
3 bulan sudah kanza bekerja di perusahaan tristan menjadi sekretarisnya, hubungan nya dengan tristan pun semakin dekat. sudah tidak ada kecanggungan di antara mereka.
di saat kanza tengah mengerjakan pekerjaannya. telpon kantor bunyi,segera kanza mengangkatnya.
📞"halo nona kanza..." ucap amel resepsionis loby bawa.
📞 " ya hallo, ada apa apa amel??" tanya kanza sambil mengetik di keybord komputer nya. kanza tetap melanjutkan pekerjaannya
📞 "nona kanza ada yang mencari anda di lobby." ucap amel
📞 " siapa amel??."
📞 " namanya rama".
seketika kanza menghentikan perkerjaannya. ia terdiam cukup lama, membuat amel berkali kali berucap namun kanza tetap diam. kanza menghela nafasnya.
📞 "katakan pada nya aku akan menemuinya sekarang di lobby".
(kanza menutup telponnya dan kemudian beranjak pergi untuk menemui rama di lobby bawa)
__ADS_1
kanza keluar dari lift, ia langsung melihat rama sedang duduk di sebuah sofa yang ada di lobby, kanza berjalan menghampirinya.
"kak rama." panggilnya dengan wajah tanpa ekspresi. rama langsung beerdiri saat melihat kedatangan kanza. "ada apa kak rama menemuiku??". tanyanya to the point.
"aku ingin berbicara sesuatu pada mu kanza.. tapi tidak di sini, bisa kita berbicara di kafe depan."
kanza menganggukkan kepalanya. "baikla."
kanza dan rama pun sudah berada di kafe depan kantor. cukup lama mereka berdiam diri.
"apa kabar za?." rama mulai berbicara.
"baik."jawab kanza singkat. tanpa sengaja mata kanza menatap sebuah cincin melingkar di tangan rama. cincinn.... tumben kak rama memakai cincin. kanza mengkerutkan keningnya terus menatap cincin di jari manis rama.
"ya...". kanza menjawab dan kemudian menghela nafasnya
"zaa...!! maafkan aku, maaf aku telah mengingkari janji ku pada mu." mata lentik rama mulai berkaca kaca. "a-aku telah mengkhianati mu zaa.. semua yang terjadi bukan lah kemauan ku."
"apa maksud mu kak rama...??". tanya kanza penasaran. "apa semua ini ada kaitan dengan cincin yang kau pakai."
__ADS_1
rama menudukkan kepalanya tidak berani menatap kanza. saat kanza akan melanjutkan ucapannya. seorang wanita cantik datang.
"kak ramaa." panggil wanita itu yang tidak lain adalah clara sejak tadi clara telah mengikuti rama. ia curiga rama akan menemui kanza. rama dan kanza menoleh ke arah clara. "kak ngapain kakak menemuinya lagi.. kakak sudah janji dengan paman kakak tidak akan menemuinya lagi." seru clara.
clara beralih ke arah kanza menatap kanza penuh kebencian. "dan kamu wanita gatel... jangan menemui tunangan ku lagi, karna kami akan segera menikah." teriaknya di dalam cafe itu. para pengunjung kafe menatap arah mereka.
"clara." bentak ramaa ia sudah berdiri menatap tajam clara.
"jadi kau sudah bertunangan dengannya kak??." tanya kanza dengan bibir bergetar.. matanya mulai berkaca-kaca, ia tidak menyangka akan merasakan yang namanya pengkhianatan.
kanza mengusap sudut matanya yang basah dan kemudian berdiri. kanza menghela nafasnya. "maafkan saya nona, saya tidak tau kak rama adalah tunangannmu." ucapnya tanpa menatap wajah clara dan rama. bayang bayangan pengkhianatan dewa dulu kembali terbayang dalam ingatannya. bohong jika dirinya sudah melupakann semuanya.
dulu kanza mengira rama akan menyembuhkan luka di hatinya dengan cintanya pada kanza. namun salah, bukan menyembuhkan malah menambah luka di hatinya. luka pengkhianatan dewa belum kering, kini luka nya bertambah karna rama.
"selamat atas pertunangan kalian... saya permisi." pamit kanza lalu pergi dari kafe itu. air matanya sudah mengalir deras membasahi pipinya.
"za...!!". teriak rama akan mengejar kanza namun clara, menahan tangannya. "lepaskan tangan ku clara." bentak rama penuh amarah.
"untuk apa kau mengejarnya kakk.... kakak lupakan wanita itu, dia tak pantas untuk mu. sekarang kita sudah bertunangan dan sebentar lagi kita akan menikah." seru clara.
__ADS_1
rama menghempaskan tangannya dari tangan clara. lalu pergi begitu saja, ia mengabaikan teriakan clara.
...........................bersambung.............................