Berenkarnasi Di Dunia Kultivasi

Berenkarnasi Di Dunia Kultivasi
bab23


__ADS_3

"Kemana perginya orang tua itu?" Luye masuk ke kamarnya lagi. Dia telah mencoba mencari sepertinya dia tidak menemukannya.


"Mungkin aku harus menunggu selama 3 minggu." bagaimanapun Xiaoxun bilang akan menemuinya selama 3 minggu.


Luye memukul kepalanya. "Ah iya, aku belum bertanya tentang ranah di atas Nascent Soul, lupakan saja aku lebih baik fokus untuk menerobos segera mungkin."


Luye pergi ke tempat tidur dan mulai berkultivasi. Waktu berlelu begitu saja, malam hari ahkirnya tiba. Mendengar ketukan di pintu Luye membuka matanya.


Setelah menyurunya untuk masuk. Seperti yang di duga itu adalah Qin Long. Menemukan dia lagi Luye tidak tau harus tertawa atau menangis.


Sebenarnya siapa yang pelayan di sini. Kenapa dia bertindak seenaknya. Meskipun Luye tau kalo dia hanya berpura-pura menjadi pelayan.


Terlebih lagi dia sekarang menggunakan dress kecil trasparan. Luye dapat melihat kulit putihnya dan pakaian dalamnya. Dia berjalan dan langsung duduk di pangkuan Luye. Perasaan daging lembut menduduki barang berharaganya, akan membuat pria manapun gila.


"Hei, Qin Long bukankah apa yang anda lakukan selama ini terlihat terlalu di buat-buat? Tidak bisakah anda bersikap normal?" Luye memperhatikan selama ini, cara untuk menggoda Luye terlihat sangat monoton. Tapi saat di kolam Luye lebih fokus dalam mengintrogasinya, jadi dia tidak mengungkitnya.


Mendengar apa yang di katakan Luye, tubuh Qin Long langsung menegang. Wajahnya menjadi merah cerah.


"It, itu." Sekarang dia menjadi pemalu, dan tidak ganas seperti sebelumnya. Qin Long menundukan kepala karena malu.


"Ada apa?" Luye hanya menanyainya lebih lanjut. Luye telah hidup lama, dia sangat sensitif dengan psikologis manusia.


Qin Long menggigit bibir merahnya dan mencengkram bajunya. Dia terlihat sangat gugup. "Apa kamu tidak menyukainya?"


Mendengar pertanyaan itu lagi Luye hanya memutar mata. "Aku menyukainya, namun aku lebih suka kalo kamu bersikap alami, kenapa memaksakan diri?"


Qin Long menjawab dengan suara kecil "Aku tidak punya pengalaman dengan pria, jadi aku membeli beberapa buku tentang cara menyenangkan pria."


Mendengar jawaban itu Luye hanya bisa tersenyum masam. "Anda tidak perlu menyenangkan saya, saya sudah setuju untuk membantu anda, lagipula alkimia anda mungkin berguna."


Melihat Luye seperti ingin mengusirnya dia sedikit kawatir. Dia menegaskan diri dan berkata. "Tidak! Pada awalnya memang saya berniat memuaskan anda supaya bisa membantu saya membalas dendam, ta, tapi...."


Dia menggigit bibir meranya lagi, tubuhnya sedikit bergetar. "Tapi setelah bertemu kamu, aku merasa lebih nyaman, saat kamu memeluku aku merasa sangat bahagia, aku bahkan hampir melupakan balas dendamku, aku, aku, aku menyukaimu!"


Setelah mengatakan itu wajahnya menjadi lebih merah dan merah, namun dia berusaha melanjutkannya. "Ja, jadi tolong jangan mengusirku, semua yang aku katakan pada saat itu bukanlah akting untuk kamu mengasihaniku, itu benar-benar perasaanku."


Mendengar pengakuan Qin Long, Luye menghela nafas berat. "Lalu apa yang kamu inginkan?"


"Aku ingin menjadi wanitamu."


Luye seperti ingin tertawa dan menangis, dia hanya tersenyum masam dan myetujuinya. "Baiklah."


"Em, apa kita akan melakukannya malam ini?" tiba-tiba Qin Long menanyakan hal itu.


Luye tersendak mendapatkan pertanyaan tiba-tiba "Aku sedang fokus berkultivasi, jika tidak bagaimana bisa menyusul anda?"


