
Sang surya ahkirnya kembali, menyapu semua udara dingin di sekitarnya dan di ganti kehangatan yang menghangatkan jiwa. Suara kicauan burung berirama membuat mentari itu tersipu malu.
"Anjing pemalas cepat bangun." Ling Noer berteriak saat dia sedang menendang Luye yang masih tertidur di atas batu.
Luye berguling beberapa kali di tanah yang menyebabkan wajahnya kotor. Dia bangun dan menunjuk ke arah Ling Noer dengan wajah tidak percaya. Dia berteriak sedih. "Kamu, kamu, ku kira masalah antara kita sudah lama selesai, kenapa anda masih memiliki dendam dengan saya?"
Mendengar perkataan Luye Ling Noer ahkirnya sadar. Bukankah itu masalah lama? Namun kenapa saat dia melihat Luye selalu ingin memprofokasinya? Ling Noer mencoba menenangkan dirinya, sambil menggenggam tangan untuk menutupi mulut dia berbatuk kecil. Dia bertindak seperti orang yang paling masuk akal dan tidak bersalah. "Aku membangunkanmu dengan niat baik, kita akan segera pergi, tidak mungkin saya meninggalkan anda."
'Apa menendang orang ke tanah itu yang anda maksud dengan niat baik?"
Luye hanya diam dan berdiri lalu merapikan pakaiannya. Dia tidak mengatakan apa-apa dan berbalik pergi.
Ling Noer menatap kepergian Luye dengan kemarahan. Tampa Luye sadari perilakunya malah membuat gadis itu semakin tidak senang.
Melihat perilaku mereka berdua Qin Long terkikik kecil sambil menutupi mulutnya. Menengok kesamping dia hanya melihat para pria itu yang menatapnya dengan terpesona. Wajahnya menjadi dingin dan dia pergi dari sana.
Melihat ke arah kepergian Qin Long para pria itu tersenyum masam. Mengapa wajah cantik itu berubah dingin saat melihat mereka? Bukankah dia tadi terlihat bahagia?
Melihat para pejantan yang seperti kehilangan betinanya Gain Yun yang duduk di atas batu menggelangkan kepala. Dia melompat dari batu besar itu dan berkata. "Baik kita mulai berangkat."
Semua orang setuju dan mulai menelusuri jalan lagi. Sekelompok 7 orang itu ahkirnya berbincang-bincang sambil berjalan.
Sebuah pohon besar muncul di visi Luye. Pohon itu sangat besar dengan kanopi-kanopi yang bergoyang lembut. Cahaya matahari melintasi celah-celah kanopi yang menyebabkan bayangan berbintik.
"Uh itu cukup besar." Luye merasa kagum, pohon di hutan sebelumnya masih di anggap normal di dunia sebelumnya. Tapi pohon ini berdiameter 5 meter.
"Tidak bisakah anda berhenti merasa kagum!" Suara tidak senang Ling Noer terdengar dari belakang.
Luye hampir memuntakan seteguk darah karena gadis itu selalu mengkritisinya. Dia berteriak penuh ketidak senangan. "Tuan putri, jika anda tidak menyukai saya maka biarlah, tapi tidak perlu anda mengkritisi setiap ucapan saya!"
Gain Yun dan yang lainnya hanya bisa tertawa melihat ini. Bagaimanapun hal ini terjadi sepanjang jalan. Mereka menjadi terbiasa dan menonton sebagai hiburan.
Ketika Luye mengatakan sesuatu atau berpendapat akan sesuatu, lalu setelah itu Ling Noer akan bicara dengan pedas dan mengkritik habis semua yang Luye katakan. Luye pada awalnya hanya mengabaikan namun lama-kelamaan gadis itu tidak bisa berhenti yang membuatnya ingin memukulnya, tapi Luye tidak merealisasinya yang membuatnya gatal, alhasil Luye hanya melawannya dengan kata-kata. Dan apakah anda akan menang melawan wanita dengan kata-kata?
Lalu di sisi lain Qin Long akan selalu tersenyum melihat kedekatan mereka. Wajahnya berseri-seri terlihat bahagia, yang tentu saja membuat para laki-laki itu terpesona.
__ADS_1
Gain Yun hanya bisa menggelangkan kepala dari waktu-kewaktu. Dia tidak pernah berharap teman masa kecilnya memiliki sifat seperti ini.
"Apa anda tidak melihat di sana?" Ling Noer menunjuk ke satu arah jauh, dia berkata seperti Luye adalah orang buta yang selalu kagum akan hal biasa.
Luye ahkirnya menemukan di tempat jauh sana semua pohon sangat besar bahkan lebih besar dari yang Luye lihat sebelumnya. "Kenapa kita seperti malah kedalam hutan, kamu bilang kita akan melewati desa dulu?"
"Bukankah aku sudah mengatakan padamu, karena ada bandit kita mengambil jalan memutar." Ling Noer berkata dengan tidak senang.
'Tidak heran itu begitu lama.'
