Berenkarnasi Di Dunia Kultivasi

Berenkarnasi Di Dunia Kultivasi
bab17


__ADS_3

Pertanyaan dari Mufeng membuat gadis itu tegang. Tubuhnya sedikit bergetar karena menahan marah. Dia menggertakan giginya dan ahkirnya membuka masker yang menutupi wajahnya.


Wajah cantik dan menawan ahkirnya terpapang di tatapan orang-orang. Mata sejernih air membawah perasaan damai. Bulu matanya yang panjang sedikit bergetar di bawah mata publik. Hal ini hanya menambah pesonanya, yang membuat orang-orang terpesona.


Banyak pria terlihat sangat terpesona, beberapa bahkan tampa sadar meneteskan air liur. Melihat suaminya melihat gadis cantik itu tampa mengedipkan mata, para ibu memukul suaminya yang menyebabkan mereka ahkirnya sadar. Ibu-ibu itu langsung mengambil daun telinga suami mereka dan menariknya pergi dari tempat kejadian, tidak membiarkan suaminya melihat keindahan itu lagi.


"Bukankah itu tuan putri Vale Ling Noer dari keluarga Vale?" Beberapa orang yang sedikit memiliki pengetahuan segera mengenali gadis itu.


"Apakah benar itu tuan putri Ling?"


"Aku tidak percaya akan melihat tuan putri Ling di sini."


Melihat wajah tidak asing itu lagi Luye sedikit terkejut. Dia mungkin sudah menebak kalo ini ada hubungannya dengan gadis resepsionis itu. Tapi dia tidak pernah berpikir kalo gadis resepsionis itu sendiri yang menyerang dirinya.


Luye tersenyum masam.


Vale Ling Noer? Benar-benar menarik! Aku mungkin sudah menebak kalo akan ada beberapa keluarga yang ingin menarikku! Tapi aku tidak pernah berpikir kalo itu adalah 1 dari 4 keluarga besar! Apa aku terlalu mencolok?


Dengan kultivasinya di tahap pertama Tranformasi. Luye sudah menebak kalo akan ada beberapa keluarga yang tertarik padanya. Namun itu seharusnya keluarga kecil seperti Hangwe, atau kalo tidak keluarga dengan pemimpin, master di ranah Tranformasi tahap 9 paling banyak. Lagi pula banyak jenius muda yang memiliki kultivasi lebih tinggi darinya.


"Anda tuan putri Ling Noer?" Sedikit keterkejutan muncul di mata tuan muda Mufeng.


"Benar apakah anda sudah paham sekarang?" Suaranya lembut di sertai jejak keanggunan.


Mufeng sedikit menganggukan kepalanya. Keluarga Vale adalah 1 dari 4 keluarga besar di kota Longxuan. Itu artinya mereka sudah memiliki metode kultivasi keluarga mereka sendiri. Dan malah itu lebih baik dari pada milik Luye, jadi untuk apa mereka merampok.


Namun melihat perkembangan seperti ini membuat Mufeng merasa pusing.


"Maaf tuan putri Ling Noer, lalu apa alasan anda menyerang saya secara tiba-tiba, saya tidak pernah menyinggung keluarga Vale, bahkan kami sepertinya tidak pernah punya dendam yang terlalu dalam." Luye menangkupkan tinjunya dan berkata kepada Ling Noer dengan nada sopan.


Sebelum Ling Noer dapat menjawab Luye menambakan bara ke dalam api. Dengan senyum jahat dia berkata. "Apakah karena keluarga anda adalah salah 1 dari 4 keluarga besar, jadi anda bisa berbuat seenaknya untuk membunuh warga sipil tampa menghiraukan peraturan yang di tetapkan keluarga Wayde?"


Kakek tua perpustakaan yang berada di kerumunan menatap Luye dengan tidak percaya. Tuan muda Mufeng juga tidak bisa berkata-kata.


Mendengar kata-kata Luye Ling Noer tau kalo Luye mencoba mengadu domba keluarga Wayde dan Vale. Luye mengartikan 'Apakah keluarga Vale tidak menghormati keluarga Wayde lagi'.


Untuk mencega kesalah pahaman dengan keluarga Wayde Ling Noer berkata. "Apakah anda lupa, apa yang anda lakukan pada saya?"

__ADS_1


Mendengar jawaban ini Tuan Muda Mufeng ahkirnya mengetahiu kalo mereka memiliki dendam pribadi.


Orang-orang hanya menyaksikan drama ini dalam diam, menjadikan suasana menjadi sunyi.


"Ah jadi itu kamu." Sambil menunjuk Ling Noer, Luye berteriak keras membuat semua orang mendengarnya. Ekpresinya seperti dia ahkirnya menemukan sesuatu. "Bukankah kamu yang saat itu...."


"Tunggu!" Sebelum Luye menyelesaikan perkataannya Ling Noer buru-buru menghentikannya. Dia seperti tau apa yang ingin di katakan Luye.


Dia pasti akan mengatakan itu! Jika pria tidak tau malu ini mengatakannya, apa yang akan di katakan orang-orang?


"Ada apa?" Luye tersenyum sambil menatap gadis itu dengan tatapan profokasi.


Melihat senyum Luye Ling Noer merasa sedikit takut.


"Prok,prok,prok." Suara tepuk tangan yang berirama terdengar. Semua orang melihat ke arah sumber suara. Luye melihat sosok yang dia kenal, itu adalah pria tua yang biasanya menjaga perpustakaan.


Orang-orang menatap pria tua itu dengan pandangan tidak pasti. Anda benar-benar pengganggu!


