
"Apa yang terjadi." Di sela-sela kerumunan terdapat orang-orang dengan seragam. Semuanya adalah pria dewasa dengan kultivasi Tranformasi tahap 5. Sebilah pedang juga tergantung di pinggang mereka.
"Tim patroli!" Seorang yang mengenali orang-orang ini segera berseru. Mendengar ini, warga membuka jalan untuk sekelompok pria itu. Tim itu berjalan dan berbaris dengan tertib mengelilingi Luye dan gadis itu.
Suara langka kaki terdengar berirama. Melihat kesumber suara memperlihatkan sosok pria muda tampan dengan baju mewah berjalan mendekat. Dia terlihat seperti berumur 20an. Alis mata tebal dengan sorot mata tajam menambah ketampanannya. Namun yang paling di perhatikan Luye adalah aura yang sangat kuat. Ini melebihi top rank 10 di dunia sebelumnya.
Tranformasi tahap 9.
Melihat orang-orang ini gadis membuat gadis itu tersenyum masam. Luye diam-diam tertawa dalam hati. Siapa yang mengira kalo dia benar-benar memancing tuan muda keluarga Wayde ke sini.
"Siapa dia?" Seorang pria biasa dengan tubuh gemuk bertanya.
Temannya yang kurus kering langsung memukul kepala pria gemuk itu. Membuat pria gemuk itu berseru dengan 'aduh'. "Apa anda tidak mengenalinya? Itu adalah tuan muda Mufeng, tuan muda tertua keluarga Wayde, di katakan kalo dia telah mencapai ranah Tranformasi tahap 9 satu tahun yang lalu dan di gadang-gadang akan menjadi pemimpin masa depan Keluarga Wayde."
Mendengar ini pria gendut itu menganggukan kepalanya berkata bahwa dia paham. Pemimpin masa depan keluarga Wayde, itu artinya tak terkalahkan di seluruh Longxuan.
"Tuan muda." Melihat tuan mereka datang, semua tim patroli membungkuk untuk memberi penghormatan.
Tuan muda itu mengangguk kepada mereka satelah itu menatap Luye dan gadis itu.
"Siapa yang berani membuat keributan di Kota Longxuan." Suaranya di penuhi dengan kebanggaan yang membuat orang-orang menatap tuan muda itu dengan hormat.
Mendengar pertanyaan itu gadis kecil itu tidak tau harus menjawab apa. Tubuhnya sedikit bergetar entah karena takut atau marah. Dia diam-diam mengutuk Luye dalam hati.
"Bukan saya yang mulia." Luye berkata sambil memegangi luka di bahunya. Dia batuk darah beberapa kali dengan ekpresi menyedikan. Dia benar-benar menghayati perannya sebagai korban kali ini.
"Kalian berdua adalah pengacau di sini, apa anda punya bukti kalo anda tidak bersalah?" Tuan muda Mufeng mulai bertindak seperti dewa keadilan.
Gadis itu masih tetap diam, dia tidak tau harus memberi bukti apa.
"Itu yang Mulia." Namun di sisi lain Luye menunjuk ke arah gadis itu. Di tunjuk oleh Luye gadis itu merasa ada sesuatu yang tidak beres.
__ADS_1
"Ambil itu." Tuan muda Mufeng melihat apa yang di tunjuk Luye. Itu adalah buku hitam yang tergeletak di depan gadis itu.
"Baik." Bahwaan itu mengambil buku hitam itu dan memerisanya.
"Bagaimana." Tanya Tuan muda itu kepada bawahan nya.
"Ini metode kultivasi bawaan yang tidak lengkap, Tuan." Pria itu membolak balik buku dan melanjutkan. "Dan di sini pemilik tertulis Luye."
Gadis itu menatap Luye dengan dengan senyum mengejek.
Jadi itu yang dia rencanakan saat melemparkan buku itu padaku! Tapi sayang tuan muda Wayde bukan orang yang bisa di bodohi dengan muda!
"Luye?" Gumam tuan muda Mufeng.
"Itu saya yang mulia." Luye mengangkat tangannya dengan susah payah karena luka yang dia derita.
"Apa yang ingin anda jelaskan?" Tuan muda itu menatap Luye seperti samar-samar tau apa yang ingin di katakan Luye.
Mendengar dirinya di sebut kakek tua yang berada di kerumunan sedikit tersendak. Dia batuk beberapa kali kemudian menatap Luye dengan senyum masam.