Qin Long tersenyum dan berkata. "Tidak masalah tapi aku harus tidur denganmu, oke."


Walau Luye hanya berkultivasi selama 1 sampai 7 jam per hari. Namun itu masih sangat melelahkan, karena kekuatan masih rendah dia secara otomatis sangat mudah kelelahan.

__ADS_1


Luye hanya bisa mengagukan kepala.


Luye mulai memposisikan dirinya dia tidur terlentang. Qin Long di sampingnya dan menjadikan tangan Luye sebagai bantal. Wajahnya tersenyum sangat bahagia.


Luye sudah tertidur pulas tapi Qin Long sepertinya masih bangun. Dia mengangkat kepala menatap wajah tampan Luye. Tangannya mulai menyapu pipi Luye, lalu tertawa kecil.


Tiba-tiba dia mengingat sesuatu. "Bukankah seorang pasangan harus berciuman?"


Dia menyapu rambut panjangnya dan di gantung di telinga. Lalu perlahan mendekatkan bibirnya ke bibir Luye. Dengan kecupan singkat bibir mereka bertemu. Dia langsung deg-degan, jantungnya berdetak lebih kencang.


Nafasnya menjadi tak teratur. Dadanya naik turun setelah itu dia menenangkan diri. Menyandarkan kepala di bahu Luye dan memeluknya lagi.


Qin Long benar-benar tidak berpikir kalo dia akan tergila-gila pada Luye. Dia segera menghela nafas dan menutup mata.


Keesokan harinya Luye terbangun. Dia merasakan tubuhnya sangat berat. Seperti di atasnya ada batu. Setelah membuka matanya dia hanya melihat seorang wanita yang menimpanya di atasnya. Wanita itu hanya menggunakan Dress trasparan yang menyebabkan kulit seputih salju dan pakaian dalam hitam terlihat. Dia tertidur pulas dengan senyum di wajahnya, seperti memimpikan sesuatu yang indah. Air liur juga keluar sepertinya dia sangat menikmati tidurnya.


"Longer." Luye perlahan mengguncangnya.


Qin Long membuka mata cantiknya perlahan. Dia mengusap matanya dan menyadari dia tidur di atas Luye, Dia segera turun.


Luye hanya tersenyum masam. Dia mengalami sakit punggung, dia bangun dan meluruskan punggungnya.


"Maafkan aku." melihat Luye seperti kesakitan dia merasa bersalah.


"Lupakan saja."


...


Semakin hari perilakunya semakin aneh, sepertinya buku yang dia beli benar-benar telah mempengarui jiwanya. Terahkir kali dia bahkan meminta berciuman dengannya. Luye hanya menurutinya dan memberi ciuman yang dalam. Namun dia menjadi ketagian dan memintanya setiap kali akan tidur.


Ling Noer juga sesekali datang. Dia sepertinya memiliki hubungan yang baik dengan Qin Long, bahkan memanggilnya kakak. Dia bersikap dingin kepada Luye, terahkir kali bahkan gadis kecil itu mengancam Luye. 'Kalo kamu mencoba hal yang lucu pada kakak Longer, aku akan membunuhmu'.


Luye hanya bisa tertawa dalam hati. 'Seharusnya aku yang sensara di sini'.


2 minggu berlalu begitu saja. Luye sekarang sedang berkultivasi di kamarnya. Tiba-tiba perut bagian bawahnya memanas.


Lapisan-lapisan energi panas, berwarna merah api berenang di sekitar Luye. Tiba-tiba tubuhnya seperti lumbang hitam menyerap semua energi di sekitar dengan kecepatan yang tidak biasa. Itu terus menyerap terus menerus tampa ada niat untuk berhenti.


Di dalam tubuh Luye terdapat pusaran air berwarna merah api. Namun tiba-tiba di tempat lain di tubuh Luye, pusaran api kecil terlahir. Itu terlihat sangat kecil dari pada pusaran yang pertama. Dengan serapan energi tampa batas, pusaran kecil itu perlahan membesar. Terus-menerus membesar hingga sama dengan yang pertama. Namun itu tidak berhenti itu membesar sedikit lagi, sehingga lebih besar dari yang pertama.


Angin halus menyapu area sekitar. Dengan itu aura Luye tiba-tiba berubah. Sekarang jauh lebih kuat dari sebelumnya.


Tranformasi tahap 2.


