
"Apa ini benar-benar sebuah desa?" Gain Yun juga melihat pemandangan ini yang membuat dia sedikit terkejut.
"Itu seharusnya di kuasai oleh keluarga kelas 3 di sini." Ling Noer mulai berpendapat.
Mereka berempat berjalan bersama berdampingan di jalan yang di laluhi banyak orang. "Tapi bukankah itu masih terlalu ramai?" Meski Gain Yun sudah tau kalo ada kekuatan kelas 3 sebagai penguasa. Tapi yang dia bingungkan kenapa sangat padat penduduk? Jika itu manusia biasa itu tidak masalah, tapi kebanyakan adalah kulivator. Bahkan di kota Longxuan seharusnya tidak sepadat itu!
"Kamu seharusnya tau ini adalah desa paling dekat dari gerbang dimensi saku, para kulivator pasti akan singga di sini sebelum pergi menjelajah." Qin Long menatap gadis itu dengan mengejek.
"Aku sebenarnya sudah tau, aku hanya mengetesmu." Dengan tangan di silangkan Gain Yun memalingkan mukanya.
"Sudahlah sekarang apa yang akan kita lakukan terlebih dulu?" Ling Noer sudah sangat pusing melihat kedua wanita itu saling berdebat satu sama lain setiap saat.
"Cari penginapan dulu, aku ingin meletakan barang-barang sebentar." Luye sekarang membawah satu karung besar di punggungnya. Itu adalah hasil jarahan dari sekumpulan bandit. Kebanyakan darinya adalah koin emas, ada juga barang-barang yang belum dia pahami. Dan untuk artefak ada beberapa, namun itu hanya setingkat tranformasi tahap 6 jadi tidak layak untuk Luye, jadi dia memberikan kepada Ling Noer, Gain Yun dan juga para penjaga yang sudah di kirim pulang.
"Kamu ada benarnya, setelah itu kami akan mencari makan," seru Gain Yun bersemangat.
"Bukankah kamu sudah makan banyak tadi malam?" Qin Long mencoba mempovrokasi Gain Yun lagi.
Luye terlalu malas untuk melihat mereka berdebat dan berjalan lebih cepat. Ling Noer juga mengikutinya di belakang sepertinya dia juga sudah muak.
Melihat kedua orang itu pergi dengan cepat mereka tidak lagi ribut. Mereka dengan cepat menyusul Luye, sambil melirik satu sama lain dengan tatapan mengejek.
Sampai di sebuah rumah besar, mereka ahkirnya masuk dan berjalan kedepan repsesionis.
Wanita resepsionis itu membungkuk dengan sopan. "Tamu terhormat ada yang bisa saya bantu?"
Melihat resepsioni itu luye menggosok dagunya sambil memperhatikannya dengan seksama. Tatapan Luye membuat resepsionis itu tidak nyaman, jadi dia sedikit bergetar. Dia masih menundukan kepala dan menunggu jawaban.
__ADS_1
'Ini seharusnya resepsionis itu sebenarnya'. Luye mengangguk menyetujui diam-diam. Kemudian melirik ke arah Ling Noer yang membuatnya memerah.
"Tidak ada masalah saya ingin 4 kamar VIP, dan berikan saya makanan yang termahal dan terenak." Karena dapat banyak emas dari para bandit itu Luye bertindak seperti tuan muda yang sombong dan kaya.
Melihat tindakan Luye membuat para wanita itu ingin tertawa. Mereka terkikik ringan, Ling Noer di sisi lain hanya memerah. Dia seperti mengingat masa lalu.
Ahkirnya pelayan itu sedikit bereaksi. Dia tau tamunya kali ini adalah orang yang kaya. Namun wajahnya menunjukan ekpresi menyesal. "Saya benar-benar minta maaf karena tidak bisa menyediakan seperti yang di harapkan tuan muda. Karena banyak sekali orang yang berkunjung ke kota dalam waktu yang sama kami hanya memiliki 1 kamar VIP tersisa."
"Apa?" Luye sedikit tidak senang. Namun para wanita itu menjadi sedikit bersemangat. Ling Noer hanya menundukan kepala dengan wajah merah dan merah.
Luye melanjutkan dengan sedikit kesal. "Apa tidak ada penginapan lain?"
Melihat Luye seperti tidak berminat, bagaimana pelayan itu membiarkan tamu kaya ini pergi. Dia buru-buru berkata. "Tuan di penginapan lain juga tidak jauh berbedah dari kami."
"Lalu?" Luye merasa ini semua hanya omong-kosong.
