
mobil kanza telah memasuki gerbang rumah sakit dan memarkirkannya di tempat parkiran. ia pun segera turun dari mobilnya dan berlari masuk ke dalam rumah sakit.
saat ia akan memasukki pintu masuk rumah sakit, tiba tiba kanza menabrak seseorang.
"maaf maaf saya sedang buru buru". ucap kanza cepat tanpa melihat wajah orang ditabrak.
"kanza". panggil orang itu yang lain adalah rama.
kanza menoleh kearah rama. "kamu disini kak?" tanya kanza yang ngos ngosan karna berlari tadi.
"ia,, aku abis menjenguk temanku". jawab rama. "kamu sendiri ngapain kesini. apa kamu sakit, kenapa kau terlihat gelisah seperti itu". seru rama.
"papa mertuaku di ruang icu kak. baru saja kakak mas dewa mengabariku kalau papa terkena serangan jantung". ujar kanza. "aku duluan yah kak". pamitnya dan langsung bergegas pergi namun tiba-tiba rama menahannya dengan memegang tangan kanza.
"ada apa kak???".
"aku akan menemani mu".
"ya sudah...!!! ayooo". jawab kanza dengan cepat.
tanpa di sadari oleh nya ia menarik tangan rama dan berlari masuk kedalam menuju ruang icu. membuat rama tersenyum kecil dibuatnya ia memandang terus tangan kanza mengengam erat tangannya.
....
saat mereka di lorong menuju ruang icu kanza menghentikan langkahnya membuat rama pun ikut berhenti.
dari arah jauh kanza melihat dewa suaminya dan bella yang tengah berdiri berhadapan dan sedang berbicara membahas sesuatu.
wanita itu disiniii...??
"za...!! kamu yakin akan kesana??". ucap rama.
"yaa...!!! aku kesini hanya ingin bertemu papa. bukan untuk bertemu mereka". jawab kanza datar.
__ADS_1
kamu harus kuat kanza..!!! sungguh hati ini begitu sakit saat melihat mereka berdua.
"ayo kakk...!!". kanza pun menarik tangan rama dan berjalan kedepan. berusaha untuk tenang saat berjalan mendekati arah suaminya.
dewa yang mendengar arah suara langkah kaki ia menoleh ke arah suara tersebut. wajahnya sekeetika memerah padam saat melihat kanza bersama rama dan sedaang bergandeng tangan.
"kanza...!!" pekik dewa.
bella yang juga ikut melihat tatapann dari suaminya. wajahnya pun berubah tak suka saat kanza berjalan mendekat padanya.
"hallo kanza". sapa bella dengan terpaksa.
kanza pun tak memperdulikan mereka ia terus berjalan dan melewati dewa dan bella namun tiba tiba dewa melayangkan pukulan di wajah ramasaat lewat di depannya.
buggg.
"kakk rama". teriak kanza yang kaget.
"kenapa mas dewa memukul kak rama". geram kanza.
"karna dia telah berani menyentuh tangan mu". bentak dewa.
rama yang tak terima perlakuan dewa ua segera maju dan membalas pukulan dewa.
buggg.
"kak ramaaa...!!!" teriak kanza.
"brengsek". lirih dewa yang mengusap darah di bibirnya dan menatap tajam arah rama begitu pun dengan rama.
kanza pun menahan rama yang akan maju ke dewa. dengan memeluk perut rama. "kak rama sudah ini rumah sakit". ujar kanza pelan.
dewa yang merasa geram saat melihat kanza memeluk rama. segera menarik tangan kanza dengan kasar.
__ADS_1
"ada apa kamu mas....??? lepaskan". berontak kanza saat tangannya di tarik suaminya.
"ada apa kamu bilang?? kamu memeluk laki-laki itu dan bergandeng tangan di hadapan suami mu". bentak deewa penuh amarah. "apa kau punya hubungan dengannya saat kamu masih berstatus sebagai istriku". sambung dewa.
kanza tersenyum sinis dengan menatap tajam suaminya. saat ia akan berbicara.
siska kakak dewa datang menghampirinya.
"kanza kamu sudah datang". ujar siska. "ayo...!!! sejak tadi papa memanggil-manggil namaa mu". imbuhnya. dan segera siska menarik tangan kanza masuk kedalam menuju ruangan pak tommy.
sementara dewa dan rama masih saling beku tatap dengan tatapan membunuh.
"sayang...!! ayo kita pulang". ajak bella merangkul lengan dewa dengan manja. namun segera dewa menepisnya dengan kasar.
"pulang saja sendiri". bentak dewa.
rama yang melihat sikap dewa ke bella ia pun tersenyum sinis. "karna wanita iblis itu kau dengan tega menghancurkan rumah tangga kamu sendiri. jika aku tau kau menyakitnya aku takkan membiarkanmu memilikinya dulu". seru rama yang kemudian berlalu pergi menyusul kanza.
dewa yang akan kembali melayangkan pukulan nya ke rama namun bella menahannya.
"sayang...!! ayo antar aku pulang". bujuk bella dengan manja.
dewa beralih ke bella. wajahnya semakin memerah padam. "ini semua karna kamu wanita sialan". bentaknya.. "pergiii kamu dri sini". usir dewa.
"kamu mengusirku...".balas bella dengn kesal.
"jika saja kau tak datang dan memberitahukan semua ke papa. papakuu takkan terkena serangan jantung". geram dewa.
"kau menyalahkan ku". balas bella semakin kesal.
"agghhhhhttt". teriak dewa yang kemudian menendang tembok dan memukul mukulnya meluapkan amarahnya.
...Bersambung...
__ADS_1