Berenkarnasi Di Dunia Kultivasi

Berenkarnasi Di Dunia Kultivasi
Bab52


__ADS_3

Meski sangat bersemangat Luye untuk mencapai kebadian Luye merasa bodoh. Jadi bagaimana jika ada orang-orang kuat di luar sana? Dia sekarang hanya seorang pemula, dia bisa mati kapan saja.


Luye perlahan menatap cloning itu dan bertanya. "Lalu kenapa kamu begitu patuh?" Jika clon itu sudah memiliki kesadaran sendiri biasanya mereka akan menghianati tuannya.


Clon itu berkata dengan tenang. "Itu mungkin tubuh utama sudah memperkirakan hal ini. Jadi metode pemisaan jiwa yang di gunakan adalah metode jiwa yin dan yang."


"Metode jiwa yin dan yang?" Luye mengangkat alisnya.


"Benar, metode pemisaan jiwa yin dan yang akan menghasilkan 2 kloning secara langsung. cloning yang akan sangat setia, hidup dan mati untuk tubuh utama, namun cloning yin akan sangat memungsui jiwa utama dan berniat memangsanya."


Setelah penjelasan singkat Luye ahkirnya tau seperti apa metode yang di gunakan kaisar ruang. Jika metode pemisaan jiwa umum, hanya akan mengcloning 1 jiwa, namun jika terjadi hal yang tidak biasa dan control atas jiwa cloning itu lepas maka cloning akan terbebas dari belenggu.


Dan hal pertama yang cloning lakukan adalah memungsui tubuh utama, itu seperti iblis hati.


Namun metode pemisaan jiwa yin dan yang itu berbeda. Jiwa 'yang' akan selalu terikat secara batin dan juga jiwa. Jadi jangan di ragukan lagi kesetiaannya, dan kalopun Luye menyurunya untuk mati itu akan mematuinya dengan tulus.


Tapi masalahnya adalah jiwa yin. Mereka akan sangat memungsui tubuh utama. Itu dikarenakan dia memiliki kekuatan setara tubuh utama dan yang paling penting dia tidak terikat oleh jiwa, dengan kata lain dia adalah jiwa bebas penuh kebencian.


Inti dari metode ini adalah, memisakan yang baik akan benar-benar baik dan terkendali, meski suatu saat yang baik itu menjadi lebih kuat dari jiwa asli tapi akan tetap setia. Namun yang jahat akan menjadi sangat jahat dan tidak terkendali. Hanya ada satu keinginan yang di miliki oleh jiwa jahat, yaitu memakan jiwa asli.


Luye tertawa kecil. 'Ya lagipula tidak ada keuntungan besar tampa resiko.'


"Lalu bagaimana dengan jiwa yin itu?" Luye bertanya ke arah cloning tersebut.


"Dia di segel oleh anda tuan," jawabnya.


"Begitu ya," Luye tidak bertanya lebih jauh.


"Em, tuan!" Suara cloning itu terdengar lagi.


"Ada apa?" Luye mengangkat alisnya dengan rasa ingin tau.


"Apa anda berniat menyerap saya untuk memulikan ingatan anda?" Wajah cloning itu sedikit ketakutan. Bagaimana pun dia sudah mencapai kebijak sanaan jadi pikiranya sudah seperti manusia, bukan boneka. Dengan menyerap kekuatan cloning mungkin kultivasi Luye akan sangat meningkat.


"Tidak perlu untuk itu, kamu adalah bawaan ku sekarang!" Kata Luye sambil tersenyum. Pada awalnya Luye berpikin mungkin ide yang bagus untuk menyerap cloning. Tapi setelah di pikir-pikir menjadikan dia tangan kanannya adalah ide yang paling bagus. Lagi pula bawahan yang sangat setia itu lebih sulit di dapat ketimbang, kekuatan yang besar. Setelah lama hidup di bumi Luye tau seberapa sulitnya mendapatkan kesetiaan.


