BERHENTI MENCINTAI

BERHENTI MENCINTAI
EPISODE 46 # KEJAR AKU


__ADS_3

...**JANGAN LUPA...


...TEKAN...


...LIKE AND VOTE**...


...........


FLASBACKOFF


"jadi selama ini kaau sudah


merencanakan menghancurkan


pernikahan ku dengan kanza".


geram dewa. kedua tangannya


tergepal dengan kuat rahangnya


mengeras. "kau telah membodohi


ke selama ini". sambungnya.


"aku tak pernah membodohimu.


kamunya saja yang memangnya bodoh


dengan muda aku rayu". bella


tersenyum sinis ke arah dewa.


"kau". teriak dewa menatap tajam


bella.


karna tersulut emosi tanpa sadar


dewa mengarahkan ke dua tangannya


ke leher bella menekannya dengan


kuat. hingga bella tak dapat mengeluarkan suaranya matanya


melotot seaakan akan keluar


dari matanya.


"mati kauuuu".


"astagaa tuan". pekik perawat


yang baru saja masuk ke


dalam.


"tuan sadarlah anda bisa mem-


bunuhnya". teriak perawat wanita


itu sambil menarik tangan dewa


yang mencekik kuat leher bella.


dewa yang sadar dengan


apa yang telah ia buat. ia


langsung melepas tangannya

__ADS_1


dari leher bella.


hukk


hukk


hukk


bella terbatuk dan menarik nafas


nya dengan panjang.


"a-apa kau mau membunuhku??".


seru bella menaahan sakit


di lehernya.


...........


Di kediaman kanza.


di halaman rumah kanza memiliki


sebuah taman dan kebun bunga


serta beberapa pohon yang meng


hiasi taman tersebut.


nabila yang baru sembuh dari


sakitnya kini sudah aktif


kembali bermain dan berlari


dengan ceria.


teriak kanza.


"kejar aku paman". teriak


nabila mengabaikan teriakan


mamanya.


"udahh dong larinya, paman


capek". ujar rama ngos ngosan


mengejar nabila yang begitu


lincah.


"gak ahhh....!! ayo kejar bila".


teriaknya lagi kegirangan.


"kalo paman tangkap udah


yah mainnya".


"oke paman".


kanza yang tengah duduk


memandangi anaknya dan rama


sahabatnya.

__ADS_1


bibirnya melengkung ke


atas.


senang rasanya melihat nabila


tertawa. sejak aku berpisah dengan


mas dewa. baru kali ini aku


melihat nabila tertawa lepas


seperti itu. gumam kanza.


"mi haus". pinta nabila


yang sudah berdiri di hadapannya


dan di susul rama yang langsung


menjatuhkan dirinya di kursi besi


putih panjang di sebelah kanza.


"capekkk". tanya kanza setelah


membantu anaknya minum.


"gak". jawab rama dengan nafas


naik turun.


"gak capek tapi keringetan gitu".


seru kanza. ia pun mengambil


sebuah tisu dan mengusap


keringat diwajah rama. "thans


ya". ujarnya dengan tersenyum.


"untuk".


"untuk semuanya". jawab kanza


singkat. "ayo kedalam kita


makan siang. aku udah masak


tadi". tanpa mendengar jawabn


rama kanza menarik tangan


rama masuk kedalam rumahnya.


Di depan gerbang rumahnya


seorang pria tinggi bertubuh


atletis. memakai acamata hitam


topi dan masker. pria itu


sejak tadi memperhatikan


kanza nabila dan rama.


"kanza". gumamnya.

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2