
2 hari kemudian.
perlahann kanza membuka kedua kelopak matanya. awalnya pengelihatannya buram. ia menutup nya lagi dan membukannya lagi pengelihatannya sudah jelas. orang pertama yang di lihatnya adalah tristan.
"nona kanza...!! anda sudah sadar". ucap tristan sangat senang.
"tuan tristan".
"anda jangan bicara dulu". tristan menekan tombol untuk memanggil dokter.
tak berapa lama kemudian dokter dan perawat memasukki kamarnya dan langsung memeriksa kan keadaan kanza. dokter pun bernafas lega setelah memeriksa kanza.
masa kritis kanza sudah di lewatinya. beberapa hari yang lalu hampir saja kanza kehilangan nyawanya. namun ketika mendengar suara tangis nabila detak jantung kanza kembali.
dokter pun keluar setelah mengatakan kondisi kanza sudah membaik. tristan pun juga bernafas lega..
"auu". jerit kanza saat mencoba untuk bangun. segera tristan datang dan menahan tubuh kanza yang mencoba untuk bangun.
"jangan banyak gerakk... entar jahitan kamu lepas". tegur tristan.
kanza pun menurut. ia pun kembali membaringkan kepalanya di bantal. kanza pun teringat kembali kejadian beberapa hari lalu saat bella menyerangnya dengan rama.
mengingat insiden itu. kanza mengingat rama.
"rama di manaa?". tanyanya ke tristan.
tristan terdiam tak menjawab pertanyaan kanza.
"tuan tristan kak rama di mana?? kak rama baik baik saja kan". tanya lagi dengan wajah serius berharap mendapat jawaban dari tristan.
"tuan rama baik baik saja nona kanza". jawab tristan gugup.
__ADS_1
maaf nona kanza... saya membohongi anda.
gumam tristan dalam hati. berat baginya mengatakan yang sebenarnya ke kanza.
kanza pun tersenyum dan bernafas lega mendengar jawaban dari tristan.
makasih tuhann.. aku pikir aku akan kehilangan kak rama. gumamnya.
"oh yah tuan... kenapa anda disini??". tanya kanza saat menyadari tristan yang sudah menjaganya.
tristan pun menjawab dan menjelaskan nya semuanya ke kanza.
"makasihh yahh tuann... maaf untuk kesekian kali nya saya merepotkan anda lagi". ucap kanza sungkan.
"saya pernah mengatakannya kepada anda nona kanza, jangan sungkan dengan saya... saya sangat senang bisa menolong anda". ucap tristan dengan senyum.
"saya tak menyangka di dunia ini masih ada orang baik seperti andaa... saya sangat bersyukur bisa mengenal anda". ucap kanza tersenyum.
"bagaimana ke adaan putri saya dok". tanya tuan adrian saat dokter keluar dari kamar kanza. tuan adrian sejak tadi berada di depan pintu.
"semua nya baik baik saja tuan adrian.. setelah luka nya kering putri tuan sudah bisa di pulang kan". jawaban dokter membuat tuan adrian bisa bernafas lega.
"saya permisi dulu tuan adrian". pamit dokter paru baya yang umurnya tak beda jauh dengannya.
"iaa... terima kasihh telah merawat anak saya". ucap tuan adrian.
"itu sudah tugas kami tuan". ucap dokter tersenyum. "saya pamit tuann ada pasien lagi yang harus saya tangani". tuan adrian menjawab anggukan.
dokter pun pergi. tuan adrian pun mengintip kanza di balik kaca yang ada di pintu. ia pun tersenyum.
semua karna ulahh ku... karna perbuatan bejatku putri ku harus menanggungnya..
__ADS_1
gumamnya dalam hati.
dari sudut matanya keluar cairan bening. seharusnya aku yang kamu lukai dan kamu balaskan dendam mu bella.. kenapa harus putri ku... putriku sudah lama menderita karna ulah ku...
FLASBACK ON.
Beberapa hari lalu.
"tuan besar". panggil anak buahnya yang baru masuk keruangannya dengan wajah panik.
"ada apa digo?? kenapa kamu panik seperti itu??". tanya tuan adrian ke anak buah nya itu.
"nona muda... nona muda tuan". ucap digo terbata bata.
tuan adrian berdiri dan menghampiri anak buahnya. "kenapa dengan putri saya??". tanya sambil mencengkram kerah baju anak buahnya itu.
"nona muda di tikam tuan". jawabnya dengan cepat.
"apa". tuan adrian menghempaskan anak buah nya. "siapa yang telah berani menikam putri ku". geram tuan adrian..
"nyonya bella tuan". jawab digo.
tuan adrian menatap kembali anak buahnya. "bellaa....". gumamnya.
"ia tuann....". jawab digo. "saya punya buktinya tuann.. sekarang nyonya bella menjadi buronan. video cctv sudah menyebar di media sosial". digo memeperlihatkan video di hpnya.
tuan adrian mengambil nya dan melihat isi video itu. tuan adrian mengembalikan hp ke anak buahnya lagi.
"siapkan mobil saya mau ke rumah sakit". titah tuan adrian.
"baik tuan". digo pun pergi berlari meninggalkan ruangan tuan adrian.
__ADS_1
...bersambung...