
Setelah menjelajah selama 2 hari Luye sedikit faham tentang daerah sekitar. meskipun banyak perumaan dan fila, tidak banyak yang benar-benar terdapat harta di sana. Selain area sekitar cukup luas jadi butuh keberuntungan extra untuk mendapatkannya.
Luye juga bertemu beberapa orang sesekali. Tapi Luye dapat menyimpulkan kalo mereka semua adalah kulivator dari 3 keluarga besar.
Tidak ada sama sekali dari mereka yang merupakan kulivator tunggal. Sepertinya mereka semua menyimpulkan hal yang sama seperti yang di pikirkan Nan Cun. Bagaimanapun seorang kulivator tunggal pasti sudah memiliki beberapa kebijaksanaan tidak seperti kulivator dari keluarga besar.
Mereka kulivator dari keluarga besar atau kelompok besar akan cenderung sombong dan bertindak berdasarkan reputasi. Mereka akan menghargai kehormatan dan tidak mentoleril ketidak sopanan. Ini adalah karakter yang di kembangkan karena terlalu percaya diri. Karena berpikir dia punya seorang yang bisa di andalkan, sehingga tidak pernah mengandalkan dirinya sendiri.
Tapi, itu hanya di lakukan oleh orang-orang yang berada di bagian bawah, atau tuan muda yang tidak tau diri dan tidak tau seperti apa dunia ini berkerja.
Sedangkan untuk kulivator tunggal, mereka sedikitnya lebih bijaksana. Itu sama seperti Luye yang selalu mementingkan dirinya sendiri. Mereka akan mencari keuntungan tapi menghindari sebanyak mungkin resiko. Jika sesuatu di nilai tidak terlalu menguntungkan dirinya, maka mereka lebih baik mundur. Selain itu mereka juga tidak terlalu menekan formalitas, pikiran mereka akan cenderung lebih sederhana.
Tidak seperti kulivator kelompok yang akan memikirkan pro dan kontra yang di penuhi dengan Plot. Mereka akan menghindari dan memilih hormat kepada seorang yang berkuasa dari pada memicu konflik. Dan jika mereka tidak suka mereka akan membunuh orang itu tampa banyak basa-basi, meskipun mereka masih memperhatikan identitas pihak lain. Tapi tidak jarang juga ada yang nekad. Semakin lama seorang master hidup, maka semakin bijak sana dia. Karena kalo tidak, sudah tidak tau berapa kali mereka akan mati.
Jadi mengetahui niat busuk 3 keluarga besar. Bagaimana mungkin mereka bisa terbodohi?
Tapi 3 keluarga besar juga tidak terlalu mengandalkan orang-orang itu. Mereka hanya mengirim banyak kulivator tingkat tinggi. Bahkan para patriak juga bersembunyi di satu tempat. Mungkin mereka telah menebak kalo ini bukan reruntuan biasa.
Saat ini Luye baru saja keluar dari pintu sebuah rumah kabin hitam besar. Wajahnya menunjukan kekecewaan dan bosan, dia mengutuk dengan kesal. "Sialan, sekte ini terlihat luas tapi kosong!"
"Sial." Saat berjalan, langka Luye tiba-tiba terhenti seperti maling yang tertangkap basah. Dia perlahan melirik ke arah kakinya yang menginjak sesuatu. Wajahnya di penuhi dengan kekesalan, dia hanya bisa tersenyum pahit.
Di bawah kaki Luye, Pola cahaya misterius berwarnah merah api muncul secara mengejutkan. Formasi api itu bersinar lebih terang dan ahkirnya berubah menjadi energi api yang ahkirnya melayang di udara.
Sungai energi api yang mengalir di udara secara cepat berubah menjadi baut-baut api seukuran kelereng. Ada ribuan dari mereka dan semua mengarah ke tempat Luye berdiri.
Tidak menuggu Luye bereaksi ribuan baut api itu melesat menuju ke arah Luye dengan kecepatan yang mengerikan. Itu menyebabkan garis-garis api meluncur seperti hujan api.
Luye yang sudah siap setiap saat, bagaimana bisa dintumbangkan begitu saja? Pada dasarnya hal seperti ini sudah terjadi setiap saat. Selama dia berkeliling di area ini, meskipun tidak ada binatang iblis tapi banyak sekali array jebakan yang menyusakan.
Selain itu semakin Luye ke dalam, jebakan itu semakin kuat bahkan Luye tidak lagi bisa mengabaikannya, Jadi dia mulai waspada.
"Bird of void!" Seekor burung api hitam keluar di udara tipis. Burung api yang memiliki ekor panjang terbang di udara, setiap hentakan sayapnya membuat ruangan sedikit bergetar.
__ADS_1
"Kkyaakk." Nyanyian nyaring burung itu bergema di udara bebas. Setelahnya burung itu membuka mulutnya lebar-lebar dan menyemburkan api hitam yang mengerikan. Baut-baut api yang terlihat ganas itu bertabrakan dengan api hitam misterius tersebut.
Baut api itu seakan ingin membakar semuanya dan memusnahkannya. Namun baut-baut api itu secara perlahan terkikis oleh api ruangan yang di semburkan oleh burung tersebut. Tapi energi dari burung api hitam sudah habis, itu tidak bisa menyembur lagi yang menyebabkan ratusan baut api itu menerjang ke arah Luye.
Di bawah serangan itu burung api hitam terkoyak dan musnah dari peradapan dunia. Baut itu segera mengenai Luye secara langsung.
Ekpresi Luye menjadi sedikit panik.
