BERHENTI MENCINTAI

BERHENTI MENCINTAI
S2 # PART 4


__ADS_3

Di sebuah mall ternama, seorang gadis cantik berhijab panjang tengah berjalan sendiri. Gadis itu masuk ke sebuah toko dan kemudian memilih gamis gamis.


Setelah membeli gamis yang di sukainya gadis itu beralih ke toko sepatu, dan mencari sepatu yang di sukainya di sana. Namun saat akan memasuki toko sepatu seseorang menabraknya.


"Maafkan saya nona." Ucap laki laki berjaket hitam.


"Tidak apa apa." Jawab Gadis itu dengan lembut


Dan kemudian melanjutkan langkahnya menuju toko sepatu.


setelah mendapat sepatunya Gadis itu akan membayar kekasir.


"semuanya 500 rb nona." Ucap pegawai kasir.


Gadis itu mengangguk, dan kemudian membuka tasnya untuk mengambil dompetnya.


"Dompet ku kemana??" Gumamnya pelan, mencari dompet di dalam tasnya namun ia tidak menemukannya. Gadis itu pun teringat dengan laki laki yang menabrak nya tadi. Ia yakin laki laki tadi telah mengambil dompetnya. "Sepertinya aku di copet." Gumamnya lagi dengan raut wajah kecewa.


"Biar aku saja yang membayarnya." Ucap seseorang di belakangnya dan meletakkan kartu atmnya di meja kasir.. Gadis itu langsung menoleh ke belakang, seorang laki laki tampan tengah berdiri di belakangnya.


"Tidak usah tuan, aku akan membelinya lain hari saja." Tolak gadis itu dengan lembut.


"Biarkan saja, kamu bisa mengantinya lain hari saja." Ucap laki laki itu dengan santai.


"Baiklah."


Setelah membayar sepatu milik gadis itu dan miliknya, mereka sama sama keluar dari toko itu.


"Kenalkan nama ku Rama." Rama mengulurkan tangannya.


Namun gadis itu tidak membalas salamnya melainkan mengkatupkan tangannya, Rama menurunkan tangannya.


"JIHAN."


.........


Di meksiko


"Tristan, kapan kita pulang??" Tanya Kanza sedang memeluk lengan kekar Tristan.


Sudah dua minggu mereka di meksiko. Kanza merasa sudah bosan di negara ini, Kanza tidak bisa kemana mana. Jika di negaranya ia bisa ke taman kota, atau ke mall.. tapi di sini meksiko, ia tidak tau mall atau pun tempat hiburan di negara ini.

__ADS_1


"Kenapa sayang... apa kamu sudah ingin pulang??" Tanya Tristan dan kemudian memeluk pinggang Kanza.


kanza mengangguk dengan cepat.


"Minggu depan kita akan pulang." Ucap Tristan. Seketika senyum kanza mengembang sempurna hingga memperlihatkan giginya yang putih.


"Benarkah Tristan." Kanza memeluk Tristan dan meletakkan kepalanya di dada suaminya.


"Ia sayang..."


Tristan mengecup kening kanza.


Tok


Tok


Tok


Suara ketukan pintu, mengalihkan pandangan mereka.


"Siapa malam malam gini mengetuk pintu." Gerutu Tristan.


Karna kamar kedap suara, ia tidak dapat mendengar suara dari luar.


"Biar aku saja." Tristan pun bangun dan mengambil baju dan celananya di lantai. Jangan tanya mereka telah melakukan apa?? Pasti kalian sudah tahu😚😚.


Ceklek


Tristan membuka pintu. Ternyata Nabila yang mengetuk pintu, Tristan kaget Nabila menangis segukan bahkan matanya bengkak.


"Daddy." Nabila langsung memeluknya dengan erat sambil menangis.


"Bilaa... kenapa kamu menangis??" Pekik Tristan lalu mengambil Nabila dan mengendongnya.


Kanza berada di tempat tidur melihat putrinya datang dan menangis. Kanza mengambil kimono dan memakainya dan kemudian menghampiri Tristan dan Nabila.


"Dad, Bila tadi mimpi buluk." Ucap Nabila.


Tristan langsung memeluk nya dan mengelus punggung Nabila.


"Bila anak mommy habis mimpi apa sayang, kok nangis seperti ini." Kanza mengusap rambut panjang Nabila.

__ADS_1


Nabila melihat Kanza, menangis kencang dan mengangkat ke dua tangannya sinyal ia mau di gendong oleh kanza.


Kanza mengambil putrinya dari Tristan, wajahnya bingung. Nabila langsung memeluk erat mommynya.


"Mam, Mam jangan tinggalin Bila yah." Isak Nabila. "Tadi Bila mimpi ada yang lukai mommy, trus mami terluka. Banyak darah di tubuh mami bila sangat takut." Sambung Nabila.


Kanza menghela nafasnya, dan kemudian menatap Tristan.


Tristan mengelus punggung Nabila.


"Sayang, itu hanyalah mimpi jangan takut." Ucap Tristan.


"Apa Bila lupa berdoa sebelum tidur??" Tanya Kanza menatap mata lentik putrinya.


Nabila menjawab gelengan.


Kanza tersenyum.


"Sebelum tidur Bila doa agar Bila gak mimpi buruk. Doain juga mami, Daddy dan semuanya agar kita bisa sehat dan terus bersama Bila." Ucap Kanza lalu mengecup kening Nabila dan kemudian menghapus air mata di pipi putrinya.


Nabila mulai tenang namun masih terdengar suara isak isakan.


"Mi, malam ini Bila tidul dengan mami dan daddy yah." Pinta Nabila merengek.


Kanza melirik Tristan, Tristan tersenyum dan mengangguk.


"Tentu saja sayang." Tristan mengambil Nabila dan mengendongnya lagi. "Biar aku saja yang nidurin Bila." Kanza menjawab anggukan lalu tersenyum.


...............


Seorang laki laki berwajah tampan, namun penampilannya acak acakkan di tambah rambut halus di wajahnya. Sedang menikmati Vodka yang ada di tangannya.


Sudah 2 botol ia habiskan, hari demi hari ia sudah tidak mengenal dirinya dulu. Wanita yang ia cintai, kini sudah pergi dan takkan kembali lagi padanya.


"Kanza, kenapa harus menikah dengannya?? Kenapa kamu tidak memberiku kesempatan kedua, aku pasti akan mencintaimu. Aku janji takkan mengkhianati mu lagi." Ucap laki laki itu yang tidak lain adalah Dewa.


Dewa tertawa dengan keras, namun semua seketika berubah dengan tangis. Ia benar benar menyesal, telah mengkhianati kanza. Ia laki laki bodoh, demi wanita J*l*n* itu ia harus kehilangan istri dan anaknya.


Dari kejauhan seorang wanita cantik berpakaian merah tengah menatapnya, ia terus tersenyum melihat kehancuran Dewa.


"Mas Dewa, kita bertemu lagi." Gumamnya.

__ADS_1


...bersambung...


__ADS_2