Berenkarnasi Di Dunia Kultivasi

Berenkarnasi Di Dunia Kultivasi
Bab55


__ADS_3

Luye ingin membantu gadis ini bukan semata-mata karena kasian. Melihat analisis dan kejelian gadis ini, Luye merasa tidak ada ruginya jika menjadikannya sekutu. Dia akan menjadi penasehat yang baik untuk perjalanannya nanti.


Luye tersenyum dan mengelus punggung halus gadis itu. Yang membuat gadis itu kembali sadar dari keterkejutan. "Apa kamu tau apa yang terjadi padaku?"


Mendengar pertanyaan Luye gadis itu tiba-tiba ingat berita tentang kematian Luye. Dengan kecerdasan gadis itu, Dia langsung dapat menebak apa yang sebenarnya terjadi. Jadi sekarang dia sangat santai.


Keduanya memiliki mungsu yang sama. Mungsu dari mungsumu adalah temanmu. Ini sudah menjadi hukum yang sudah tidak dapat di goyakan.


Melihatnya sekarang santai Luye memeluknya lagi dan memegang roti daging lembut itu. "Nah sekarang kamu bisa ceritakan siapa kamu, apa kamu penasehat atau semacamnya di keluarga Nan?"


Gadis itu mengangkat alisnya, dia menghela nafas ringan sebelum berkata nada kagum. "Lue Yi aku tidak pernah menyangkah kita akan bertemu lagi, selain itu kamu sudah berubah 180 derajat dari sebelumnya dan menjadi lebih kuat."


Lalu wajahnya tiba-tiba seperti mengejek. "Namun sepertinya sifat mesummu masih tidak berubah!"


"Aku tidak bisa melakukan apapun untuk itu." Luye mengangkat tangan dengan pasrah, dia seperti menolak untuk membahas hal ini. Lalu dia bertanya, "Apa kita pernah bertemu."


Dalam ingatan Lue Yi tidak ada gadis seperti ini. Terutama gadis itu sangat jeli dan pandai memanipulasi dan bermain kata seperti Xiaoxun. Lalu tiba-tiba Luye mengingat seseorang. 'Tunggu, seharusnya bukan orang itu!'


Yang di pikirkan Luye adalah wanita yang sangat cantik dan juga sangat kuat, tapi Lue Yi kecil sangat takut padanya. Bisa di katakan kalo gadis itu wanita tercantik di seluruh kota Dam.


Tapi dia adalah tipe gadis yang tombai dan dingin. Gadis itu sangat terobsesi pada militer, sehingga sejak kecil dia mengikuti ayahnya untuk berlatih dan kultivasinya juga sangat tinggi ketimbang anak seusianya.


Hal ini menyebabkan skill serta kemampuan analisa yang di miliki sangat tinggi karena sudah di asah sejak kecil. Tapi dia hanya perduli pada kekuatan, sehingga tidak perduli dengan politik dan masalah bisnis keluarga atau semacamnya.


hal ini menyebabkan gadis itu berteman baik dengan kakaknya Lue Yue. Beberapa kali Lue Yi bertemu dengannya.


Pada saat pertama kali bertemu, Lue Yi sangat bersemangat. Lue Yi adalah bocah mesum bagaimana dia bisa tenang bertemu dengan kecantikan luar biasa.


Namun saat hendak mengambil keuntungan darinya, Lue Yi hanya di pukul terbang lalu pinsan. Sangking dingin dan acuh tak acuhnya dia, mungkin bisa di katakan sudah banyak pria mesum yang kehilangan pusaka masa depan mereka gara-gara berani memiliki niat dengannya. Jadi dia sangat di takuti di kalangan pria dan di juluki "Premaisuri Penghancur Burung" oleh pria-pria itu.


Kalo Lue Yi bukan adik dari sahabatnya Lue Yue, mungkin dia juga tidak akan selamat.


Sejak hari itu Lue Yi tidak lagi.memiliki pikiran lain saat kakaknya menemui wanita itu. Luye hanya bersembunyi di balik punggung kakaknya dengan wajah ketakutan, dia memalingkan muka tidak berani melihat wajah dingin wanita yang di katakan paling cantik di kota Dam itu.


Sesekali wanita itu akan tersenyum pada Luye dan menyapa. "Adik kecil!"


