BERHENTI MENCINTAI

BERHENTI MENCINTAI
EPISODE 74 # TANGISAN KANZA


__ADS_3

3 hari kemudian


hari ini kanza sudah di perbolehkan pulang oleh dokter, karna kondisinya sudah membaik dan luka di perutnya sudah mengering. kanza bahagia karna sudah rindu dengan putrinya.


namun di balik kebahagiaannya, kanza terus memikirkan rama. berkali kali kanza meminta bertemu dengan rama, namun tristan selalu saja menolak dengan berbagai alasan.


di hari kepulangannya. kanza sudah tak bisa bersabar lagi, kanza terus memaksa tristan mengatakan hal yang sebenarnya ke kanza.


tristan yang sudah tak bisa menyembunyikannya lagi. dengan berat hati menjelaskan semua yang terjadi pada rama.


"saat ini tuan rama berada di singapura... saat kamu kritis ayah dari tuan rama datang dan menyuruh pihak rumah sakit agar rama di pindah kan ke rumah sakit singapura". tristan mengambil nafasnya dengan berat. "tuan rama dinyatakan koma oleh dokter nona kanza.. luka tusukannya itu mengenai organ paru paru kiri tuan rama. dan saya dengar tuan rama belum juga sadarkan diri". jelas trisan.


air mata kanza tak dapat terbendung lagi. karna demi menyelamatkan nya dari bella rama terluka. rasa bersalah menjelajah dalam hati dan pikiran.


"kenapa anda baru mengatakan hal ini pada saya tuan tristan". ucap kanza kesal. ia kesal bukan ke tristan namun pada dirinya sendiri.


tangis kanza pecah, ke dua tangannya menutup wajahnya dan menangis sejadi jadinya. sungguh ia begitu takut kehilangan rama.


"maaf kan saya nona kanza... saya melakukan hal ini karna sebelumnya kondisi anda belum sepenuhnya stabil. maka dari itu saya menyembunyikannya dulu karna saya takut jika anda mengetahuinya, kondisi anda akan kembali memburuk". jelas tristan merasa bersalah.

__ADS_1


kanza hanya menangis mendengar peerkataan tristan. bayangan bayangan di waktu penusukan itu terus terbayang dalam pikirannya.


"jangan bersedih lagi nona kanza.. saya yakin semua akan baik baik saja". bujuk tristan untuk menenangkan kanza yang tengah menangis itu.


"saya takut tuan tristan.. bagaimana jika kak rama....". kanza tak melanjutkan perkataannya tangisnya kembali pecah.


ia tak bisa membayangkan jika rama meninggal. hanya rama lah yang mengerti dirinya dan mencintainya begitu tulus. memperlakukan dirinya seperti seorang ratu.


"saya yakin nona kanza... tuan rama laki laki yang kuat. dia pasti akan secepatnya sadar dan kembali dengan anda lagi". ucapan tristan tulus namun perkataannya itu sedikit menusuk hatinya.


tangis kanza sudah reda ketika mendengar ucapan tristan barusan. segera dia mengambil nafas dan membuangnya. air mata yang membasahi pipinya segera di usapnya.


"ia... kak rama pasti kembali... kak rama sangat mencintaiku.. dia gak akan sejahat itu pergi meninggalkan ku".


gumam kanza dalam hati. yang saat ini di lakukannya bukannlah menangis. melainkan mendoakan kesembuhan rama.


"tuann... apa saya bisa ke singapura??".tanya kanza.


"tentu saja bisa". jawab tuan tristan dengan tersenyum. "tapi setelah anda sehat. saat ini perbanyaklah istrahat". pesan tristan.

__ADS_1


kanza mengangguk dan membalas senyum tristan.


"mami". teriak nabila ketika melihat kanza sudah pulang dan di antar oleh tristan.


"bila". kanza langsung memeluk anak semata wayangnya itu. "kamu gak nakal kan saat mami di rumah sakit??".tanya kanza menatap wajah putrinya.


"gak mi... bilaa kan anak baik". ucap nabila dengan bangga.


nabila tiba tiba menghampiri tristan dan langsung memeluknya dengan tangannya melingkar di pinggang tristan karna saat ini tristan tengah berdiri.


"makasih ya paman... sudah jagain mami". ucap nabila dengan suara cadelnya.


tristan tersenyum gemas dan dia pun menurunkan tubuhnya agar tingginya sejajar dengan tinggi nabila.


"ia anakk maniss".


bersambung


__ADS_1


SEKIAN DAN TERIMA KASIHH**


__ADS_2