Luye mencengkram tangan nya kirinya yang terbungkus kain putih. Dia membuka kain itu dan memperlihatkan pola merah 'Starlet Flame' di punggung tangan. Sekarang pola itu terlihat lebih kuat dari sebelumnya.


"Ini akan lebih kuat secara otomatis ketika kultivasiku meningkat." Gumam Luye dengan kagum.


Sekarang dia mengambil sarung tangan putih untuk menutupi tangannya.

__ADS_1


"Sekarang aku hanya perlu berlatih dan memodifikasi metode sampai aku pergi ke inferno." Dia menarik nafas dalam-dalam lalu beranjak pergi.


Keluar dari kamar, Luye pergi ke taman. Di sana dia melihat Qin Long dan Ling Noer berbincang sambil tertawa.


Menyadari kehadiran Luye mereka berbalik. Ling Noer masih seperti biasa, menatap Luye dengan kebencian. Di sisi lain Qin Long menatap Luye dengan kasih sayang.


"Kamu menerobos." Qin Long memberi selamat dengan pelukan.


Ling Noer sedikit mengangkat alisnya melihat Luye menerobos. Lalu setelah melihat Qin Long memeluk Luye, dia langsung memisahkannya. Dia berdiri di depan Qin Long bersikap seperti akan melindunginya dari pengaruh iblis. "Kakak Long jangan terpengaruh olehnya, bagaimana kalo dia menerobos? Jangan pernah menyentunya, dia mungkin terlihat polos dan polos, tapi dia itu sebenarnya iblis mesum penuh nafsu."


Qin Long hanya tersenyum masam. Luye tidak memperhatikan perilaku gadis itu. "Apa Xiaoxun itu sudah pulang?"


"Beraninya kamu menyebut kakek seperti itu, apa anda sudah bosan hidup?" Ling Noer menunjuk hidung Luye dengan tidak percaya.


"Apa bukankah itu namanya?" Luye mencoba menggoda gadis kecil ini. Bagaimanapun Xiaoxun tidak terlalu memperdulikan formalitas. Apalagi dia sekarang adalah rekan.


"Kamu, kamu, jangan berpikir jika kamu adalah tamu, kamu bisa berbuat seenaknya, aku akan mengatakan ini ke kakek dan lihat apa yang akan kamu dapatkan." Ling Noer menunjuk Luye dengan ekpresi marah. Dia tersenyum licik 'mungkin dengan melaporkan ke kakek aku punya kesempatan untuk menghajarnya'.


Setelah di permainkan oleh Luye di depan umum dia benar-benar marah. Dia ingin membalas tapi ternyata Luye menjadi tamu terhormat keluarga Vale. Jadi dia tidak punya kesempatan untuk menghajar Luye.


Dia ingin menghajar Luye, merontokan giginya. Dia ingin melihat Luye memohon belas kasihan di bawah kakinya.


"hihi." Membayangkan saja sudah membuat dia terkikik.


Ling Noer tiba-tiba mengeluarkan caram bundar hitam. Itu adalah alat komunikasi biasa jarak dekat. Yang bahkan belum layak di sebut artefak kelas rendah. Tapi bagi keluarga Vale itu masih merupakan harta.


"Ada apa?" Suara tua tiba-tiba terdengar.


"Kakek ada yang ingin aku katakan pada...."


"Xiaoxun." Sebelum gadis itu mengatakan lebih lanjut Luye sudah memotongnya.


Ling Noer langsung menatap Luye dengan mulut terperanga. 'Apakah dia sudah bosan hidup? Bagaimana kakek mentolerasi perilaku tidak sopan ini di depan wajahnya?'


Gadis itu menatap Luye dengan simpatik. "Kakek dia benar-benar tidak sopan, biar aku yang mehukumnya." 'Setidaknya jika aku yang menghukum dia tidak akan mati'


Namun hal yang tak terduga terjadi, Suara tua itu terdengar lagi. "Apakah itu Luye?"


"Benar, aku mencarimu tapi kau tidak ada?"


"Apa ada sesuatu?"


"Ada yang ingin aku tanyakan."


"Baik temui aku di fila no 15."


"Baiklah." Luye mengagukan kepala dan segera pergi.


Melihat kepergian Luye, Ling Noer terjatuh ke tanah. Mulutnya masih terbuka lebar. Dengan wajah tercengang dia bergumam.

__ADS_1


"Siapa sebenarnya dia?"


__ADS_2