
Langit itu terlihat gelap, di penuhi bintang-bintang. Cahaya bulan berwarna kuning terang yang terlihat menghangatkan. Namun malam itu begitu dingin, yang menusuk sampai ke sumsum tulang.
Di kaki pohon besar cahaya api terlihat berkedip karena tertiup angin. Di sekitarnya terlihat 6 orang sedang duduk di atas batu kecil. Mereka menghangatkan diri di sebelah api unggun, sambil menikmati daging rusa bakar.
"Jadi sudah sejak kapan anda menjadi pasangan?" Gain Yun duduk di sebelah Luye, sambil memeluk tangan Luye. Dia menekan dadanya yang tidak lebih besar dari Qin Long secara sengaja.
"Tentu saja, sudah 10 tahun yang lalu." Qin Long bagaimanapun tidak bisa diam saja. Melihat Luye di goda bagaimana dia bisa tenang. Dia ahkirnya meniru perilaku gadis itu, dia memeluk sisi lainnya dan menekan dadanya. Tatapan profokasi di tunjukan pada Gain Yun seperti mengatakan 'Punya anda terlalu kecil untuk memuaskan nafsu suami saya, lebih baik anda melupakan sebelum terlambat'.
Kedua penjaga dari Gain Yun disisi lain hanya bisa menelan seteguk air liur karena iri. Mereka berdua menatap Luye dengan penuh dendam. 'Jika anda ingin bersenang-senang jangan pamerkan pada kami!'
Lalu mereka menatap Tuan Putri mereka yang sangat mereka hormati dan tersenyum masam. Mereka tidak pernah berpikir tuan putri mereka yang mereka anggap baik dan suci, sekarang memiliki niat untuk merebut kekasih orang.
Ling Noer bahkan memiliki ekpresi yang lebih buruk. Melihat kedua wanita itu merebutkan Luye dan berdebat dari waktu-kewaktu dia hanya bisa terdiam. Tapi entah kenapa dia merasakan perasaan tidak enak di hatinya. Walaupun sudah selamat dari bahaya, Walaupun dia tidak lagi merasa bersalah, tapi kenapa? Perasaan ini membuat ku sedikit sedih?
"Omong kosong apa yang anda katakan bukankah suamiku baru 5 tahun saat itu?" Gain Yun menatapnya dengan tidak percaya.
Mendengar dia menyebut Luye sebagai suami Qin Long bahkan lebih marah. "Apa yang anda katakan dengan suamiku? Dia milik saya! Kenapa anda tidak mencari yang lain, seperti mereka!"
Qin Long menunjuk ke para penjaga Gain Yun, yang membuat mereka tersenyum pahit.
"Itu terserah saya, lagi pula saya tidak keberatan menjadi yang kedua, ups." Gain Yun tiba-tiba menutup mulut manisnya dengan tangannya yang munyil. Kemudian melirik Ling Noer yang duduk di seberang. "Maksud saya, saya tidak masalah menjadi yang ketiga."
Ling Noer langsung tersendak mendengar kata-kata Gain Yun. Dia tampa sadar langsung memahaminya. Wajahnya menjadi merah padam, detak jantungnya di pacu menjadi lebih cepat. Itu seperti sengatan Listrik yang membuat dia berdebar-debar. Lalu menundukan kepala dan tetap diam. Dia benar-benar tidak memahami kenapa dia begini.
"Sudahlah, bisa tidak kita membahas hal ini." Luye berkata dengan ekpresi serius.
Melihat Luye serius mereka ahkirnya berhenti bermain-main.
"Apa yang ingin kamu katakan?" Ling Noer ahkirnya menenangkan perasaannya. Dia bertanya dengan rasa ini ingin tau. Sekarang dia sangat sangat mempercayai Luye, bagaimanapun Luye bahkan tau kalo mereka sebenarnya terkena jebakan. Jadi setelah melihat wajah serius Luye, dia langsung bereaksi serius juga.
Luye memperharikan kalo kedua wanita ini tidak berniat untuk melepasnya. Dia hanya bisa menghela nafas dan menjawab. "Aku tidak akan menjelaskan secara spesifik apa yang terjadi, yang jelas di dalam sana kemungkinan besar kita akan bertemu dengan master ranah Spiritual."
__ADS_1
"Apa kamu yakin?" Gain Yun sedikit mengangkat alisnya. Setelah kejadian itu dia tau penilaian Luye cukup baik. Jadi melihat Luye mengatakan itu, dia secara alami mulai ketakutan. Kalo bukan karena Luye yang kuat saat itu, dia mungkin sudah tidak ada di sini.
"Aku yakin 99% Tentang itu." Luye berkata dengan serius.
"Lalu apa yang harus kita lakukan?" Ling Noer berkata dengan ketakutan, dia seperti akan menangis dan ingin pulang saja.
