BERHENTI MENCINTAI

BERHENTI MENCINTAI
EPISODE 88 # TAK JADI PULANG


__ADS_3

ingin rasanya kanza kabur dari hadapan tristan karna sangat malu. ingin kabur tapi entah kemana? tak lama mereka pun sampai di mobil dan langsung di sambut oleh pak sopir yang sudah membukakan pintu untuk mereka.


karena baju yang basah kuyup, membuat tristan dan kanza mengigil, di tambah lagi udara dingin di mobil. selama di perjalanan, tak ada obrolan di antara mereka. kanza merasa tubuhnya sangat mengigil dan ia merapatkan ke dua tangannya.


"pak, tolong suhu AC nya di naikkan yah". titah tristan pada sopirnya.


"baik tuan".


melihat kanza yang kedinginan, tristan mengambil tangann kanannya dan mengengamnya, niatnya agar membuat tangannya menjadi sedikit hangat. wanita cantik itu semakin serba salah, ingin menolak tapi ia butuh ke hangatan itu. mata mereka saling bertemu dengan cepat kanza memalingkan wajahnya ke arah lain. perasaan yang berbeda di rasakannya saat matanya menatap mata indah milik atasannya itu, debar debaran di jantungnya membuatnya semakin tak nyaman. kanza menarik tangannya dari tangan tristan.


jangan jangan aku gak boleh memiliki perasaan dengan tristan... sudah cukup aku terluka karna cinta.


"maaf kanza aku lancang".


"tidak tristann... tidak apa apa". jawab kanza terbata bata.


di pertengahan jalan, mobil mereka berhenti di kala itu seorang polisi menghentikan mobil dan menyuruh mereka tak melewati jalan itu karna telah terjadi longsor.


"sepertinya kita gak bisa pulang hari ini kanza... kita harus cari penginapan". ucap tristan.


"emang gak ada jalan lain lagi tristan??". tanya kanza.


"ada jalan lain nona, tapi saya dengar jalan yang itu saat ini terkena banjir bandang". potong supir..


"ia sudahlah...". kanza mengambil ponselnya dan menghubungi bi siti memberitahukannya ke nabila bahwa dirinya tidak pulang hari ini.


nabila yang saat itu bersama bi siti meminta video call dengan nya. kanza menuruti dan mengalihkan telpon menjadi video call

__ADS_1


πŸ“±πŸ“±πŸ“±πŸ“±πŸ“±πŸ“±πŸ“±πŸ“±


πŸ“ž "mami kok gak pulang cih". wajah nabila yang sedang merajuk di layar ponselnya. kanza tersenyum gemas melihat tingkah putrinya. tristan yang duduk di sebelahnya melirik ponsel kanza.


πŸ“ž "maafin mami yahh, mami gak pulang. mami lagi di luar kota sayang.. di jalan ada longsor, jadi gak bisa di lewati nak". ucap kanza mengubah suara nya seperti anak kecil. "bila main sama bibi yahh.. entar mami pulangnya bawain bila mainan". bujuknya. seketika wajah nabila berubah senang.


πŸ“ž "benel yah mi beliin bila mainan. yang banyak". pinta nabila.


πŸ“ž "ia iaa... entar mami beliin mainan yang buanyak". jawab kanza sambil tersenyum.


πŸ“ž "oke mami". nabila membentuk o jarinya. "mami lagi ama om anteng ya ( panggilan nabila ke tristan)".


πŸ“ž "ia sayang.. mami bareng om tristan".


πŸ“ž "mi... bila mau ngomong ama om anteng dong". pinta nabila. kanza melirik tristan tristan yang kala itu menghadap ke arah nya menganggukkan kepalanya.


πŸ“ž "haloo anak maniss".


πŸ“ž "halo paman anteng". heboh nabila kegirangan saat video call dengan tristan.. "ommm...!! jagain mami bila yahh dali olang olang jahat".


kanza tertawa kecil mendengar perkataan nabila ke tristan.


πŸ“ž "pasti anak manis.. paman akan menjaga mami bila dari orang orang jahat. bila jangan kawatir yah.. mamil bila aman sama paman".


πŸ“ž "benel yah paman... paman jangan cakiti mami yah, sepelti papa lama dan papi buat mami nangis. bila akan malahin paman". ucap nabila dengn suara cadelnya. (ini nabila cadel yah bukan deniese cadelπŸ˜†πŸ˜†)


πŸ“ž "iaa bila... paman janji gak akan sakiti mami... paman akan buat mami bahagia". nabila tersenyum manis.

__ADS_1


πŸ“ž "oke paman anteng... oh ya paman udah dulu yah bila mau makan dulu di cuapin bibi".


πŸ“ž "makannya yang banyak yahh, biar cepat gedel".


πŸ“ž "ia paman anteng... bay bay paman".


(panggilan video call berakhir)


tristan menyerahkan ponsel kanza kembali, kanza menuddukkan kepalanya malu. malu karna ucapan nabila.


hancing


tiba tiba tristan bersin membuat wajah kanza terangkat menghadap tristan.


"kamu flu tristan, sebaiknya kita cari toko pakaian dulu... ntar masuk angin loh". ucap kanza kawatir. "pakk kalo di depan ada toko baju berhenti yah pak".


"ia nona".


kanza menyentuh kening tristan.


"badan mu mulai hangat tristan".


"gak apa apa kanza, nih wajar kok.. maklumlah baru kena air hujan jadi gini deh langsung flu".


"kalo di diemin bahaya juga tristan... entar mampir ke apotik yah beli obat jaga jaga kalo kamu demam nanti".


bersambung

__ADS_1


__ADS_2