
di ruang icu.
kanza memasukki ruangan tempat papa mertuanya di rawat. matanya berkaca kaca saat melihat tubuh pak tommy berada di atas bangkar dan tubuhnya di penuhi alat-alat medis menempel di tubuhnya di tambah monitor memantau detak jantung papanya.
seketika kanza mengingat kembali mendiang ibunya yang keadaannya hampir sama saat saat terakhir bersama ibunya. jauh dari lubuk hatinya ia begitu ketakutan akan kehilangan lagi untuk ke sekian kalinya.
"papaa". panggil kanza pelan.
air matanya kini mengalir deras di pipinya. hatinya begitu sakit melihat kondisi papa mertuanya.
mendengar suara kanza pak tommy membuka sedikit matanya dan melihat arah kanza. ia meneteskan air matanya.
"kanza". jawab pak tommy.
kanza pun mengengam tangan mertuanya. "papa...!! papa jangan banyak bicara dulu yah, papa harus banyak istrahat biar papa cepat sembuh". imbuhnya. ia mengelus kepala pak tommy dengan lembut. kanza menahan diri tak menangis di depan mertuanya.
"maafkan papa nak". ucap pak tommy pela.
kanza mengkerutkan keningnya saat mendengar ucapan pak tommy. "kenapa papa meminta maaf kepadaku. papa tak pernah berbuat salah". serunya.
"papa sudah gagal mendidik dewa. dewa telah menyakitimu dan telah gagal menjadi suami dan papa yang baik untukk mu dan cucu ku nabila". ucap pak tommy sedih.
apa papa sudah mengetahui.
"sudahlah papa. papa tak usah membahasnya, sebaiknya papa istrahat biar cepat sehat".
tiba tiba pak tommy meringis kesakitan di dadanya membuat kanza jadi panik.
__ADS_1
"papaa...!!" pekik kanza.
segera kanza menekan tombol untuk memanggil dokter.
tak berselang lama dokter datang beserta beberapa perawat. kanza pun disuruh menunggu di luar.
saat keluar dari ruang icu. bu rima adik dan kakak ipar beserta rama telah menunggu depan ruangan.
"papa kenapa dek?? kenaapa tiba-tiba dokter masuk kedalam". tanya siska dengan nada kawatir.
kanza memeluk kakak iparnya dan menangis. "tadi papa kesakitan kakk. aku sungguh takut".
"ya tuhan papaaa...!!" balas siska.
bu rima dan jihan duduk dan saling berpelukan meraka pun ikut menangis.
siska mengangguk pelan. " astagaaa...!!!" lirih kanza. "apa karna itu papa terkena serangan jantung??". tanya kanza dengan mulut bergetar.
"iaaa". jawab siska pelan.
kanza memejamkan matanya. ia mengepalkan kedua tangannya. walau pak tommy hanya lah mertuanya. namun ia sudah menganggap pak tommy papa kandungnya sendiri.
saat mereka tengah berbicara dokter keluar dari ruang icu. kanza dn keluarga dewa menghampiri dokter dan menanyakan keadaan pak tommy.
"saat ini pasien masih dalam kritis. ada pembengkakan di jantung nya dan harus di oprasi". ujar dokter laki laki yang sudah parubaya.
"oprasi papa saya segera dok". ucap dewa yang tiba tiba datang dan menghampiri dokter. ia sangat bersalah dengan apa yang terjadi pada papanya sekarang.
__ADS_1
" kami menunggu tekanan darah pasien normal kembali karna saat ini tekanan darah pasien sangat tinggi cukup berisiko kalau melakukan oprasi sekarang". saut dokter.
dokter pun pamit masuk keruang icu memantau kembali keadaan pak tommy.
sementara siska menatap tajam dewa yang berdiri tak jauh darinya.
"ini semua gara-gara kamu dewa,,, kalo sampai papa kenapa-kenapa kamu adalah orang pertama yang akan kakak salahkan". gertak siska.
"maaf kak". ucap dewa pelan.
kanza kemudian memeluk siska kakak iparnya. untuk menenangkannya. "sudah kakkk".
^^^tuhan...!!! selamatkan papa tuhan. jangan kau ambil dia dulu. ucap kanza dalam hati.^^^
dering ponsel kanza terdengar di dalam tasnya. ia pun mengambilnya dan melihat nama bi siti di layar ponselnya.
"**hallo..!! ada apa bi???".
"....."
"nabila gak mau tidur dan nangis terus, ok ok bi aku akan segera pulang**".
kanza pun mematikan telponnya dan mengalihkan tatapannya ke keluaraga suami.
"ma, kak siska, jihan. maaf aku harus pulang dulu,, nabila sedang menangis dirumah". ucap kanza berasa tak enak hati meninggalkan keluarga suaminya dalam keadaan seperti ini. namun ia tak dapat berada ditmpat ini karna saat ini nabila juga membutuhkan kehadirannya.
"pulang lah nak, kasian nabila menunggumu". ucap bu rima dengan pelan.
__ADS_1
...bersambung...