Seperti sudah tau Luye akan mengatakan itu, ekpresi menghina di mata gadis itu menjadi semakin dalam.
"Anda tidak bisa membodohi saya seperti itu, sudah jelas dia berada di ranah Tranformasi tahap 3, itu artinya dia memiliki metode Kultivasi yang sama, tidak ada artinya untuk mengambil milikmu." Tuan muda itu menjadi sedikit marah.
Dia benar-benar ingin membodohiku?
Mendengar jawaban masuk akal Mufeng gadis itu merasa sangat puas. Dia berpikir sudah tidak ada lagi jalan keluar untuk Luye.
"It...itu." Wajah Luye menunjukan kalo dia sangat panik. Dia terlihat seperti pencuri yang tertangkap basa tapi mencoba mengelak. Namun dia diam-diam tertawa dalam hati.
Wajah panik Luye benar-benar membuat gadis itu senang.
__ADS_1
"Se...sebenarnya...i...ini." Luye dengan takut-takut mengeluarkan buku berwarna merah. Dengan pengetahuan tuan muda itu, dia dapat mengenali kalo itu adalah metode kultivasi keluarga. Tentu saja keluarga Wayde juga punya hal seperti ini. Namun dia juga tau kalo buku itu hanya bisa di praktekan sampai tahap ke5, jadi itu sama sekali tidak ada di mata.
" Ini adalah metode kultivasi warisan leluhur keluarga saya, setelah kematian orang tua saya hanya ini satu-satunya hal yang mereka tinggalkan, mereka mengingin kan saya, untuk dapat membangkitkan keluarga kecil saya lagi, yang kini sudah musnah, saya menghargai ini lebih dari nyawa saya sendiri, dan saya tidak berharap akan ada orang tercela yang ingin merebutnya dari saya." Luye berkata dengan nada sedih dan sedih. Dia batuk lagi beberapa darah, terlihat sangat menyedikan.
Gadis kecil itu menatap Luye dengan tidak percaya. Dia tidak berharap Luye begitu pandai dalam mengarang cerita.
Orang-orang mulai menatap Luye dengan simpatik, dan memelototi gadis itu dengan tidak senang. Bagaimanapun di mata orang-orang keinginnan untuk membangkitkan keluarganya kembali adalah keinginan yang mulia. Dan ada orang jahat yang ingin menghalaingi keinginan mulia itu?
Hangwe juga melihat ini, pada awalnya dia melihat ada keramaian jadi dia penasaran. Ketika datang untuk menyaksikan dia ahkirnya menemukan kalo Luye dalam masalah. Setelah mendengar omong kosong Luye dia langsung tersendak karena malu.
Tuan muda Mufeng tidak bisa berkata apa-apa. Meskipun dia merasakan kata-kata Luye seperti di lebih-lebihkan. Setidaknya Luye sudah membuktikan 1 hal. yaitu dia ingin di rampok di sini.
Bagaimanapun metode kultivasi keluarga bukan hal umum seperti metode kultivasi dasar. Jadi wajar jika ada yang menginginkannya.
Sebagai keluarga yang benar-benar menekan para bandit. Bagaimana mungkin keluarga Wayde mentoleril perilaku merampok, yang tidak jauh berbeda dari bandit?
Meskipun tuan muda Mufeng tidak bisa membuktikan kalo Luye berbohong atau tidak. Tapi Luye berhasil mengambil simpati masyarakat umum. Gadis itu juga sepertinya tidak memiliki pembelaan. Jadi dia hanya bisa tersenyum masam.
Dengan berat hati tuan muda Mufeng menyuruh bawahannya untuk menangkap gadis itu.
Melihat dirinya akan di tangkap gadis itu berteriak. "Tu...tunggu."
Namun tim patroli tidak menghiraukan protes gadis itu dan tetap ingin menangkapnya. Tuan muda Mufeng mengangkat tangan untuk menghentikan bawahannya. "Apa anda punya pembelaan."
Tuan muda itu menampilkan peran seorang hakim adil dan bijaksana.
"Benar, tidak mungkin aku menginginkan metode rendahan itu." Gadis itu berkata dengan jijik.
Mendengar protes gadis itu Luye diam-diam tertawa dalam hati. 'Apa ahkirnya dia memakan umpan?'
"Tidak mungkin? Kenapa begitu?" Mufeng mulai menanyainya lebih lanjut.
__ADS_1