Berenkarnasi Di Dunia Kultivasi

Berenkarnasi Di Dunia Kultivasi
bab30


__ADS_3

Memasuki kamar Luye menjatuhkan Qin Long di kasur. Setelah beberapa saat, pakaian tersebar berhamburan. 2 orang itu benar-benar tampa busana.


Tubuh indah seputih salju terpapar di depannya. Luye mulai menggoda dua bola bersalju yang membuat Qin Long sangat kepanasan. Embun bening mulai mengembun di dunia merah mudah. Luye juga tidak menahan diri lagi, langsung menjelajahi ke zona terlarang itu menggunakan mulutnya. Hal ini hanya akan membuat lebih banyak Air musim semi keluar begitu saja. Godaan Luye di zona terlarang membuat Qin Long tidak tahan. Dengan suara bernada tinggi Tubuh Qin Long sedikit bergetar, dan dia langsung terbaring lemas tidak bisa menggerakan satu jaripun.


Dadanya naik turun berirama, dia bernafas jauh lebih kasar sekarang, yang membuat aroma wanita menyebar ke seluru ruangan.


Adik Luye juga sudah tidak sabar. Mengelus-elus dunia merah mudah itu yang membuat Qin Long mengerang kesenangan. Dia segera memasukinya. Merasakan area terlarangnya di masuki, mata Qin Long terbuka lebar. Dia merasakan perih saat di tembus oleh Luye.


"Ah." Butiran halus air mata keluar dari sudut mata Qin Long. Sambil mencengcram seprai, dia memiliki ekpresi kesakitan. Namun hatinya merasa sangat bahagia.


"Apa kamu baik-baik saja?" Luye merasa tidak tenang, tatapannya kepada Qin Long sekarang lebih halus. Karena Qin Long sudah menjadi wanitanya, dia akan belajar untuk menyayanginya.


"Lakukan saja."


Luye mulai bergerak secara perlahan. Tidak lama kemudian sepertinya rasa sakit yang di alami Qin Long sudah hilang dia mulai menikmatinya.


"Lakukan lebih cepat." kata Qin Long.


Luye tidak menahan lagi dia bergerak lebih cepat sambil menciumnya. Erangan mempesona memenui ruangan itu selama beberapa waktu. Qin Long berteriak keras saat dia mencapai puncak. Tubuhnya melengkung matanya bergulir ke atas, dia bahkan menjulurkan lidahnya. Dia langsung terbaring lemas sekali lagi.


Namun sepertinya Luye masih kurang, dia melebarkan kaki Qin Long lagi dan menusuknya lagi.


"Kamu lagi?" Qin Long yang hanya terbaring lemas tidak bisa berbuat apa-apa. Dia terlihat pasra, namun dia sangat bahagia melihat Luye bersemangat padanya. Selama beberapa waktu suara mempesona menyebar di seluruh ruangan itu lagi.


Sekarang Luye sudah berbaring di tempat tidur. Qin Long berada di pelukannya, dia tertidur pulas tubuhnya bergetar dari waktu ke waktu. Dia terlihat berkeringat dan sangat kelelahan. Tapi memiliki ekpresi senyum senang di wajahnya.


...


Seorang pria parubaya sedang duduk di sebuah kursi besar di ruangan yang luas. Itu memancarkan aura kemegaan seperti seorang raja. Di depannya adalah karpet merah membentuk jalan membentang sampai jauh. Di sisi kanan dan kiri karpet banyak orang duduk seperti penasehat raja. Semuanya memiliki aura Nascent Soul dan Spiritual, hanya seorang pria muda yang memiliki kultivasi Tranformasi tahap 9. Tatapan pria parubaya itu menyapu orang-orang yang duduk di kursi sekitarnya.


Wajahnya menunjukan kalo dia benar-benar bosan dengan hal ini. Salah seorang wanita cantik dengan tubuh indah dan bibir merah itu berkata. "Ada berita menarik hari ini, tuan Patriak!"


Pria parubaya itu mengangkat alisnya menatap wanita cantik itu. Ekpresi bosan dan ketidak perdulian masih tergambar di wajahnya, namun dia masih tetap bertanya. "Apa itu?"

__ADS_1


"Ada seseorang mengacau, dia berani membunuh di kota Longxuan ini, bahkan menghancurkan keluarga kelas 4." Wanita berbaju merah itu menjawab dengan santai. Sebelum dia menglebarkan kipas dan menggunakanya.


Orang-orang mulai berdiskusi satu sama lain. Mereka tidak berpikir akan ada yang berani menyinggung keluarga.


"Apa?" Seorang pria muda berbaju putih berdiri. Dia merasa ada orang tidak tau malu yang berani melawan keluarga Wayde.


Ketidak perdulian masih tergambar di wajah pria parubaya itu. Seperti bukan hal yang terlalu besar. "Apa yang istimewa?"


"Kakek, bukankah ini penghinaan bagi keluarga Wayde kita?" Pria muda berbaju putih berkata dengan tidak senang. Niat membunuh terlintas di matanya. Dia menatap pria parubaya yang berada di kursi atas dengan tenang.


"Tuan muda Mufeng tenangkan dirimu!" Seorang pria tua yang duduk di samping Mufeng memperingatkan dan menyuruhnya untuk kembali duduk.


Melihat ekpresi pria parubaya yang berada di kursi atas dia tau dia salah bicara. Dia langsung diam dan dengan patuh duduk kembali.


