
"Sialan." Teriak seorang gadis sambil menggebrak meja dengan kedua tangan. Dia adalah gadis kecil resepsionis yang di temui Luye pertama kali.
Dia sekarang berpakaian hitam ketat ala assasin yang memperlihatkan lekukan tubuh yang menawan. Bedanya dia tidak memakai topeng. Dan rambutnya di ikat seperti ekor kuda.
Beberapa urat muncul di dahinya, tatapannya melotot sepertinya dia benar-benar marah. pelayan-pelayan yang ada di ruangan itu hanya bisa ketakutan.
Dalam hati, pelayan itu merasah sedih. Tuan putrinya yang biasanya manis dan manis sekarang memiliki ekpresi yang menyeramkan. Bajingan mana yang memprofokasi tuan putri mereka? Kalo mereka tau siapa bajingan itu mereka ingin mencincangnya menjadi sepulu ribu bagian.
"Ini sudah 3 hari kemana dia menghilang?" Pada awalnya dia berniat untuk membunuh Luye. Tapi siapa yang tau ketika dia siap untuk melaksanakan aksinya bajingan itu malah tidak ada.
Setelah menengkan kemarahan nya gadis itu pergi dari ruangan itu. Para pelayan hanya bisa melihat gadis itu pergi dalam diam.
"Hemm, benar-benar gadis yang menyedikan." Sesosok pria tua kurus datang dari belakang sambil mengusap janggut putihnya. Alis mata putih juga melengkung ke bawah.
Anehnya dia sekarang tidak menghalangi gadis itu untuk membunuh Luye. Tapi dia malah terlihat menantikan apa yang akan terjadi. Perilakunya sekarang seperti penonton yang tidak sabar untuk melihat puncak konflik cerita drama.
Melihat kedatangan orang tua itu Para pelayan bergegas untuk memberi hormat. "Salam Leluhur."
Melihat para pelayan yang melakukan upacara penghormatan padanya kakek itu hanya mengangguk sedikit.
"Ayah, ada apa dengan Linger?" Tiba-tiba seorang pria parubaya dengan tubuh tegak dan kekar muncul dari pintu belakang. Pria itu memiliki kumis tipis dan bulu mata tebal.
Melihat kemunculan pria itu pelayan itu sekali lagi memberi hormat. Mereka menakupkan tinju dan membungkuk. "Salam Patriak."
Pria itu mengangguk sedikit dan sekali lagi menatap pria tua itu.
__ADS_1
"Ini hanya masalah anak muda." Orang tua itu menjawab dengan tenang, setenang air sambil mengelus janggutnya.
"Apa itu ada hubungannya dengan pria?" Patriak keluarga Vale itu bertanya dengan suara menusuk. Sebagai seorang ayah dia merasa sakit ketika harus memberikan putrinya kepada pria lain. Terlebih lagi jika pria itu bajingan, dia benar-benar tidak rela.
Orang tua itu hanya tersenyum dan menganggukan kepala, tidak ingin menjelaskan lebih jauh.
Melihat ini Pria itu langsung mengutuk dengan penuh amarah. "Bajingan mana yang berani mengganggu putri kecilku?"
Para pelayan di sisi lain juga memiliki ekpresi tidak senang. Melihat penampilan putri Linger beberapa menit yang lalu mereka dapat menebak kalo hubungan nya dengan orang itu adalah mungsu. Apalagi putri Linger sepertinya sangat membencinya.
Melihat orang-orang yang penuh kebencian ini kakek tua itu hanya tersenyum kecil tidak ingin menjelaskan apa-apa. Dia perlahan berjalan ke luar ruangan dan meninggalkan kata-kata yang tidak jelas sambil tertawa. "Meskipun gadis kecil tidak bertindak sesuai naskah, seharusnya ini tidak akan menjadi masalah besar."
Mendengar ini Patriak dan pelayan menjadi bingung. Namun patriak itu tidak memikirkan ini lagi dan segera pergi meninggalkan ruangan. Para pelayan juga mulai merapikan ruangan itu.
...
