BERHENTI MENCINTAI

BERHENTI MENCINTAI
EPISODE 84 # BERTEMU DEWA


__ADS_3

pukul 05 sore


kanza pun pulang dari kantor, ia kembali ceria setelah mencurahkan isi hatinya ke tristan. ia seperti melepaskan sedikit beban yang ada di hatinya.


baru saja dirinya merasa semangat, kini wajahnya kembali masam saat sampai di rumahnya.


dewa sedang duduk di teras rumahnya sambil memangku nabila putri mereka. dewa menatap ke arahnya yang masih berada di dalam mobil. awalnya kanza malas untuk turun dari mobil bertemu mantan nya. namun ia mencoba bersikap dewasa berdamai dengan ke adaan,


ia tidak boleh bersikap seperti itu.


"mass dewaa". sapaa kanza yang sudah memasuki teras rumahnya. ia mencoba tersenyum dan bersikap rama kepada laki laki yang pernah menjadi suami nya itu.


"kanzaa... apaa kabar". dewa mengulurkan tangannya. kanza membalasnya namun dengan cepat melepasnya. "aku kesini ingin bertemu nabila, aku sangat merindukannya". ucap dewa canggung.


"aku baik mass... mass bisa bertemu bila kapan saja, bila juga anak kamu". ucap kanza.


dewa mengambil dompetnya mengeluarkan sebuah kartu atm dan memberikannya ke kanza. "ini terimalah".


kanza mengkerutkan keningnya menatap atm di tangan dewa. "ngapain mas ngasih aku atm??". tanyanya heran.

__ADS_1


"ini untuk biaya kamu dan nabila... kamu gak usah bekerja lagi... kamu urus nabila saja". jawab dewa.


"maaf aku gak bisa mass menerima nya.. aku masih bisa bekerja mencari nafkah sendiri. untuk waktu ku nabila, aku hnya bekerja sampai sore saja". tolak kanza.


"baiklah... tapi ini bukan untuk mu tapi untuk putri ku. aku berhak menafkahinya...". ucap dewa.


kanza pun mengalah dan akhirnya mengambil atm itu. ya, benar kata dewa, dia ayah nabila. dan berhak menfkahi putrinya.


.......


sejak hari itu, dewa hampir setiap hari datang kerumahnya menemui dan bermain nabila. bahkan hari weekend pun. kanza tidak memperdulikannya. yang dia pikir hanyalah bertemu putrinya.


saat nabila bermain dewa duduk di samoing kanza. kanza merasa risih harus duduk di dekat mantan suaminya. kanza pun berdiri ingin berpindah tempat, namun dewa menahan tangannya.


"bisa kita bicara??". ucap dewa.


kanza menghela nafasnya dan kembali duduk wajahnya tanpa ekspresi.


"bicara apa??". tanyanya datar.

__ADS_1


"apakah aku tidak ada kesempatan lagi kanza... sungguh, aku menyesali semuanya. maaf aku telah menyakiti mu dan nabila". mata dewa berkaca kaca. "maaf telah menyayiakan mu, mengkhianati mu, dan menghancurkan pernikahan kita. aku sangat bodoh, melakukan hal itu kanza...". kanza melirik dewa, ia bisa melihat sebuah ketulusan di matanya. "bodohnya aku, meninggalkan mu demi kepalsuan yang baru ku sadari di akhir. aku telah sangat menyakiti mu, tapi aku tidak akan pernah berhenti mencari maaf agar kau tau beetapa aku menyesalinya". isak dewa.


kanza menatap iba mantan suami nya itu. baru kali ini dirinya melihat dewa sangat rapuh. jauh lubuk hatinya mungkin masih ada dewa di sana. namun rasa sakit lebih besar dari cintanya.


"aku sudah memaafkan mu mass". ucap kanza. "namun untuk kembali, itu sudah tidak mungkin. hati ibarat kan dengan kaca, jika sudah pecah kaca itu sudah dapat di perbaiki lagi". kanza menghela nafasnya, menelan salivanya yang sulit di telannya. "untuk masalalu, sudah jangan lagi di ungkit. jangan terlalu menyesali semua, itu hanya akan membuat kita lupa untuk memperbaiki diri".


"a aku sungguh menyesalinya kanza.. aku mohon kasih aku kesempatan kedua. aku berjanji takkan aku ulangi lagi, aku berjanji tidak akan menyakiti mu lagi. aku akan menjadi suami dan ayah yang baik untuk mu dan nabila".


"maaf mass... aku sudah tidak bisa bersama mu lagi. untuk nabila, kamu bisa bertemu dengannya, aku tidak akan menghalangimu. dan untuk penyesalan. jangan sesali apa pun yang terjadi, jangan kamu biarkan hidup ini di penuhi dengan penyesalan..".kanza berusaha untuk tidak menangis. "ini sudah mulai gelap, sebaiknya mas dewa pulang". kanza berdiri dan akan beranjak pergi namun tangannya di tahan oleh dewa


"aku tidak akan mundur kanza... aku akan terus mengejar cinta mu hingga aku mendapat kan mu lagi". ucap dewa yang saat itu sudah berdiri tangannya masih memegang kanza.


namun segera kanza menghempaskan tangan dewa.


"lakukan lahh, tapi semua akan sia sia..". ucap kanza ketus dan kemudian melanjutkan langkahnya. kanza mengendong nabila yang sedang bermain dan membawanya kedalam rumah.


"semua tidak akan sia sia... aku akan terus mengejar mu, hingga kau menjadi milikku lagi kanza".


bersambung

__ADS_1


__ADS_2