Berenkarnasi Di Dunia Kultivasi

Berenkarnasi Di Dunia Kultivasi
bab28


__ADS_3

Setelah itu Luye di beri tau apa yang terjadi. Di distrik ini ada 2 keluarga kelas 4 yang mengusai bisnis dan perdagangan di distrik G ini.


Keluarga Zu telah membuat banyak plot yang mengakibatkan kemunduran keluarga Hang. Setelah keluarga Hang semakin mundur, mereka secara perlahan mengusai pasar. Sampai pada generasi Hang We, keluarga Hang benar-benar hancur.


Banyak aset di jual karena kerugian besar, dan hanya menyisakan rumah keluarga Hang saja. Namun keluarga Zu tidak malakukan sampai situ saja, mereka juga mulai menuntut utang yang tidak masuk akal. Karena kalah dalam kekuatan Hangwe hanya bisa pasra dan membayar utang itu sedikit demi sedikit. Tidak hanya bekerja sebagai kusir, Hangwe juga melakukan banyak hal untuk melunasi hutang.


Dan sepertinya mereka adalah saingan cinta di masa lalu. Maka dari itu, meskipun keluarga Zu sudah menang. Zu Sang benar-benar tidak akan puas.


Ya, itu hanya masalah keluarga mereka, Luye tidak terlalu perduli akan hal itu. Dia hanya mendengar dalam diam saat kedua suami-istri itu berbicara. Sambil memakan beberapa buah dan hidangan yang di sajikan.


"Lalu tuan Luye ada keperluan apa anda ke sini?" Hangwe menatap Luye dengan penasaran.


"Tidak banyak, aku hanya ingin membalas budi." Luye berkata sambil memasukan buah anggur ke mulutnya.


"Membalas budi?" Istri Hangwe mengangkat alisnya.


"Saya tidak akan berani, apa yang anda lakukan tadi, saya sudah sangat berterima kasih." Hangwe melambaikan tangannya bertindak seperti tidak ada yang penting.


"Jangan menolak niat baik, apa anda tidak memiliki niat untuk membangkitkan keluarga anda lagi?" Luye mengabaikan tindakan malu-malu Hangwe.


Mereka berdua langsung terkejut. Hangwe mengangkat alisnya menatap Luye, terdapat harapan di tatapannya. "Apakah anda...."


Luye tidak memperhatikannya. Dia langsung mengeluarkan sebuah kotak hitam kecil, buku besar berwarna merah dan beberapa batu 'Fire Stone'.


"Apa ini?" Menatap benda-benda yang di keluarkan Luye, Hangwe merasa penasaran.


"Ini Pil Qi Kondensasi." Luye menggeser ke depan Hangwe kotak kecil itu.


Sedikit kejutan dan semangat membuat Hangwe berseru. "Apa itu benar-benar pil kondensasi? Yang di katakan untuk membantu seorang merasakan Qi?"


Luye mengangguk sedikit. Lalu Luye memberikan buku merah. "Saya sudah memodifikasinya sampai tahap kedua, ini bisa anda kultivasikan sampai ranah Spiritual puncak."

__ADS_1


"Apa?" Mereka berdua kaget secara serentak.


"Ranah Spiritual bukankah itu setingkat keluarga kelas 2, seperti keluarga Vale?" Hangwe benar-benar tidak menyangka akan mendapat berkah begitu tiba-tiba.


Bahkan keluarga Zu harus mendominasi perdagangan untuk mengumpulkan uang, berharap bisa membeli Metode kultivasi dasar yang lengkap. Supaya keluarga mereka akan memiliki master ranah Tranformasi tahap 9 dan menjadi Keluarga kelas 3. Hangwe benar-benar tidak pernah berpikir dia akan mendapatkan tahap ke dua secara langsung.


Bukankah itu artinya keluarga Hang memiliki kesempatan menjadi keluarga kelas 2 di masa depan?


"Lalu apa ini?" Hangwe sangat bersemangat, melihat batu-batu merah yang di bawah Luye. Hangwe berpikir kalo ini juga bukan hal biasa.


"Ini adalah Fire Stone, ini dapat membantu anda mencapai Tranformasi tahap 3 dengan cepat."


"Bukankah ini terlalu berharga?" Jika ada hal yang dapat meningkatkan kekuatan di dunia kultivasi. Itu pasti akan menjadi hal yang berharga dan di cari semua orang.