Pria parubaya itu menatap Mufeng dengan tenang kemudian berbalik menatap wanita itu dan bertanya lagi. "Apa yang istimewa?"


Wanita itu tersenyum, tapi kipas merah itu menghapangi senyum manisnya. "Dia memiliki pendukung, Vale Xiaoxun dan Gain Mifang."


Pria parubaya itu mengangkat alisnya. Dia seperti menemukan ini sangat menarik. "Apa ini akan menjadi yang ke 3 kalinya mereka mengirim seseorang."


"Ke tiga kalinya apa?" Mufeng berbalik menatap pria tua di sampingnya.


Orang tua yang berada di samping Mufeng langsung membisikan sesuatu di telinga Mufeng. Tatapan terkejut muncul di wajah Mufeng. Dia menatap pria paru baya dan berkata. "Kakek bukankah hal itu tidak bisa di biarkan terjadi? Jika kedua keluarga itu berhasil bukankah kita memiliki saingan? Selain itu bocah yang mengacau dan menghancurkan keluarga kelas 4, itu adalah orang yang sama yang membuat kekacauan di pasar saat itu."


Orang-orang di sana menatap Mufeng. Di perhatikan banyak master, Mufeng mengangkat dadanya seperti dia adalah seorang bintang. Dia merasa sangat bangga dengan usulnya untuk keluarga, dia tersenyum menyombongkan diri bertindak seperti Patriak masa depan keluarga Wayde.


"Tuan Mufeng." Kakek tua yang berada di samping mufeng mengguncang bahunya. Dan pada saat itulah dia sadar kalo orang-orang menatapnya dengan aneh. Seperti melihat bocah kecil yang tidak tau apa-apa.


Pria parubaya itu menghela nafas berat. Dia menggelengkan kepala dengan senyum kecewa "Anda tidak bisa melakukan itu, menghalangi jalur kultivasi seorang kulivator itu sama saja dengan membunuhnya."


"Tapi bukankah jika mereka berhasil, otoritas keluarga wayde menurun? Apa kita takut dengan beberapa kluarga kelas 2?" Mufeng masih mencoba untuk bermanufer.


Pria parubaya itu terlalu malas untuk menjelaskan. Dia mengangkat tangannya dan berkata. "Pertemuan hari ini cukup sampai di sini."

__ADS_1


Setelah itu dia berjalan pergi dari ruangan itu. Orang-orang saling pandang, kemudian berhamburan 1 demi satu.


Mufeng memiliki ekpresi yang berat. Dia seperti tidak di hargai tadi. Dia berjalan kembali menuju halaman depan. Di taman terdapat seorang pria yang terlihat 30 an, dia bediri di sana sambil memegang tangan di belakang.


"Ayah kenapa kakek bersikap begitu?" Mufeng menatap punggung pria itu, ekpresinya sedih seperti dia di perlakukan salah.


"Anda hanya kurang paham tentang dunia!" Suara pria itu halus seperti tidak ada beban. Dia menjawab Mufeng tampa berbalik, masih menatap matahari emas yang akan tenggelam.


Hembusan angin lembut menyapu wajah pria itu. Yang membuat helaian rambut itu manari. Melihat pemandangan ini Mufeng merasa kagum, tapi dia segera bertanya lebih lanjut. "Apa yang anda maksud ayah?"


Pria itu berbalik menatap Mufeng. Dia menghela nafas berat. "Apa anda tau dunia kultivasi tidak seindah yang anda bayangkan?"


"Maksudmu?"


Pria itu berbalik lagi lalu menjelaskan. "Di dunia ini yang terkuat akan di hormati, dan yang terlemah akan di injak, itu adalah hukum alam."


Mufeng masih memperhatikannya dengan seksama.


"Keadilan itu tidak bisa di dapat dari makluk lain, atau anda memohon kepada dewa demi keadilan, anda hanya mendapat omong kosong para dewa, keadilan diri sendiri anda harus mendapatkannya sendiri."


"Mendapatkannya sendiri?" Mufeng bahkan lebih bingun.


Pria itu menemukan kebingungan Mufeng dan menjelaskannya lagi. "Dengan menjadi kuat, selama anda adalah yang terkuat maka tidak ada orang yang berani memperlakukan anda secara tidak adil."


"Lalu kenapa keluarga Wayde melindungi dan mengadili orang-orang di kota Longxuan?"


"Itu hanya untuk kenyamanan keluarga Wayde, Tapi apa anda pernah melihat penatua atau partiak keluarga Wayde keluar untuk menegakan keadilan?"


Mufeng menggelengkan kepala. "Apa maksudnya?"


"Di mata kami para Nascent Soul keadilan manusia lemah itu bukan urusan kami, terutama itu sama sekali tidak memberi kami keuntungan, Kami mungkin menulis hukum untuk melindungi atas nama kami, Namun dalam prakteknya yang menjalankan itu adalah para tim patroli."


Tim patroli paling tinggi mungkin ada di ranah Tranformasi tahap 9. Maka dari itu jika ada master yang kuat seperti ranah Spiritual. Mereka tidak akan mengambil tindakan dan hanya melaporkan nya ke keluarga Wayde.

__ADS_1


Pria itu tiba-tiba berkata. "Mengingat hal itu aku benar-benar tidak bisa tidak kagum dengan bocah bernama Luye itu."


__ADS_2