Jadi Luye membiarkan cloning menjadi tangan kanannya adalah pilihan terbaik. Lagipula masih ada jiwa yin. Jika Luye bisa menyerap jiwa yin itu, mungkin pengetahuannya tentang Kultivasi pasti akan meningkat pesat. Dan tentu saja pengetahuan tentang aturan ruang dan teknik-teknik rahasia milik kaisar ruang pasti akan di dapat.


"Terima kasih tuan." Cloning itu sangat berterima kasih. walaupun dia takut, tapi kalo Luye sudah mengatakannya. Maka dia hanya bisa patuh.


"Lalu kenapa kamu menyerangku saat itu kalo kamu takut padaku?" Luye menanyainya sambil tersenyum.


"Ah." Clon itu tersipu malu dan menjawab. "Saya menyerang anda itu untuk membantu anda. Anda telah memahami sedikit tentang domain jadi saya melatihnya agar menjadi lebih kuat. Selain itu lihat...."


"Apa itu?" Luye melihat kearah yang di tunjuk oleh clon itu, Luye menemukan sungai api hitam kemerahan mengalir di antara 9 pusaran. Hal itu melayang di kekosongan bebas tak beraturan.


"Itu adalah sungai qi, saya telah membantu tuan untuk menerobas ke ranah Spiritual tiangkat 1. Dengan teknik dan metode serta pemahaman tentang domain, saya yakin tuan sangat kuat. Dan selain itu...." Clon itu tiba-tiba mengangkat tangan. Seluruh kekosongan itu bergetaar. Banyak retakan-retakan hitam itu terbentuk di seluru lautan pengetahuan.


Lautan kekosongan gelap tiba-tiba menjadi cerah. Dari lumbang retakan di mana-mana itu muncul kristal hitam yang terlihat keras. Kristal itu terus muncul dan memenuhi seluruh area lautan jiwa Luye. Rumah kristal hitam juga keluar di situ dan dengan sebuah tengkorak tentunya.

__ADS_1


"Apa ini?" Luye merasa bodoh melihat perubahan ini yang tiba-tiba. Tapi yang lebih membuat Luye bingung adalah, jiwanya sekarang seperti lebih kuat. Seperti ada kekuatan misterius yang mengalir ke dalam jiwa nya dan membuat jiwa itu menjadi jauh lebih solit.


"Apa aku menerobos ke ranah Spiritual tahap 2?" Luye menatap clon itu dengan ekpresi bertanya.


"Tidak tuan, hanya saja tuan sekarang sudah membangunkan jiwa kesadaran." Jawab clone itu dengan ekpresi puas.


"Apa! Bukankah itu hanya di miliki oleh Nascent Soul?" Luye bahkan menjadi lebih bingung. Alasan Nascent Soul sangat berbeda dari Spiritual adalah mereka telah membangunkan jiwa kesadaran, Lautan pengetahuan dan lautan qi.


Jika ranah Tranformasi hanya bisa menggunakan 1 atau 2 teknik rahasia, maka di ranah Spiritual menjadi lebih stabil dan bisa menggunakan teknik lebih banyak. Tapi di ranah Nascent Soul itu sangat berbeda. Tidak hanya itu lebih stabil, tapi juga menjadi lebih kuat. Karena mereka juga menyalurkan kekuatan spiritualnya saat mengeluarkan teknik. Dan syarat untuk melakukan itu adalah membangkitkan 'kesadaran jiwa.'


"Benar, meski anda sangat kuat jika di banding dengan ranah Spiritual lain karena teknik yang anda miliki. Namun jika harus bertemu dengan Nascent Soul anda akan tetap kalah. Tapi dengan ini anda sudah sebanding dengan Nascent soul tahap 1, dan tidal terkalahkan di tahap Spiritual biasa." Jawab clon itu lagi.


