
di siang harinya kanza dan nabila bersiap-siap ke mall seperti janji suaminya yang akan mengajak anaknya bermain.
suaminya keluar sambil memainkan ponselnya. dan ia menghampiri nabila yang duduk di ruang tamu menunggunya.
dewa membungkuk mensejajarkan wajahnya dengan wajah anaknya. "bila sayang, maafin papi yah. hari ini papi gak bisa nemennin bila bermain". ucap dewa yang merasa tak enak pada putrinya.
saat ia akan turun bella mengirimkannya pesan.
**sayang!! kamu ke apartemen ku sekarang ada hal yang penting yang ingin aku katakan padamu. aku mohon.
oke...aku akan segera kesana**. balas dewa.
kanza yang berada di belakang suaminya tak dapat menahan air matanya lagi. ia sudah tak mengenal suaminya lagi suami yang dulu selalu menepati janjinya, mencintai dan menyanginya dengan nabila. tapi sekarang karna ke hadiran orang ke tiga dalam rumah tangganya menghancurkan semua ke indahan di dalam rumah tangganya.
"aku tak menyangka mas, mas sudah sangat berubah semakin dan semakin jauh dari kami. aku salut dengan wanita mu itu, yang bisa mengantiku di hatimu". ucap kanza terisak-isak. "aku mundur mas... aku bisa tahan mas mengecewakan dan menyakiti ku mas. tapi aku takkan membiarkan mas melakukan hal ini pada nabila". ucap kanza sudah tak tahan
kanza berjalan menghampiri putrinya dan mengendongnya. "ayo sayang...!!! perginya dengan mami saja". kanza pergi meninggalkan suaminya.
__ADS_1
di perjalanan.
kanza menahan air matanya agar tak jatuh ia tak ingin memperlihatkan pada nabila yang sejak tadi diam memperhatikannya. seakan-akan anak balita itu mengetahui maminya sedang bersedih.
dewa yang berada di ruang tamu setelah di tinggal kanza. ia duduk termenung merasa bersalah dengan anak dan istrinya.
"aku harus mengakhiri semuanya, aku tak ingin menghancur kan rumah tanggaku". gumam dewa.
dewa pun pergi meninggalkan rumahnya menuju apartemen bella. sesampainya ia di depan pintu ia menekan bel. tak butuh lama bella pun membukanya. bella langsung memeluknya.
"sayangg, kamu datang juga. aku sangat merindukanmu". ucap bella manja.
dewa menghela nafasnya dengan kasar. "bel, aku ingin mengakhiri ini semua. aku tak ingin rumah tangga ku hancur. maaf bell kita harus putus". ucap dewa dengan berat hati.
"apa". pekik bella. "kamu putusin aku... setelah semua yang kita lalui dengan mudah kamu putusin aku, aku tak ingin putus dengan mu". teriak bella.
"mungkin ini egois bell... aku memang jenuh dengan rumah tanggaku tapi aku tetap mencintainya tak pernah terlintas dalam pikiranku untuk berpisah dengannya". ucap dewa.
__ADS_1
"kamu jahat dewa, jadi apa aku selama ini untukmu. aku tak ingin putus darimu dewa, aku mencintaimu kamu juga mencintaiku. bahkan kita sudah melakukan hal itu, aku memberikan semua untukmu bahkan tubuhku". geram bella.
"aku memang sudah menidurimu, tapi bukan aku orang pertama yang sudah menyentuhmu. dan menidurimu, itu berarti hal itu sudah biasa untukmu". balas dewa.
saat pertama kali meniduri bella. bella memang sudah tak perawan tak seperti kanza ia lah orang pertama menyentuhnyaa. walau kanza bekerja sebagai modelin dunia hiburan ia mampu menjaganya hingga ia menikah dengan dewa.
plak
bella menampar pipi dewa dengan keras membuat dewa meringis kesakitan di pipinya.
"ya aku meemang sudah tak perawan lagi. tapi aku bukan wanita yang mau tidur dengan banyak orang. kau tak bisa memutusin aku ,, kamu hanya untukku. kau tak bisa meninggalkanku seperti ini". teriak belle yang sudah menangis.
"maaf bella". dewa langsung pergi begitu saja meninggalkan bella.
"kau tak bisa berbuat ini dewa...!! teriak bella.
dewa tetap berjalan jauh tak memperdulikan teriakkan bella.
__ADS_1
...BERSAMBUNG...