Luye hanya menutupuli kepalanya dengan kedua tangan saat di hujani baut api itu. Pakaiannya mulai robek, kulit-kulit mulai terkoyak.
Luye telah menyalurkan segalanya ke dalam teknik tadi, sekarang qi nya benar-benar habis. Setelah di terjang terus menerus ahkirnya itu selesai.
Namun Luye sekarang dalam keadaan yang menyedikan. Pakaiannya comapang-camping seperti seorang gelandangan. Seluruh tubuhnya di penuhi dengan Luka yang mengerikan. Darah keluar di mana-mana, itu berceceran ditanah.
"Sial, bahkan jika itu master ranah Spiritual tahap 2 mereka akan mati begitu saja." Luye menghela nafas berat. Wajahnya mengandung ekpresi kengerian dan kengerian.
Untungnya selama beberapa hari terahkir di sini dia telah menyerap banyak sekali kristal hitam. Sekarang sembilan pusaran qi itu sedah berubah menjadi api hitam ruangan. Itu benar-benar telah menyatuh dengan sempurna.
Jadi dia setidaknya sekuat Spiritual tahap 3.
Meskipun serangan itu tidak membunuhnya namun itu melukainya dengan sangat ganas. Untungnya dia mempunyai obat pemulian yang di berikan kedua kakek itu.
Meskipun itu bisa menyembukan luka fisik tapi itu tidak mengembalikan qi.
Luye menegakan tubuhnya dan melihat sekeliling. "Sialan tempat ini benar-benar menyeramkan."
Dia seperti sudah menyerah dengan keadaan saat ini. Tapi perasaannya mengatakan kalo dia harus pergi dan melihat apa yang ada di pusat. Terutama tentang kristal hitam yang misterius itu. Luye menggertakan gigi dan berjalan kedepan lagi.
Tampa di duga perjalanannya kali ini tidak ada gangguan. Dia dengan cepat sampai di perisai energi berwarna hitam itu.
"Besar sekali?" Luye mendongak ke atas hanya untuk melihat perisai energi yang begitu kokoh dan tak tergoyakan.
Karena penasaran Luye menyentuh lapisan energi itu dengan satu jari. Tapi tidak seperti yang diharapkan kalo itu akan menjadi kokoh dan keras. Tapi tangan Luye langsung masuk ke dalam seperti tidak ada apa-apa di depannya.
__ADS_1
"Apa?" Luye langsung terkejut, apa hal ini yang mencoba di pecakan para ahli aray formasi itu?
"Mungkinkah aku putra kesayangan surga?" Luye langsung merasa konyol.
Karena Luye bisa masuk, dia tampa ragu-ragu memasukinya. Dia benar-benar ingin pergi ke pusat. Sepertinya tidak akan ada bisa menghalanginya, bahkan jika itu array formasi.
"Hahahah." Luye tertawah keras melepaskan semua kekesalannya karena lapisan pertama.
...
"Tuan, Partiak!" Teriak sambil memegang tinjunya dan membungkuk. Seorang pria tua dengan wajahnya di penuhi keriput dengan janggut putih dan rambut putih. Tapi auranya menunjukan kalo dia adalah Nascent Soul.
"Anda tidak perlu sopan grand master mang, bagaimanapun kita bukan orang luar." Patriak keluarga Wayde melambaikan tangan dengan tersenyum seakan itu bukan apa-apa. Lalu wajahnya menjadi serius saat dia menatap pria tua itu. "Apakah ada sesuatu?"
Grand master Wang memiliki ekpresi serius. "Saya sudah menelitinya sejak 1 minggu yang lalu. Itu adalah penghalang yang sangat kokoh dan tidak mungkin bagi saya untuk menaklukannya, tapi...."
"Tapi? tapi apa?" Patriak keluarga wayde terlihat bersemangat. Dia merasa kalo master Wang akan memberinya berita bagus.
"Tapi, itu menjadi mungkin! beberapa waktu yang lalu kami menemukan riak gelombang misterius yang terjadi di suatu tempat." Wajahnya di penuhi dengan kegembiraan. Dia seperti sorang detektif yang tidak sabar memecakan misteri kasus yang sangat sulit di ungkap.
"Bagaimana caranya?"
Granmaster itu sedikit berpikir. "Jika tebakan saya benar maka ada seorang yang berhasil memasuki penghalang ini. Kita akan mencoba melihat metode orang itu untuk memecahakan penghalang ini."
"Apa ada orang?" Patriak itu berteriak terkejut. Dia tau seberapa penghalang itu, bagaimana orang itu bisa memasukinya dengan mudah? 'Apa dia seorang master yang kuat?'
Melihat kepanikan Partiak Grand master itu berkata lagi. "Kamu tidak perlu kawatir, orang itu mungkin sedang beruntung."
Patriak itu sedikit tenang, lalu bertanya lagi. "Jadi kapan kamu bisa menyelesaikannya?"
"Mungkin 5 hari!"
"Baiklah lakukan dengan cepat, aku tidak ingin harta apapun itu yang ada di reruntuan, jatuh ke tangan orang itu. Rampas semua yang orang itu dapatkan dan bunuh saja." Wajah partiak itu tersenyum menyeramkan. Dia seperti ingin melihat orang yang tidak beruntung itu di bunuh.
__ADS_1
'Berani sekali dia mendahului keluarga Wayde, apa dia sudah bosan hidup?'
"Baik." Melihat senyum menyeramkan itu pak tua itu sedikit takut. Grand Master Array itu menganguk dan berbalik pergi dari situ.