Luye ahkirnya paham dan dia sedikit senang. Dia mengelus dagu dan memperhatikan banyak kristal yang telah mengembun di seluruh kesadaranya. Benda itu adalah benda yang sama yang ia temui di seluruh area terlarang. "Apa ini sebenarnya, apa itu akan baik-baik saja?"


Memperhatikan kebingungan Luye ahkirnya clone itu menjawab lagi. "Ini adalah kekuatan jiwa yang di cristalkan. Meskipun efeknya tidak seberapa ini sudah cukup untuk mendorong anda sampai ranah Diamond Transenden."


"Begitu ya?" Luye langsung melirik ke arah clone dengan ekpresi penuh keinginan. Dia menjilat bibirnya sambil menatap clon seperti melihat makanan enak. 'Jika aku menyerapnya juga bukankah aku bisa sampai ranah raja dengan mudah?'


Clon itu bergeridik di dalam sambil berteriak dalam hati, dia merasa sangat terancam. 'Apakah anda berniat menarik Kata-kata anda?'


Luye berhenti menakut-nakuti clon itu dan bertanya. "Jadi berapa kekuatan yang kamu miliki sekarang?"


Clon itu menjadi tenang dan menjawab. "Jika itu dengan tubuh master sebelumnya aku bisa mengeluarkan kekuatan seorang transenden, tapi sekarang aku hanya jiwa jadikekuatanku tidak lebih dari seorang Nascent Soul tahap 1."


Setelah bertanya-tanya lebih jauh Luye menyadari kalo dia bisa menyerap secara perlahan kristal-kristal itu sampai ranah diamond transenden. Tapi itu butuh waktu paling tidak 5 tahun untuk selesai.


"Kalo begitu aku akan keluar dan untuk kamu, tinggal saja di sini sampai aku menemukan tubuh baru untukmu!" perintah Luye.


"Baik." Clon itu mengangguk dengan serius.


Sebelum Luye menghilang dia berkata. "Mulai sekarang namamu adalah 'Lu Yang'."


Luye tidak pandai memilih nama, dia hanya menggabungkan namanya Luye dengan jiwa Yang. Dan jadi Lu Yang, namun sepertinya jiwa clon itu merasa sangat senang.


"Siapa bocah itu?"


"Bukankah itu artefak tingkat tinggi?"


"Aku menginginkan itu!"


"Kamu harus melangkaiku dulu kakek tua Wayde!"


"Kalo begitu kita lihat saja siapa yang akan mati di sini."


"Sial gelembung itu sangat sulit di hancurkan!"


Saat Luye kembali lagi ke kesadarannya dia mendengar suara-suara teriakan dari berbagai arah. Luye secara perlahan membuka matanya dan melihat sekeliling. Dia sadar sekarang dia berada di dalam gelembung hitam yang hampir pecah karena di hantam terus menerus. Dia sekarang mengenakan jubah taois yang biasa di gunakan kaisar ruang. Di pinggangnya terdapat pedang hitam milik kaisar ruang dan di jarinya sekarang ada 1 cincin lagi.


Banyak orang mengelilinginya, menatapnya dengan serakah. Seluruh area sekarang sudah rata dengan tanah. Gunung-gunung kristal sudah hilang tak bersisa.

__ADS_1


3 formasi penghalang juga sudah hilang, aura bahaya dari domain juga tidak ada. Sepertinya semua formasi itu terbentuk dari kristal jiwa, jadi wajar jika itu hilang setelah semua di serap oleh Luye.


"Sial." Di hadapan para master Nascent Soul Luye hanya bisa mengutuk kesal. Meskipun dia cukup kuat untuk bersaing melawan Nascent Soul tahap 1. Tapi sekarang di hadapannya ada banyak master tahap 8 dan 9. Semuanya berasal dari 3 keluarga besar.


"Darrr." Gelembung itu ahkirnya meledak. Luye hanya berdiri di sana dengan ekpresi kosong namun perlahan dia menjadi tenang.