"Itu sudah tidak memiliki efek terhadap saya." Luye berkata dengan santai.


Melihat benda berharga seperti ini di serahkan begitu saja. Bahkan berkata kalo tidak memiliki efek lagi padanya. Hangwe jadi bertanya-tanya di tingkat berapa Kultivasi Luye. Namun karena Luye tidak berniat mengatakan, Hangwe tidak bertanya lebih lanjut.


Setelah melakukan apa yang dia perlukan Luye keluar dari rumah keluarga Hang.


Pria satu lagi memiliki panampilan yang acak-acakan. Beberapa bagian tubuhnya seperti habis terbakar. Wajahnya hitam dan rambutnya berdiri. Namun Luye masih bisa mngenalinya.


"Dia benar-benar masih bisa hidup." Sudut bibir Luye membentuk senyum. Luye yakin dia telah menggunakan harta yang berharga utuk bisa kembali hidup-hidup. Kalo tidak hanya dengan kultivasi tahap 5 belaka, mustahil untuk bisa hidup jika hanya mengandalkan kekuatannya sendiri.


Mereka bertiga ahkirnya tiba di depan Luye. Hangwe dan istrinya juga keluar dan memperhatikan ini. Wajah mereka sedikit ketakutan ketika melihat 2 orang dari keluarga Wayde. Mereka perlahan tiba di belakang Luye, bagaimanapun ini adalah masalah mereka. Mereka tidak ingin melibatkan Luye terlalu jauh.


"Dia, dia orangnya, dia membunuh keluargaku dan bahkan hampir membunuhku!" Sambil menunjuk Luye, Zu Sang berteriak dengan keras. Luye hanya tersenyum acuh-takacuh.


"Jangan bicara omong kosong!" Hangwe juga berteriak.


"Apa anda punya bukti?" Istri Hangwe juga berkata penuh kebencian. Setelah kejadian itu, mereka dengan cepat membersikan mayat-mayat itu. Jadi tidak ada bukti.

__ADS_1


"Bukti? Apa keadaanku sekarang sudah cukup sebagai bukti?" Zu Sang juga berteriak tidak senang. Dia tau barang bukti pasti sudah di bersikan.


"Itu seharusnya belum cukup." kata Hangwe.


"Tangkap mereka bertiga, mereka semua berkolusi untuk melawan saya!" Zu Sang berteriak sambil menunjuk, seakan dia sudah gila.


"Tapi bukti yang anda berikan kurang."


"Tidak, apa anda tidak melihat saya, apakah penampilan saya tampak menipu?" Zu Sang berteriak, benar-benar tidak terima.


"Tidak, tapi belum tentu yang menyerang anda adalah dia." bantah penjaga itu lagi.


"Ta, tapi...." Zu Sang merasa putus asa.


Melihat para penjaga itu tidak menemukan mereka lagi, kedua suami istri itu menghela nafas lega.


"Hahaha, banar-benar lucu."


Melihat hal ini Luye tiba-tiba tertawa, mereka semua menatap Luye.


"Apanya yang lucu?" penjaga itu menatap Luye dengan cara yang aneh.


"Melihat orang-orang keluarga Wayde menetapkan aturan dan menegakan keadilan benar-benar Lucu." kata Luye sambil tertawa kecil.


"Apa maksudmu?" kedua penjaga itu merasa tidak senang. Menjadi bagian dari keluarga Wayde, mereka sangat di hormati. Tidak penah ada orang yang bertindak tidak sopan seperti ini sebelumnya.


Luye berhenti tertawa dan berkata dengan serius. "Kalo saya mengatakan, saya memang membunuh 7 orangnya dan akan membunuhnya juga, apa yang anda akan lakukan?"


Hangwe dan istrinya sangat tercengang. Sudah bagus mereka akan pergi kenapa Luye mengaku?


"Kamu berani." Para penjaga itu seperti di lempar telur busuk di depan wajah mereka. Mereka berpatroli untuk menegakan keadilan dan ada orang yang berani mengakui kejahatannya di depan mereka? Ini benar-benar tidak termaafkan.

__ADS_1


"Bukankah aku sudah mengatakan, kamu ahkirnya mengaku, penjahat." Zu Sang tertawa terbahak-bahak melihat Luye mengaku.


Salah satu penjaga itu tiba-tiba berkata. "Pembunuhan dalam kota memang di larang keras menurut aturan no 32, anda harus di hukum!"


__ADS_2