Luye merasa tidak yakin tentang hal ini. Dia berhenti dan mengangkat tangannya. "Tunggu dulu!"
Melihat Luye berhenti berjalan mereka semua juga berhenti. Gain Yun seperti ingin menanyakan sesuatu. Ling Noer menatapnya dengan tidak senang.
"Ada apa?" Suara lembut Qin Long menyapu Luye. Melihat perubahan ekpresi Luye, Qin Long berpikir ada sesuatu.
"Ah tidak, mungkin hanya perasaanku saja." Luye menggelangkan kepala sambil tersenyum.
"Merepotkan saja." Ling Noer mendengus dingin lalu berbalik berjalan lagi.
Mereka ahkirnya berjalan melewati hutan dengan pohon yang besar ini. Di bawah pohon-pohon besar tentu saja itu sejuk dan nyaman.
"Ah itu dia!" Luye ahkirnya seperti menemukan sesuatu.
"Apa yang kamu temukan." Gain Yun merasa Luye sedikit pintar, jadi melihat Luye menemukan sesuatu dia sedikit tertarik.
Luye menggelngkan kepala dan menatap Ling Noer yang berada di depan dengan serius. "Dari mana kamu mendapatkan informasi itu?"
Ling Noer merasa tidak senang namun melihat ekpresi serius Luye dia ahkinya menjawab. "Dari seseorang."
V
"Apa kamu tau identitasnya?" Luye bertanya lebih jauh.
Ling Noer mengingat lagi orang itu dan dia tidak tau, lalu dia malah berkata dengan tidak senang. "Kenapa kamu malah mengintrogasiku?"
__ADS_1
Melihat gadis keras kepala dan tidak mau kalah itu Luye hanya menghela nafas berat.
"Apa kamu tau sesuatu?" Gain Yun merasa Luye mengetahui sesuatu.
Luye sedikit mengelus dagunya. "Hemm aku tidak yakin ini hanya perasaan ku, di tebing, di hutan, apalagi di hutan dengan pohon besar, ini adalah tempat yang sangat baik untuk penyergapan."
Mendengar perkataan Luye mereka semua mulai waspada. Melihat sekeliling siapa tau akan di serang tiba-tiba. Meskipun Luye hanya berspekulasi tapi tidak ada salahnya waspada.
Gain Yun hanya menatap sahabatnya Ling Noer dan bertanya dengan halus. "Dari mana anda mendapatkan informasi?"
"A, aku...." Ling Noer tidak tau harus apa. Jika spekulasi Luye adalah benar. Bukankah selama ini mereka hanya berjalan di mulut buaya yang terbuka? Dan semuanya terjadi karena dia! Perasaan bersalah membuat gadis itu tidak bisa berkata-kata.
Tiba-tiba ratusan anak panah melesat dari atas pohon menuju ke tim mereka. Panah itu sangat cepat mungkin bisa melukai Tranformasi tahap 4. Tapi jika tahap 5 terkena banyak, mereka juga bisa mati.
"Ice Shield." Yu Sang berteriak lapisan-lapisan es mengembun di udara dan membentuk banyak perisai yang melindungi mereka semua.
Anak panah melesat, menabrak perisai es dan tertancap di situ. Es perlahan mencair dan panah-panah itu jatuh seperti hujan.
"Siapa kalian keluar." Yu Sang meraung keras ke udara. Wajahnya di penuhi dengan kepaitan. Dia tidak pernah berpikir akan jatuh dalam penyergapan.
Tiba-tiba banyak sosok ahkirnya keluar dan berdiri di batang-batang pohon di atas. Ada puluhan dari mereka, yang paling lemah adalah tahap 4 tranformasi.
Mereka semua memiliki penampilan yang acak-acakan seperti seorang bandit. Dan ada sekitar 10 master tahap 6.
Melihat semua ini mereka semua merinding ketakutan. Bahkan Yu Sang yang selalu bangga merasa ketakutan. Ling Noer malah dalam kodisi terburuk, dia merasa semua yang terjadi di sebabkan olehnya.
Dia tidak menyelidiki dulu informasi itu benar atau tidak, Dia benar-benar merasa sangat terbebani. Dia mungkin akan selamat selama dia memberi tau identitasnya. Mereka hanya akan menyandranya dan meminta tebusan. tapi bagaimana dengan yang lain?
Hanya Luye dan Qin Long yang menatap orang-orang barbar itu dengan tenang.
Tiba-tiba seorang pria kurus yang telanjang dada, dengan tubuh yang banyak tato melompat dari atas. Kultivasinya menunjukan Tranformasi tahap 7. Dia berdiri 20 meter dari kelompok Luye.
Dia tersenyum dan bertepuk tangan Lalu tertawa terbahak-bahak. "Haha, benar-benar Lucu, kalian benar-benar menyadarinya pada saat terahkir, padahal sepuluh langka lagi aku bisa mengalakan kalian dengan mudah."
Senyum nya tiba-tiba menjadi buruk. "Tapi itu tidak akan mengubah apapun!"
__ADS_1