
...**JANGAN LUPA...
...TEKAN...
...LIKE AND VOTE**...
...........
FLASBACKOFF
"jadi selama ini kaau sudah
merencanakan menghancurkan
pernikahan ku dengan kanza".
geram dewa. kedua tangannya
tergepal dengan kuat rahangnya
mengeras. "kau telah membodohi
ke selama ini". sambungnya.
"aku tak pernah membodohimu.
kamunya saja yang memangnya bodoh
dengan muda aku rayu". bella
tersenyum sinis ke arah dewa.
"kau". teriak dewa menatap tajam
bella.
karna tersulut emosi tanpa sadar
dewa mengarahkan ke dua tangannya
ke leher bella menekannya dengan
kuat. hingga bella tak dapat mengeluarkan suaranya matanya
melotot seaakan akan keluar
dari matanya.
"mati kauuuu".
"astagaa tuan". pekik perawat
yang baru saja masuk ke
dalam.
"tuan sadarlah anda bisa mem-
bunuhnya". teriak perawat wanita
itu sambil menarik tangan dewa
yang mencekik kuat leher bella.
dewa yang sadar dengan
apa yang telah ia buat. ia
langsung melepas tangannya
__ADS_1
dari leher bella.
hukk
hukk
hukk
bella terbatuk dan menarik nafas
nya dengan panjang.
"a-apa kau mau membunuhku??".
seru bella menaahan sakit
di lehernya.
...........
Di kediaman kanza.
di halaman rumah kanza memiliki
sebuah taman dan kebun bunga
serta beberapa pohon yang meng
hiasi taman tersebut.
nabila yang baru sembuh dari
sakitnya kini sudah aktif
kembali bermain dan berlari
dengan ceria.
teriak kanza.
"kejar aku paman". teriak
nabila mengabaikan teriakan
mamanya.
"udahh dong larinya, paman
capek". ujar rama ngos ngosan
mengejar nabila yang begitu
lincah.
"gak ahhh....!! ayo kejar bila".
teriaknya lagi kegirangan.
"kalo paman tangkap udah
yah mainnya".
"oke paman".
kanza yang tengah duduk
memandangi anaknya dan rama
sahabatnya.
__ADS_1
bibirnya melengkung ke
atas.
senang rasanya melihat nabila
tertawa. sejak aku berpisah dengan
mas dewa. baru kali ini aku
melihat nabila tertawa lepas
seperti itu. gumam kanza.
"mi haus". pinta nabila
yang sudah berdiri di hadapannya
dan di susul rama yang langsung
menjatuhkan dirinya di kursi besi
putih panjang di sebelah kanza.
"capekkk". tanya kanza setelah
membantu anaknya minum.
"gak". jawab rama dengan nafas
naik turun.
"gak capek tapi keringetan gitu".
seru kanza. ia pun mengambil
sebuah tisu dan mengusap
keringat diwajah rama. "thans
ya". ujarnya dengan tersenyum.
"untuk".
"untuk semuanya". jawab kanza
singkat. "ayo kedalam kita
makan siang. aku udah masak
tadi". tanpa mendengar jawabn
rama kanza menarik tangan
rama masuk kedalam rumahnya.
Di depan gerbang rumahnya
seorang pria tinggi bertubuh
atletis. memakai acamata hitam
topi dan masker. pria itu
sejak tadi memperhatikan
kanza nabila dan rama.
"kanza". gumamnya.
__ADS_1
...Bersambung...