarang di sedang membawah pedang penuh darah, yang membuatnya bahkan lebih menyeramkan.
"Benar, dia adalah kaisar daemon dari ras serigala es, Ratu Serigala Salju." Orang itu mengangguk dengan sunggu-sunggu, sepertinya dia juga benar-benar tidak percaya kalo akan ada kaisar daemon yang mengikuti perang ini.
__ADS_1
"Ku dengar kaisar daemon serigala salju adalah pemimpin dari semua ras demon di dunia kaisar ini?" Pria kekar itu merasa penasaran.
"Serang!"
Seperti menjawab rasa penasaran itu tiba-tiba jerjawab, segerombolan makluk setenga binatang keluar. Ada dari mereka yang hanya seperti manusia biasa, tapi aslinya mereka adalah daemon.
"Mungkinkah kita akan menang dengan ini?" Pria kekar itu memiliki sedikit harapan di tatapannya.
"Aku harap begitu!"
Seorang pria tua kurus terbang di depan gadis itu. Dia mengenakan pakaian longgar berwarna merah. Pria tua itu menatap gadis tersebut dengan sedikit kejutan dan semangat. "Aku tidak berharap kalau Kaisar Daemon Ratu Serigala Salju akan ikut membantu."
"Jangan banyak bicara omong kosong inferno tua!" Jawab gadis itu tidak senang.
Kakek tua itu hanya tersenyum masam melihat sikap gadis itu. Bagaimanapun dia adalah kaisar daemon, yang setingkat dengan kaisar. Selain itu daemon kaisar tentu saja sedikit lebih kuat dengan kaisar biasa. Hanya ada 1 orang di seluruh dunia yang bisa mengalakannya yaitu kaisar terkuat di dunia ini, Liu Cen.
"Dia mana Liu Cen itu?" Gadis itu berkata dengan acuh-takacuh.
Pak tua itu menatap kagum kepada ke arah pemuda itu sambil menganguk. "Sesuai reputasinya aturan ruang benar-benar misterius, gelar kaisar terkuat sepertinya bukan cuma omong kosong."
"Lupakan pujian yang tidak perlu seperti itu fokus kita adalah untuk mencega Alam Iblis menginfansi dunia kaisar." Liu Cen segera mengangkat tangan.
"Jadi bagaimana dengan apa yang anda janjikan?" Gadis itu menatap Liu Cen dengan serius.
"Aku tidak tau." Jawabnya singkat.
"Apa!" Gadis itu seperti tidak terima.
"Ayolah para daemon harus berhenti bersikap egois jika kita kalah maka tidak ada tempat lagi bagi para daemon!" Liu Cen berkata dengan benar, dia menatap gadis itu dengan serius.
Gadis itu mulai memikirkan beberapa pro dan kontra, sebelum dia menghela nafas dan berkata. "Baiklah kamu ada benarnya."
Melihat gadis itu menyetujuinya Liu Cen sedikit tersenyum. kemudian dia berteriak. "Baiklah ayo kita hancurkan para iblis!"
__ADS_1
"Uhh!" "Untuk ratu kita!" "Untuk umat manusia!" "Untuk dunia kaisar!" "Serang!" "Hancurkan iblis!"
Setelah itu pemtempuran terjadi selama hampis 1 bulan. Kedua bela pihak mengalami kekalahan. mereka hacur bersama, hanya beberapa orang kuat yang selamat. Medan perang menjadi dunia hancur yang tak bersisa. banyak kekuatan mistis yang masih menyelimuti.
Di bawah banyak master yang selamat tergeletak. Bahkan ada beberapa yang tidak memiliki anggota badan yang lengkap. Wajah mereka di penuhi dengan ketakutan.
Di atas melayang di udara ada sekitar 5 orang di antaranya adalah 3 kaisar tadi. Kakek tua itu memiliki banyak luka seperti akan mati kapan saja. dan tentu saja yang lain tidak akan jauh berbeda.
Tapi yang paling para adalah pria muda dengan jubah hitam itu. sekarang dadanya berlumbang yang sangat dalam, seperti dia akan mati kapan saja.
"Aku tidak berharap di pihak mereka punya 30 kaisar." Kakek tua itu menghela nafas berat.
"Dari 10 kaisar di pihak kita hanya 5 yang selamat." Lalu dia menatap ke arah Liu Cen dengan kawatir. "Apa kau baik-baik saja?"
Jika bukan karena Liu Cen yang melawan banyak mungsu sekaligus mereka akan benar-benar musnah. Tapi setelah menahan lebih dari 20 kaisar mungsu dan membunuh hampir selusin luka yang di derita Liu Cen tidak lah kecil. Lagipula 2 telapak tangan tidak akan bisa menahan 4 pukulan sekaligus.
"Aku tidak masalah tapi waktuku sepertinya tidak akan banyak." Liu Cen berbicara dengan wajah pucat.
Mendengar ini banyak orang merasa kawatir. Bagaimanapun Kaisar Ruang adalah yang terkuat di antara mereka, bisa di bilang dia adalah tulang punggung mereka. Jika iblis itu kembali lagi bagaimana mereka bisa melawan? jika kaisar ruang tidak ada.
"Te, tenang saja aku akan menggunakan kekuatan terahkirku untuk menyegel gerbang dunia ini. Meskipun itu tidak akan bertahan lama, namun aku berharap bisa kembali sebelum mereka menyerang lagi." Jelas Kaisar Ruang dengan wajah pucat.
Kaisar lainnya hanya bisa mengangguk.
Kaisar Ruang mengangakat tangan dan membuat ruangan di sekitar gerbang dimensi itu memadat, secara perlahan menutup gerbang itu. Setelah sekian banyak usaha ahkirnya gerbang itu benar-benar tertutup.
Wajah kaisar ruang yang dulu muda sekarang menjadi tua keriput. Dia sepertinya mengorbankan ratusan ribu tahun umurnya untuk menutup gerbang itu.
Kaisar lain menatap dengan prihatin dan terima kasih.
Lalu dengan tangan keriputnya kaisar ruang mengambil buah dari cincin ruangnya. Buah itu berwarna putih bersih dan bersinar dengan cahaya warna-warni.
Setelah memakan buah itu cahaya 7 warna terpancar yang menyilaukan setiap sudut area.
__ADS_1