"Hemm, tahap 1 Spiritual di usia muda, tidak buruk-tidak buruk." Patriak keluarga Wayde mengelus dagunya saat berkata.


"Kakek sepertinya aku tau bocah itu!" Tiba-tiba seorang pemuda berbaju putih berbisik di telinga kakeknya.


Patriak keluarga Wayde mengangkat alisnya dengan tidak percaya. Dia menatap Luye dengan tidak berbahaya dan berkata. "Jika anda memberikan artefak serta cincin ruang itu pada saya, keluarga Wayde pasti akan menyambut anda. Bahkan saya akan bersedia untuk memberikan metode kultivasi tahap 3 pada keluarga Vale dan Gain."


Hal ini menyebabkan tatapan menyeramkan dari orang sekitar.


Kakek tua dari keluarga besar lainnya merasa Patriak keluarga wayde ini merencanakan sesuatu. Dia berkata dengan tidak senang. "Bukankah kamu bodoh berniat mengambil daging dari sekumpulan serigala?"


Patriak keluarga Wayde tersenyum seram. "Ku pikir tidak apa jika itu demi artefak tingkat tinggi dan cincin ruang dari seorang grand master."


Mendengar itu banyak orang meneteskan air liur serakah. Mereka melihat Luye seperti harta yang sangat langka.


"Kakek kenapa kamu mengatakan itu?" Mu Feng merasa tidak mengerti dengan apa yang di lakukan kakeknya. Jika kakeknya tau itu, kenapa dia harus mengatakannya. Bukankah itu hanya akan menambah saingan?


Tapi Luye tau apa yang di inginkan patriak itu. Sudah pasti dia ingin agar orang lain saling berebut dan dia akan menyerang ketika semua sudah kelelahan. Dia hanya bisa mengutuk dalam hati. 'Sial kenapa semua orang tua itu saangat licik'.


Luye hanya bisa tersenyum kecut. Orang di sekitarnya sudah ingin menerkamnya kapan saja.


"Ah!" Tapi dia tiba-tiba ingat sesuatu. Dari kantungnya dia langsung mengeluarkan sebuah gulungan kulit coklat dan melebarkannya di udara.


"Gulungan tingkat rendah." Orang yang merasakan aura yang di keluarkan gulungan itu langsung mengenalinya. Para ahli Nascent Soul ahkirnya menjadi sedikit waspada. Mereka tidak gegabah untuk menangkap Luye.


"Kenapa kamu begitu takut." Patriak keluarga Wayde menatap pria itu dengan mengejek.


"Tidak ada salahnya waspada." Pria tua itu berkata dengan acuh-takacuh. Bagaimana dia tidak tau kalo patriak keluarga Wayde itu hanya memprofokasinya agar dia menjadi umpan meriam. Dia sudah hidup lama bagaimana mungkin bisa di manfaatkan seperti orang bodoh?


Melihat orang-orang yang ahkirnya tenang, sudut mulut Luye sedikit melengkung. Dia berkata dengan mengejek. "Kalian semua orang-orang bodoh."


Kemudian menghilang dari tempat itu seperti hantu. Orang-orang merasa kebingungan.


"Sial dia berhasil kabur."


"Ahhh, cincin ruang aku selalu menginginkan itu!"


Teriakan-teriakan tidak puas datang dari mereka. Namun di sisi lain patriak keluarga Wayde malah menjadi yang paling tenang.


"Kakek bagaimana sekarang?"


Mendengar pertanyaan cucunya patriak Keluarga Wayde tersenyum menyeramkan. "Tenang saja, Artefak itu sudah di takdirkan untuk menjadi.milik keluarga Wayde kita, hahaha!"


Pria muda itu tidak tau apa yang dipikirkan kakeknya dia hanya tersenyum masam.

__ADS_1


__ADS_2