Berenkarnasi Di Dunia Kultivasi

Berenkarnasi Di Dunia Kultivasi
Bab54


__ADS_3

Luye berhenti memainkannya dan dan memegang tangan gadis itu yang bergerak naik dan turun.


Hal ini menyebabkan gadis itu sedikit bergetar dengan wajah ketakutan. "Apa anda tidak puas dengan saya tuan?" Tanyanya dengan suara rendah.


Luye tersenyum dan berkata. "Tidak juga."


Lalu menanjutkan. "Hanya saja kenapa kamu seperti ketakutan, apa ini pengalaman pertamamu?" Luye tampa ragu mengeceknya. Dengan 2 jari, itu langsung masuk ke daera terlarang. Luye hanya merasakan daging lembut dan hangat di dalam sana.


"Aaah!" hal ini menyebabkan gadis itu berseru kaget. Dia mengangkat suaranya seperti sangat terkejut. Saat Luye menggosok mutiara merah muda, gadis itu menggeliat dan bernafas dengan kasar. Tubuhnya yang sebelumnya kaku sudah sedikit melunak. Wajahnya yang ketakutan di ganti dengan ekpresi kenikmatan.


"Aaaaahhh." Saat dia mencapai puncak, dia berteriak dengan nada tinggi. Kakinya bergetar yang membuat sejumlah besar air hangat di rasakan di tangan Luye. Wajahnya menjadi gila, dia merasa pikirannya sudah terbang tinggi ke atas awan. Dia telah melupakan semua kekawatirannya dan hanya berteriak kenikmatan.


Sekarang gadis itu hanya bersandar di dada Luye dengan dadanya yang naik turun. Tubuhnya sekarang tidak lagi kaku, ekpresinya menunjukan kalo dia sangat menikmatinya. Setelah beberapa menit ahkirnya dia mendapatkan kembali kesadarannya.


Dia mendongak menatap wajah tampan Luye dengan tidak percaya. 'Kenapa anak ini begitu mahir?'


"Apa kau sekarang sudah tenang?" Luye merasa ada yang salah, gadis ini sudah tidak lagi tersegel. Kenapa masih begitu kaku?


Gadis itu hanya memerah. "Apa kamu bukan dari kota ini?"


Luye tidak tau apa yang ingin di katakan. Jadi dia hanya mengangguk dab berkata kalo dia bukan dari kota ini. Lagupula berita terbaru tentang kota dam dia benar-benar tidak tau. "Apa yang terjadi?"


Mendengar apa yang di katakan Luye gadis itu ahkirnya menghela nafas lega. "Maukah kamu membantuku?"


"Membantumu untuk apa? Lagi pula kita baru bertemu! jangan berpikir aku mau mengambil resiko hanya untuk tubuh yang penah di tiduri orang lain itu." Luye berkata dengan nada mengajek.


Mendengar apa yang di katakan Luye wajah gadis itu sangat sedih seperti akan menangis. Wajahnya di penuhi rasa sakit seperti mengingat masa lalu yang menyeramkan? Dia langsung menutupi wajahnya dan mencoba menahan suara tangisnya.


Luye tidak tau harus apa, gadis di pangkuannya tiba-tiba menangis membuatnya bingung. Namun ketika dia tau gadis itu ingin memanfaatkannya dia menjadi acuh takacuh.


"Tunggu dulu kenapa dia tau kultivasiku?" Luye tiba-tiba mengingat sesuatu. Padahal Luye menggunakan cincin penyembunyi kenapa dia tau, dan ingin meminta bantuannya.


"Apa yang kamu inginkan?" Luye masih bertanya dengan acuh-takacuh.

__ADS_1


Mendengar ini gadis itu mencoba menahan kesediannya dan berkata dengan terhisak. "Apa kamu benar-benar mau membantu?"


"Kita dengar dulu apa maumu? selain itu dari mana kamu tau kalo aku kulivator?" Luye bertanya dengan tidak sabar.


"Ah, aku hanya ingin membalas dendam. dan untuk kenapa aku tau kalo kamu kulivator, aku hanya menebak tapi sepertinya kamu memberi tauku sendiri sekarang." Sekarang wajahnya penuh senyum, dia merasa sangat senang seperti menang lotre.