Tapi senyum itu hanya membuat Lue Yi kecil sangat ketakutan. Tubuhnya merinding dari ujung kepala sampai ujung kaki. Dia seperti melihat iblis di siang bolong yang membuatnya ingin pinsan saja.


Dan pada saat itulah Lue Yue berkata sambil memeluk Lue Yi. "Tidak bisakah kamu berhenti menakuti adikku?"


"Oh baiklah-baiklah aku tidak akan melakukannya." Gadis itu melambaikan tangan dengan senyum. Tapi tatapannya pada Lue Yi seperti dia tidak memiliki niat untuk berhenti. Lue Yi hanya merasa ketakutan terus menerus.


Lue Yue pun hanya bisa pasra.

__ADS_1


...


Benar saja mendengar pertanyaan Luye, gadis itu mengangkat alisnya seperti mengingat sesuatu. "Ah benar!"


Tiba-tiba sebuah formasi biru muda keluar di udara dan rune-rune misterius berwarna biru muncul di seluruh kulit gadis itu. Rune-rune itu menguap menjadi uap putih dan menghilang. Saat uap itu hilang wajah yang biasa saja itu sudah berubah menjadi sangat cantik.


Kulit seputih giok, hidung yang terangkat tinggi serta bibir merah muda yang terlihat manis terpapar di pangkuan Luye. Mata yang lentik itu membuat orang terpesona. Tubuh yang melengkung sempurna di sertai beberapa luka pedang, tapi tetap menggoda.


"Apa kamu mengingatku sekarang adik kecil?" Suaranya manis terdengar di telinga Luye.


Tubuh Luye secara tidak sadar bergerak sendiri dan melepaskan genggaman di dada gadis itu. Lalu dia sedikit mendorong dan menjauh dari gadis itu. Luye hanya menatap gadis itu dengan linglung, dia benar-benar bingung ketika tubuhnya bergerak sendiri. Mungkin Lue Yi.sangat trauma dengan wajah itu. Sehingga rasa takut sudah membekas di alam bawah sadarnya. "Kakak Nan Lan Rumeng?"


Melihat Luye menjauh seperti takut padanya, gadis itu memiliki ekpresi sedih terlihat di wajahnya. Dia seperti gadis yang baru saja jatuh cinta tapi di hianati begitu saja. Yang membuat hatinya sangat sakit.


Gadis itu mengertakan gigi dan melangkah maju ke depan. Dia mengambil tangan besar Luye dan meletakannya untuk menerkam dadanya yang bulat. Luye merasakan perasaan lembut dan kenyal itu lagi yang membuat dia senang.


Gadis itu berkata dengan putus asa. "Tidak masalah, sentu saja, aku sekarang milikmu dan kita adalah rekan bukan? Bukankah kamu dulu sangat ingin menyentuhku? jujur saja saat aku menakutimu dulu itu hanya bercanda! saat kamu mulai tidak mau menemuiku lagi, aku sedikit kawatir!"


"Aku, aku, aku."


Nan Lan Rumeng ingin menjelaskan lagi dan lagi. Luye sedikit memeras gunung itu yang menuntukan kalo dia tidak takut. Lalu dia memegang satu pundak Nan Lan Rumeng dan menggoyangnya. "Tenang saja kak, aku hanya terkejut kenapa aku bisa bertemu dengan mu di sini secara kebetulan, dan aku juga sangat senang kakak baik-baik saja!"


Mendengar yang di katakan Luye, Nan Lan Rumeng menjadi tenang dan tenang. Namun wajahnya sedikit memerah dan berkata dengan malu-malu. "Bisakah kamu tidak memanggilku kakak? kamu sudah lebih tinggi dariku, selain itu aku sudah memutuskan untuk menjadi milikmu!"


Sekarang Luye bahkan terlihat lebih dewasa seperti seorang di usia 20 tahun. Ini karena setelah menggabungkan semua jiwa dan tubuh kaisar ruang, tubuhnya mulai menyesuaikannya dengan cepat. Wajahnya pun perlahan berubah menjadi sedikit mirip Lue Yi dan kaisar ruang. Makanya dia terlihat lebih tampan dari sebelumnya.


