
setelah bella pergi kanzaa pun berlari menuju kamarnya.
sesampainya di kamarnya ia mengunci pintu dan menjatuhkan tubuhnya di lantai ia memeluk kedua lututnya menyandarkan punggungnya ke pintu. ia pun menangis sejadi-jadinya kali ini kesabarannya sudah habis.
apa kurangnya diriku dan apa salahku, kenapa kau tega mas menghancurkan hidupku. gumamnya
setelah merasa tenang kanza pun berdiri dan berjalan menuju kamar ganti ia sudah tak tahan lagi dengan semua yang di hadapinya saat ini. ia mengambil koper, miliknya dan memasukkan semua pakaiannya ke dalam koper.
...kenapa semua jadi seperti ini tuhann apa salahku. apakah ini akhir pernikahanku. apa tak ada harapan lagi mempertahankannya. apa sebaiknya aku pergi dari rumah ini dulu. aku tak sanggup bila melihatnya . hatiku hancur dan sangat sakit....
kannza juga mengemasi sebagian pakaian dan barang barang penting nabila. ia pun menyuruh pelayan untuk memasukkannya ke dalam mobilnya karna ia kualahan karna ia juga mengendong nabila.
"nyonya..!!" panggil bi siti yang berlari menghampirinya saat kanza akan keluar dari rumahnya.
"ada apa bi??". tanya kanza dengan mata bengkak dan sembab.
"nyonya mau pergi kemana??". tanya bi siti yang sangat prihatin dengan keadaan majikannya saat ini.
"aku mau pulang ke rumah lama ku dulu bi". jawab kanza pelan
"boleh bibi ikut dengan nyonya....???".
"bibi yakin mau ikut??".
"ia nyonya....!". jawab bi siti.
"ya sudah...!!".
"makasih nya, bibi kekamar bentar ngambil pakaian".
__ADS_1
"ia bi... yang cepet yahh, aku tunggu di mobil".
🍁🍁🍁🍁
1 jam kemudian.
kanza sudah berada di rumah lamanya. rumah hasil keringatnya dia menjadi model, rumah kanza cukup besar dengan 2 lantai dan halamannya sangat luas dengan beberapa pohon dan tanaman bunga semua masih terawat dan bersih. karna kanza juga memiliki pembantu yang menjaga rumah yang juga membersihkannya.
aku tak menyangka akan kembali kerumah ini. gumamnya.
kanza pun melangkah masuk kedalam rumahnya yang sudah lama ia tinggalkan. dan di susul bi siti yang sedang mengendong nabila yang tertidur pulas.
"bi...! bawa bila ke kamar atas saja". perintah kanza.
"baik nyonya".
kanza menyentuh bunga-bunga kesayangannya. ia merasakan ketenangan berada di tempat itu. ia sangat menikmati pemandangan indah di depan matanya.
namun saat ia merasa ketenangan di pikirannya. ia kembali bersedih, kata-kata dari bella masih terbayang bayang dalam ingatannya dadanya terasa sesak, hatinya semakin sakit dan terluka untuk sekian kalinya.
wanita itu beneran hamil, hamil anak mas dewa...?? apa aku harus melepas mas dewa. tapi bagaimana dengan nasib nabila, ia juga butuh figur seorang ayah. gumam kanza .
**🍁🍁🍁🍁
Di RUMAH DEWA**.
di malam harinya dewa baru tiba dirumah setelah ia ke apartement bella. ia lebih banyak menghabiskan waktunya dengan bella.
dewa pun langsung memasukki kamar mandi di kamarnya untuk membersihkan dirinya yang lengket karna keringat. ia belum menyadari kepergian kanza dan anaknya.
__ADS_1
setelah mandi ia pun ke dalam kamar ganti. ia begitu kaget saat melihat lemari pakaian istrinya pintunya terbuka dan di dalamnya kosong.
"kemana pakaian-pakaian kanza??? apa ia pindah kamar". lirih dewa. ia pun juga melihat meja rias milik kanza pun juga kosong. dengan panik ia keluar dari kamarnya dan menuju kamar putrinya.
dewa pun tambah syok saat kamar anaknya juga kosong dan pakaiannya pun sebagian sudah tak ada di lemari.
"kanza nabilaa kemana kalian". teriak dewa begitu lantang.
dewa pun turun kebawa dengan paniknya. "bi sitiii....!!" teriaknya.
namun yang keluar bukanlah bi situ namun beberapa pelayan dengan wajah memucat karna takut.
"bi siti tak ada tuan". ucap salah satu pelayan.
"kemana dia". seruh dewa.
"bi siti ikut bersama nyonya tuan". jawab pelayan dengan gugup.
"mereka pergi kemana???". tanya dewa dengan geram.
"maaf tuan kami tak tau". ucap pelayan.
pasti kanza pulang kerumahnya. aku takkan membiarkan mu meninggalkanku kanza. ucapnya dalam hati.
"maaf tuan... tadi ada seorang wanita hamil mendatangi nyonya dan menyuruh nyonya untuk berpisah dengan anda tuan. karna wanita itu telah hamil anak tuan. karna hal itu nyonya pergi". jelas pelayan satu menundukkan kepalanya.
"bella..!!".teriak dewa dengan geram rahang mengeras dengan wajah memerah.
...BERSAMBUNG...
__ADS_1