"Itu sebenarnya bukan masalah besar, mereka ada di sana karena kepentingan mereka sendiri, selama kita tidak mengganggu mereka, kita tidak akan di serang. Namun masalahnya adalah para kulivator biasa, kita tidak boleh terpisah."
"Em, kita punya 4 pita di sini jadi kita harus mengirim pulang 2 orang." Ling Noer ahkirnya memahami.
Ahkirnya kedua penjaga Gain Yun di suruh untuk pulang. Mereka menolak pada awalnya, karena tugas mereka adalah menjaga putri. Tapi setelah melihat kekuatan Luye mereka tidak memprotes lagi.
Setelah kepergian kedua penjaga itu Luye menatap Ling Noer. "Apa anda tau apa yang di rencanakan kedua rubah licik itu?"
Di tatap oleh Luye jantung Ling Noer berdetak lebih cepat "Ma-maksudmu?"
Luye berkata dengan jijik. "Aku menolak untuk percaya kalo Xiaoxun dan Mifang tidak tau apapun tentang hal ini, mereka mengirim kita, bahkan tidak membawahkan kita ranah spiritual, apa yang di rencanakan kedua rubah licik itu."
Ling Noer juga biasa saja, dia telah tau sejak lama kakeknya cukup dekat dengan Luye. Meskipun dia tidak tau hubungan apa yang mereka miliki. Namun apa yang di katakan Luye membuatnya kepikiran. 'Apa sebenarnya tujuan kakek?'
"Dia hanya mengatakan untuk melihat-lihat, kalo ada barang bagus anda bisa mengambilnya." Jawab Ling Noer mengingat kata kakeknya.
Namun itu malah membuat Luye menjadi lebih bingung. Akan tetapi dia tidak membahas ini lagi dan berkata. "Kalo begitu lupakan saja, kalian segera tidur aku akan berjaga."
"Bukankah kamu sudah berjaga tadi malam, apa kamu tidak kekurangan tidur." Qin Long menatap Luye dengan kawatir.
"tidak masalah aku bukan orang lemah."
Gain Yun tiba-tiba memiliki ide. "Kenapa tidak melumbangi pohon dan kita bisa tidur bersama?"
"Tidak." Wajah Ling Noer benar-benar memerah sekarang. Jantungnya berdebar sangat cepat yang membuat tubuhnya gemetar. Hatinya seperti di aliri cairan manis yang tidak di pahami, dia seperti sangat menantikan hal itu. Namun karena malu dia tampa sadar berteriak.
__ADS_1
"Dia benar, lupakan omong-kosong dan segera tidur, kita akan berangkat besok." Melihat Ling Noer memprotes keras Luye tentu saja tidak ingin membuat masalah. Dia melambaikan tangan untuk menyuru para gadis itu pergi.
Melihat Luye tidak menyetujui mereka ahkirnya patuh.
Ling Noer juga berjalan mencari tempat tidur. Namun hatinya merasa berat, dia tidak tau apa yang terjadi. Setelah Luye menolak tadi, dia merasa kepahitan.
Setelah itu tidak ada yang bersuara. Hanya menyisakan Luye saja yang duduk di depan api unggun.
...
tiga hari kemudian di dalam sebuah ruang tamu yang luas di penuhi ornamen menarik. Banyak lukisan dan pedang yang di pajang di dinding.
Dua orang tua duduk di kursi bersebrangan, di antara mereka terdapat meja yang memisahkan.
Mereka adalah Vale Xiaoxun dan Gain Mifang. Mereka menyeruput teh dan berbincang-bincang sambil tertawa.
"Saudaraku, apa yang anda prediksi benar terjadi, namun sepertinya ada variabel yang tidak anda perhitungkan jadi itu terjadi lebih cepat." Setelah meminum teh Gain Mifang meletakan gelasnya dan berkata.
"Apa yang kamu maksudkan?" Xiaoxun tampak bingung.
Mifang menjelaskan. "Beberapa jam yang lalu penjaga yang di bawah oleh cucuku kembali."
"Mereka kembali apa yang terjadi?" Xiaoxun merasa skenarionya yang di buat gagal.
"Ini karena cucumu Ling Noer tertipu dan masuk perangkap bandit, dan apa yang anda katakan kalo Yu Sang akan berhianat itu benar terjadi." Gain Mifang menjelaskan dengan tenang. Lalu dia mengambil sebutir anggu untuk di makan.
"Bandit?" Xiaoxun merasa tidak senang. Ketika rencananya di kacaukan dengan variabel yang tidak di ketahui sebelumnya benar-benar membuatnya jengkel. Ini seperti anda bermain catur, namun harus kalah karena mungsuh memiliki 3 bidak kuda yang tidak masuk akal.
Gain Mifang sedikit tertawa. "Saya tau anda kesal karena prediksi anda gagal. Namun lihat apa yang terjadi! Rencana kita bahkan jauh lebih sempurna dari pada sebelumnya."
Xiaoxun mengelus-elus dagunya dan tersenyum. "kamu ada benarnya."
__ADS_1