"Tenang saja tuan, kasur itu cukup Luas untuk tidur 10 orang." Pelayan itu mengangguk sunggu-sunggu berniat meyakinkan Luye.
"Benar, tidak masalah."
Melihat Luye seperti ingin menolak. Kedua wanita itu langsung sepakat dalam hal ini dan tidak bertengkar.
Namun Luye merasa tidak yakin jadi dia melirik Ling Noer. Luye sebenarnya tidak masalah, lagipula siapa pria yang tidak ingin tidur bersama wanita? tapi bagaimana dengan Ling Noer?
Ling Noer hanya memerah, wajahnya menjadi panas. Dia diam-diam sedikit menganguk menyetujuinya.
"Benarkan, ketiga nyonya juga tidak keberatan." Gadis itu langsung berkata untuk membuat pelangannya ini benar-benar tidak jadi pergi. Namun ketiga wanita itu malah memerah karena malu.
__ADS_1
Lupakan saja setelah menyelesaikan pembayaran Luye berjalan menuju kamar. Lalu meletakan barang-barang sebelum dia berniat untuk makan.
Di sebuah meja besar banyak hidangan telah di sajikan, banyak daging penuh lemak yang terlihat enak. Di situ Luye dan yang lainnya makan dan mengisi perut mereka. Itu adalah meja kusus VIP yang berada di ruangan kusus sendiri.
Qin Long dan Ling Noer memakan dengan anggun seperti seorang tuan putri. Mereka menggunakan garpu dan pisau untuk memotong daging dengan anggun. Dan memasukannya ke mulut merah muda manis mereka.
Namun yang membuat Luye tercengang adalah Gain Yun. Gaya makannya sangat bebas, dia mengambil ayam dengan tangan dan menggigitnya dengan dengan rakus. Banyak noda di mulutnya, dia mengambil lagi dan lagi seperti orang yang kelaparan.
Luye tidak pernah memperhatikan gadis ini saat di hutan. Tentu saja karena gelap dan waspada terhadap serangan hewan buat. Namun sekarang Luye telah memperhatikannya.
Melihat Luye memperhatikannya, yang membuat gadis itu tiba-tiba berhenti makan. Dengan mulut penuh daging dia bertanya. "Ampjkah sumami nya tymdajk swuka demngatn samya?" Dia menatap Luye dengan sedih.
Luye tidak tau apa harus tertawa atau menangis. Dia tersenyum melambaikan tangan. "Tidak masalah lakukan apapun yang kamu suka."
Melihat Luye tidak jijik melihatnya, Gain Yun dengan senang hati makan lagi. Luye hanya sedikit berpikir, 'Bagaimana tubuh kecil itu menampung semuanya?'
Kedua wanita di sisi lain hanya menggelangkan kepala. Qin Long juga sudah lelah bedebat dengan Gain Yun.
"Qin Long bagaimana caranya menerobos ke ranah spiritual?" Luye tiba-tiba bertanya. Dia sudah mencoba berkultivasi beberapa kali namun kecepatannya sepertinya sangat lambat. Jika mempertahankan kecepatan ini Luye merasa itu akan sangat lama. 'Tidak heran Xiaoxun sampai tua di terjebak di ranah spiritual! Selain masalah metode banyak harta berharga yang di perlukan jika ingin naik lebih cepat.'
Qin Long mengangkat kepalanya, Dia sedikit berpikir. "Ada pil yang di sebut 'Pill Spirit'. Yang di bisa di gunakan untuk membantu membentuk sungai spiritual. Ini bisa membantu 10x lebih cepat dari kultivasi biasa."
"Membentuk sungai spiritual? Itu artinya membantu untuk menerobos?" Luye merasa tergerak, dia mengangkat alisnya seperti menemukan sesuatu yang menarik.
"Benar tapi di daera ini bahan untuk membuat obat itu sangat langka, jadi hanya keluarga sekelas Wayde yang memiliki kemungkinan untuk mendapatkannya." Jawab Qin Long.
Luye ahkirnya memahami ini. Jika dia hanya mengandalkan metode kultivasi mungkin butuh 1 tahun lebih untuk mencapai tahap 1 Spiritual. Jadi begitu, bakat itu penting tapi sepertinya harta jauh lebih penting.
__ADS_1
Mereka mulai makan kembali, sambil mengobrol satu sama lain dan tertawa. Luye hanya bisa menghela nafas lembut. Suasana ini membuat Luye cukup nyaman.
Setelah makan dengan puas. Luye berencana untuk mandi dan segera tidur. Meskipun hari ini masih siang, dia hutan selama 6 hari dan berjalan tampa henti. Ini membuat tubuhnya sedikit tidak nyaman dan sangat kelelahan.