Luye yakin kalo dia berhasil menyempurnakan seluruh jiwa dan tubuh yang berada di lautan kesadarannya, tubuhnya pasti akan kembali seperti dulu. Tapi Luye merasa tidak yakin itu bisa mengobati perilaku aneh dari perasaannya. Karena perasaan Lue Yi secara perlahan menular ke jiwanya. Yang membuat Luye menjadi sedikit mesum sekarang, lima puluh persen yang memiliki peran adalah tubuh dan pikiran sialan ini.


Tapi Luye sudah menerimanya, dia tidak ingin bertentangan dengan tubuhnya ini. Agar tidak ada kecelakanan yang tidak di inginkan terjadi.


Mendengar apa yang di katakan Nan Lan Rumeng Luye hanya menghela nafas berat. " Baiklah lupakan saja itu, kenapa kamu tidak menceritakan dulu apa yang terjadi."


Luye melepaskannya dan mencari sudut kolam untuk bersandar dengan nyaman. Nan Lan Rumeng tersenyum kemudian mengikutinya. Dia duduk di samping Luye kemudian bersandar di pundaknya.


Luye merasa tidak puas, jadi dia mengangkat Nan Lan Rumeng dan membuatnya duduk di pangkuannya. Kemudian kedua tangannya dengan nakal menggoda. Yang satu masuk ke gua bawah dan yang lain memutar benda kenyal dan bulat itu.


Gerakan tangan Luye cukup cepet, Dia terlihat sangat mahir.


"Aaaah


Ah


Bagaimana aku,

__ADS_1


Ba, bagaimana aku bisa bercerita jika kamu melakukan ini."


Mendengar Luye tidak berhenti dan tetap melanjutkan.


"Ah


aaahh


aku


akan."


Luye tiba-tiba menghentikan jarinya lalu memeluknya. "Baiklah kamu bisa bicara sekarang."


Wajah Nan Lan Rumeng sedikit tertekan karena Luye berhenti di tengah-tengah jalan. Padahal dia hampir mencapai puncak, tapi Luye malah menghentikannya begitu saja. Hal ini menyebabkan tempat pribadinya benar-benar gatal.


Tapi saat melihat Luye, dia hanya melihat senyum mesum seperti sedang mengejek dirinya.


"Sial." Rumeng menggigit bibir bawahnya seperti sangat tertekan. Tangan yang sedikit bergetar perlahan mengambil tangan besar Luye. Lalu menggunakan jari Luye dan memasukannya ke dalam.


"Apa aku telah melihat sisi dirimu yang berbeda?" Luye tidak melawan dan hanya melihat dengan penasaran apa yang akan di lakukan gadis itu.


Rumeng menggosokan jari Luye ke dinding-dinding gua. Dia menggunakan tangan Luye, yang membuat rasanya menjadi lain.


Tapi karena kurang pengalaman gerakannya sedikit kasar yang membuat dia kurang menikmati. Dia merasa cara Luye melakukannya lebih enak. Tapi saat melirik wajah Luye lagi. Dia hanya menemukan Luye menatapnya dengan senyum seperti tidak ingin membantunya. Rumeng hanya mendengus dingin dan melakukannya sendiri dengan tangan Luye.


"Ah


aahhh


aah."


Semakin lama gerakannya semakin halus, dia sepertinya menjadi semakin mahir. Dia sekarang mulai menikmatinya.


"Ahhhh." Setelah beberapa waktu dia ahkirnya mencapai puncak lagi. Sejumlah besar cairan hangat mengalir seperti sumber mata air. Dia berteriak dengan nada tinggi dengan punggungnya yang melengkung.


Lidahnya keluar dan bola matanya bergulir ke belakang. Air liur keluar dengan ceroboh. Pikirannya terkuci seperti dia tidak lagi mampu untuk berpikir karena jatuh ke lautan kenikmatan.


Tubuhnya menjadi lemas seperti jelly dan jatuh di pelukan Luye. Nafasnya terngeah-engah naik dan turun denagn cepat. Jika dia tidak di dalam air mungkin tubuhnya akan di penuhi keringat.


Setelah beberapa waktu kesadarannya mulai kembali, Luye berkata. "Sudah selesai, Jadi cepat ceritakan!"


Tapi dia hanya memutar mata dengan ekpresi cemberut, terlalu malas untuk bicara.

__ADS_1


"prrak." Luye memukul pantat penuh itu lagi yang membuat suara keras. "Apa kamu tidak ingin bicara?" Kata Luye sambil tersenyum.


"Baik." Kata Rumeng dengan malas.


__ADS_2