Pria tua itu tidak memperdulikan tatapan orang-orang. Dia perlahan berjalan kedepan. Lapisan-lapisan kabut putih menguap dari tubuhnya. Di bawah lapisan kabut wajahnya terdiktrosi. Setelah kabut itu menghilang penampilan pria itu berubah.


Dia sekarang menjadi sosok pria tua kurus dengan janggut putih panjang. Auranya menjadi sangat kuat bahkan Luye sulit untuk mengidentifikasihnya.


"Di...dia." Seorang pria dengan kultivasi yang sama dengannya ahkirnya bereaksi. Alis matanya terangkat seakan tidak percaya.


"Apa kau mengetahuinya." Melihat temannya bereaksi dia jadi penasaran.


Pria itu menenangkan diri dan berkata dengan suara rendah. "Dia adalah Vale Xiaoxun, Leluhur keluarga Vale dan merupakan seorang dengan kultivasi puncak ranah Spiritual, di katakan kalo dia bisa menerobos ke Nascent Soul kapan saja."


Mendengar penjelasan ini orang itu sangat terkejut. "Kenapa karakter seperti itu muncul di sini?"


Temannya tersenyum masam. "Aku tidak tau, yang jelas sepertinya yang terjadi di sini di luar pemahaman kita, lebih baik kita pergi saja."


"Humm." Pria itu mengangguk setuju dan mereka berdua segera pergi dari sana.


"Kakek?" Ling Noer berseru kaget. Dia tidak pernah mengira kakeknya ada disini, terlebih lagi dia hanya menonton dirinya di permalukan.


Melihat orang tua itu muncul Mufeng bahkan lebih pusing. Dia tiba-tiba menyesali keputusannya untuk datang ke sini.

__ADS_1


Pria tua itu langsung menangkupkan tinjunya. "Maaf tuan muda Mufeng pria di sana adalah tamu dari keluarga Vale kami, sepertinya terjadi kesalah pahaman sehingga menyebabkan kekacauan, karena semua terjadi karena keluarga saya, keluarga Vale akan mengganti semua kerugian dan membayar denda yang berlaku."


Tuan Muda Mufeng hanya bisa menyerah, dia menakupkan tinjunya dan berkata dengan sopan. "Karena leluhur xiaoxun sudah berkata begitu maka tidak sopan jika saya mengejar lebih jauh, semoga keluarga Vale segera menyelesaikan masalahnya."


"Seperti yang di katakan tuan muda." Vale Xiaoxun berkata dengan senyum.


Mufeng segera pergi dari situ, para bawahan mengikutinya dari belakang. Orang-orang berhamburan.


"Linger pergi ke bendahara keluarga, suruh orang untuk menyelesaikan masalah ini." Xiaoxun memerintakan Ling Noer. Gadis kecil menganggukan kepala dan segera pergi. Sebelum pergi, dia tidak lupa memberi tatapan penuh kebencian kepada Luye.


Setelah kepergian Ling Noer. Xiaoxun berbalik pergi, dia memberi isyarat pada Luye untuk mengikutinya.


Luye langsung mengikutinya dari belakang. Dia sedikit terkejut mengetahui kalo kakek tua yang menjual buku itu ternyata adalah leluhur keluarga Vale.


Menelusuri jalan setapak dari bebatuan, dua orang terlihat berjalan dengan tenang. Satu tua dan satu muda, mereka berjalan tampa mengeluarkan kata.


Kakek itu tampak sangat tenang saat dia menikmati suasana kota. Namun perilaku kakek itu yang hanya diam malah membuat Luye tidak nyaman.


"Ini adalah kediaman keluarga Vale." Tiba-tiba kakek itu berbicara. Luye langsung melihat ke depan."


Luye menemukan di sana terdapat pagar yang terbuat dari batu bata yang kokoh, dengan tinggi 4 meter yang mengitari lahan yang sangat luas. Di dalam area pagar Luye samar-samar melihat atap-atap fila yang mewah dan besar.


Pintu gerbang besar di jaga oleh 2 orang, mereka memancarkan aura Tranformasi tahap 5. Setelah melihat kakek itu mereka dengan sigap membuka gerbang besar yang terlihat berat itu.


Memasuki area rumah Luye merasakan aroma wangi dan sejuk. Di taman yang luas banyak bunga warna-warni di tanam. Banyak fila dan perumahan yang di bangun di area yang luas ini. Semua memancarkan kemewahan dan elegan.


'Layak menjadi keluarga kelas 2 dia Longxuan!' Luye diam-diam memuji dalam hati.


Memasuki salah satu fila Luye menemukan ruang tamu yang sangat Luas. Banyak ornamen di dinding dengan gaya tiongkok kuno.


"Duduk." Xiaoxun mempersilaka Luye untuk duduk. Luye dengan senang hati mencari tempat yang nyaman untuk duduk.


Xiaoxun duduk di seberang Luye. Lalu dia bertepuk tangan dan menyuruh pelayan untuk menyajikan teh.


Sambil tersenyum menatap Luye, Xiaoxun membuka percakapan untuk mencairkan suasana sunyi ini. "Saya sangat kagum dengan anda Luye, atau saya harus memanggil anda dengan sebutan Tuan Muda Lue Yi dari Kota Dam?"


Mendengar ini Luye yang sedang minum teh langsung tersendak. Dia menyemburkan teh keluar dan berbatuk beberapa kali. "Ba...bagaimana kamu?"

__ADS_1


Luye menatap kakek itu dengan tidak percaya.


__ADS_2