'Hanya menebak?' Luye merasa frutasi. 'Jadi kata-kata tadi hanya pancingan, aku merasa dia akan menjadi lebih licik dari pada Xiaoxun jika di biarkan terlalu lama.'


Sebelum akan menjelaskan Luye mengarakan tangan besarnya bergerak masuk ke area pribadi gadis itu lagi. "Ehmmmm."


Gadis itu tidak menolak, dia menikmati tindakan nakal Luye.Kemudian Luye menciumnya dan berkata. "Bisa anda katakan?"


"Ehm, itu saya menebak anda seorang yang kuat karena, ada beberapa orang kuat di sekitar anda tapi anda tetap santai dan acuh-takacuh. Jika itu manusia biasa maka mereka akan ketakutan dan saya tidak bisa melihat kultivasi anda, jadi saya berpikir anda lebih kuat dari saya." kata gadis itu sambil menggeliat tidak bisa tenang.


Luye ahkirnya mengerti, memang ada beberapa master di ranah tranformasi tahap 3 sampai 5 di jalan. Tapi karena merasa cukup kuat Luye hanya berjalan biasa dengan acuh-takacuh. Bahkan kalo ada yang ingin mengganggunya Luye hanya meminta maaf dengan tidak perduli seakan orang di depannya bukan apa-apa. Jika mereka menginginkan uang Luye hanya melemparnya koin emas. Luye berpikir dia tidak akan membuat keributan dengan cara seperti itu. Tapi sepertinya orang yang cukup jeli pasti akan sedikit curiga.


Tapi Luye juga merasa ingin tau kenapa dia tidak bisa melihat kultivasi gadis ini.


Luye melupakan hal itu dan mulai berpikir tenang, lalu berkata " Terus apa yang kamu ingin aku lakukan."


Lalu dia melanjutkan dengan ekpresi sedih dan penuh amarah. "Bajingan itu yang telah mengambil kesucianku dan keluarganya membantai keluarga kami." Sekarang dia malah seperti akan menagis lagi.


Jari Luye yang berada di dalam ahkirnya berhenti bergerak. Dia tidak tau harus berbuat apa untuk menghiburnya. Bagaimanapun dia tidak berpengalaman dengan hal seperti ini. Jadi Luye hanya memeluknya lebih erat untuk menenagkannya, lalu menciumnya lagi. "Tenang saja aku akan mencoba yang terbaik."


Meskipun dia berkata begitu, Luye merasa ada yang tidak beres. Dia merasa ini akan menjadi sangat merepotkan.


Mendengar jawaban itu gadis itu merasa sangat senang. Dia berbalik dan memeluk Luye dengan sangat erat. Matanya mengeluarkan air mata bahagia. "Terima kasih tuan, terima kasih, jujur saja aku tidak tau harus apa, keluarga ku sudah di musnahkan dan hanya aku sendiri yang tersisa!"


Lalu dia mendongak dan menatap wajah tampan Luye yang membuat wajahnya memerah. "Aku minta maaf tidak bisa memberikan yang pertama padamu, apa anda tidak keberatan." Sedikit ada penyesalan dalam nada bicaranya.


Prraaaaak.


Luye menampar pantat gemuk itu, meski wajah gadis ini tidak terlalu cantik jika di banding dengan Qin Long tapi tubuhnya sangat sempurnah dan menggairahkan. "Berhentilah bicara omong kosong, dan katakan siapa mungsu kita!"

__ADS_1


Gadis itu sedikit memerah saat di pukul pantatnya. Sekarang dia menatap Luye dengan kasih sayang. Melihat Luye menerimahnya, meski tau dia sudah tidak suci membuat perasaan cinta datang begitu saja. Terlebih lagi setelah kehancuran keluarganya dia merasa semua orang di seluru dunia tidak ada yang berada di pihaknya.


Dia sudah ingin menawarkan tubuhnya pada para master untuk membantunya sejak lama. Namun karena merasa kalo para master itu tidak akan membantunya. Apalagi kalo dia bukan lagi gadis yang suci, yang membuat dia merasa pesimis. Pada dasarnya apa yang di lakukan pada Luye adalah modal nekad. Selain itu fakta bahwa Luye menyembunyikan kultivasinya membuatnya berpikir kalo dia tidak kesini untuk urusan biasa.