Tiba-tiba sesuatu keluar dari air yang tenang menyebabkan kekacuan. Air menyiprat keluar dan menyebabkan gelombang kecil. Ternyata itu adalah kepala seorang manusia.
Di bawah sinar matahari yang cermelang orang itu menyapu rambut di wajahnya, memperlihatkan wajah yang tampan seperti di pahat dari batu giok.
Setelah selesai mandi Luye mengenakan pakaiannya. Dia sudah mengganti pakaian barbarnya yang dulu dengan pakaian yang longgar seperti yang di gunakan tuan muda keluarga besar. Dia sekarang mengenakan jubah hitam dengan motif yang elegan.
Meskipun dia sudah mengganti bajunya tapi dia masih mengenakan kalung taring sebagai kenang-kenangan. Dan tangan kirinya juga terbungkus kain seperti mummy.
Di situ terdapat pola merah dari teknik bawahan 'Starlet Flame'. Dia tidak bisa memperlihatkan itu kepada orang-orang. Setelah mengetahui kekuatan dari Starlet Flame. Hal ini sangat cocok di gunakan sebagai kartu truf di masa depan. Jadi dia bisa membukanya saat dalam kondisi terdesak.
__ADS_1
Sebilah pedang juga tergantung di pinggangnya. Dia menghabiskan 3 hari di hutan untuk melatih teknik berpedang. Bisa di katakan dia sekarang sedikit mahir. Dia sudah mahir menggunakan belati, jadi saat belajar pedang tidak terlalu sulit.
Selesai berkemas dia segera berjalan kembali menuju kota Longxuan.
Memasuki gerbang kota Luye tidak lupa membeli makanan dulu. Setelah benar-benar kenyang dia berniat pergi ke penginapan untuk beristrirahat. Dia sudah berlatih di hutan cukup lama, jadi saat ini dia sangat lelah.
Namun saat berjalan di gang sepi tiba-tiba sebuah tombak es melesat ke arahnya. Menyadari ini Luye dengan sigap menangkis tombak es itu dengan pedang.
"Froz Spear." Sekarang 5 tombak yang lebih besar meluncur bersama dari atas menargetkan Luye.
Luye melompat kebelakang untuk menghindari tombak es itu. Dia merasa kalo terkena tombak es itu, dia tidak akan berahkir dengan baik. Dia berhasil menghidarinya akan tetapi ada satu tombak yang mengarah padanya dan dia tidak sempat untuk di hindari.
Dengan cekatan dia langsung melapisi pedangnya dengan qi dan menangkis tombak itu dengan punggung pedang. Namun pedang itu hancur begitu saja membuat tombak itu menembus ke arahnya.
Meskipun pedang itu hancur dia berhasil sedikit membelokan arah tombak itu sehingga tidak menembus jantungnya. Itu hanya mengenai bahunya yang sekarang terluka. Darah keluar dari luka di bahu membasai pakaiannya.
"Apa yang kamu inginkan?" Luye memegani luka di bahunya. Meskipun dia dalam posisi yang tidak menguntungkan, dia masih bersikap tenang.
"Aku menginginkan hidupmu." Suara seorang gadis terdengar lalu sebuah bayangan hitam terjatuh 10 meter di depan Luye.
Sosok bayangan itu ahkirnya terungkap, memperlihatkan tubuh indah seorang gadis yang menggunakan pakaian assasin dengan rambut yang di kucir kuda. Meskipun dada itu belum tumbuh terlalu subur itu tetap menggoda.
Akan tetapi gadis itu menutupi wajahnya dengan masker yang membuat orang lain berpikir dia gadis yang pemalu. Namun siapa yang mengira kalo dia menggunakan masker itu untuk menutupi identitasnya karena akan melakukan pembunuhan. Fakta ini sudah membuat orang-orang merasa takut.
Tranformasi tahap 3.
__ADS_1
Luye tidak bisa berkata-kata. Sebenarnya ada seorang di ranah tranformasi tahap 3 yang mengincar nyawanya. Setelah mengingat-ingat kembali Luye sepertinya tidak pernah menyinggung orang seperti itu.
Terutama pihak lain adalah seorang gadis muda.