Dan sekarang dia ahkirnya memenangkan taruannya. Luye mau membantunya yang membuat dia sangat bersemangat sehingga dia tidak tau harus apa. Dia memegang kepala Luye dan menciumnya dalam-dalam.


Luye tidak menolaknya dan menghisap semua dengan bersemangat. Dia merasakan kalo air liur gadis ini sangat manis. Tentu saja tangannya tidak diam saja dan mulai merabah bagian-bagian tertentu yang membuat gadis itu menjadi tidak tenang.


Setelah berciuman dengan puas mulut mereka ahkirnya terpisah. Sederet jembatan air liur terhubung di antara keduanya. Sekarang gadis itu menatap Luye dengan tergila-gila.


"Aku harap kamu tidak akan berubah pikiran. Kalo tidak kamu sebaiknya membunuhku!" Gadis itu berkata dengan sangat serius. Meskipun katanya terlihat mengancam, namun itu lebih terdengar seperti sebuah keputus asaan.


Luye juga merasakan keputus asaan gadis itu, Jadi dia tidak menolak. "Tenang saja aku adalah tipe lelaki yang tidak akan pernah berhianat dengan kata-katanya sendiri."


"Kalo begitu bagus!" Gadis itu menganguk senang. Setelah itu tatapannya pada Luye menjadi lebih lembut. Dia berkata lembut seperti seorang istri yang perhatian. "Sebenarnya mungsu kita sangat kuat, jadi aku tidak menginginkan kamu untuk melawan mereka, aku ingin kita membuat keluarga baru dan menyerang mereka ketika kita sudah kuat."


"Siapa mungsu yang kamu maksud?" Luye merasa tidak yakin, siapa orang yang bisa di cap sebagai yang terkuat di kota ini?


"Itu adalah keluarga Lue dan Chu." Gadis itu berkata dengan berat, lalu wajahnya berubah di penuhi dengan tekad, dia berkata dengan suara serak. "Sampai kapanpun aku tidak akan membiarkan mereka pergi, bahkan jika aku jadi hantu sekalipun."


Luye sedikit mengangkat alisnya dan bertanya. "Apa kau dari keluarga Nan?"


Bagaimanpun Luye sudah mendengar berita tentang hancurnya keluarga Nan di tangan keluarga Lue dan Chu dari Nan Cun beberapa hari yang lalu. Sekarang gadis ini memiliki masalah dengan mereka bukankah dia dari keluarga Nan?


Mendengar apa yang di katakan Luye gadis itu sedikit waspada. "Apa kamu mata-mata dari mereka?"


Banyak bangsawan di kota Dam itu mendukung ke dua keluarga itu. Makanya saat Luye memesan kamar VIP dia sedikit takut kalo itu orang dari kedua keluarga itu. Jadi setelah tau Luye dari luar dia sedikit lega.


'Tapi kenapa dia tau kalo aku dari keluarga Nan?'


Melihat kepanikan gadis itu Luye menariknya dan memakan dengan lahap bakpao bulat itu. Dia menghisap mutiara merah di puncak gunung. Gadis itu masih sulit bereaksi, dia masih sedikit waspada.


"Tenang saja, dulu aku mungkin berhubungan dengan mereka. Tapi sekarang sudah tidak, dan apakah kamu tidak mengenaliku?" Luye menatap gadis itu dengan senyum. Lalu menghisap bakpao itu lagi.

__ADS_1


Mendengar pertanyaan Luye gadis itu menjadi sedikit bingung. Dia melihat wajah tampan yang sedang menghisap dadanya dengan linglung. Tiba-tiba sebuah wajah muncul di benaknya. Wajah bocah dengan senyum cabul itu teringat olehnya. Wajah mereka tidak jauh berbeda, hanya saja sekarang jauh lebih tampan. Lalu sikap dewasa itu, membuat gadis itu berpikir kalo mereka adalah orang yang berbedah.


"Kamu Lue Yi?"


__ADS_2