BERHENTI MENCINTAI

BERHENTI MENCINTAI
EPISODE 31 # TAMPAN SEKALI


__ADS_3

DI PERJALANAN.


"maaf tuan sudah merepotkan anda". ujar kanza tak enak hati.


"tidak nona... anda sama sekali tidak merepotkan saya". saut tristan yang fokus menyetir.


aku sangat bahagia hari ini nona kanza,,, aku adalah orang yang telah menolongmu. ucapnya dalam hati.


mobil tristan pun memasuki halaman rumah kanza. tristan pun langsung turun dari mobilnya dan membukakan pintu mobil kanza.


"anda tak usah mengendong saya tuan. saya masih bisa berjalan sendiri". tolak kanza saat tristan akan mengendonnya.


"lutut mu juga terluka. anda akan kesulitan berjalan,, biarkan saya membantu anda". seru tristan.


kanza pun dengan terpaksa mengiyakannya. tristan pun mengendong kanza ala brydal styl.


dag


dig


dug


jantung tristan berdetak kencang saat wajahnya dengan kanza begitu dekat.


dia begitu sangat cantik. pujinya dalam hati.


tristan memandang wajah kanza. kanza yang sadr di perhatikan oleh tristan begitu risih.


"tuan...!! haruskah anda memandang ku seperti itu". ucap kanza membuyarkan lamunan tristan.


"ma-maaf". jawb tristan gugup.

__ADS_1


tristan pun tiba di depan pintu rumah kanza saat ia akan mengetuk pintu pun telah terbuka.


"astaga nyonya". pekik bi siti saat melihat majikannya memiliki banyak luka terutama di baju kanza banyak noda darah. "nyonya kenapa bisa seperti ini". sambung bi siti panik.


pak ujang yang membuka pintu gerbang menghampiri mereka. "nyonya anda baik-baik saja". tanyanya.


"pak ujang bi siti aku tak apa-apa. ini hanya kecelakaan kecil". jawab kanza dengan suara lemah. ia pun melirik tristan yang mengendongnya. "tuan..!! bisakah anda menurunkan ku.. biar bi siti membantu ku berjalan". ucap kanza.


"saya akan mengantar mu ke kamarmu". tolak tristan. "di kamar kanza bi??". tanya tristan pada bi siti.


"a-ada lantai atas tuan". jawab bi siti gugup yang baru menyadari orang yang mengantar majikannya.


astaga tampan sekali anak muda ini. gumam bi siti.


tristan pun berjalan masuk dan mengendong kanza menuju kamarnya dan di ekori bi siti di belakangnya. "itu kamarnya tuan". tunjuk bi siti.


sesampainya di kamar kanza. tristan menaruh tubuh kanza di atas kasur dengan pelan. "thans ya". ucap kanza pelan.


tristan mengangguk iya.


"nona sudah tidur nyonya setelah kumembuatkannya susu". jawab bi siti.


kanza menghela nafasnya. ia merasa lega anaknya tak menunggu nya.


"makasi yah bi... maaf sudah merepotkan bibi". ucap kanza dengan nada sedih.


"engak nyonya". bi siti mengeleng gelengkan kepalanya. "nyonya sama sekali tak merepotkan bibi. bibi sangat senang menjaga nona nabila. nona anak yang baik". ucap bi siti.


kanza tersenyum. ia pun meengalihkan pandangannya ke tristan. "makasi tuan telah menolong saya...". ucap kanza. "anda sangat lah baik. kenalkan nama saya kanza. sejak tadi kita tak saling mengenalkan diri". kanza mengulurkan tangannya dan langsung di balas oleh tristan.


saya sudah lama mengenal mu kanza... tapi saya tak punya nyali mendekati mu.

__ADS_1


"saya tristan".


dan lagi tristan terus memandang kanza dengan tersenyum tangannya menjadi dingin karna sejak tadi ia sangat gugup berada bersama dengan kanza.


"tuan".


panggil kanza berusaha melepas tangannya.


"ma-maaf". ucap tristan sadar dri lamunannya dan segera melepas tangan kanza.


"tangan anda sangat dingin tuan". ucap kanza. "bi bisa buatkan teh hangat untuknya". perintah kanza.


saat bi siti akan menjawab.


"tidak usah bi...". tolak tristan. "saya harus segera pulang. ini sudah hampir subuh". jelasnya sambil melihat jam di tangannya.


kanza mengangguk. "ya sudah...!! makasih tuan telah menolong saya. saya berhutang nyawa pada anda".


"anda sudah sekian kali mengucapkan terima kasih... jangan sungkan denganku". saut tristan. "oh ya boleh saya meminta nomor anda nona kanza". pintanya.


"untuk apa tuan tristan".


"mmmhhh ini soal mobil anda. saya sudah menyuruh orang saya membawanya kebengkel... saya akan mengabari anda bila mobil anda selesai di perbaiki". jelas tristan.


"astaga mobilku". pekik kanza.


ia baru teringat akan mobilnya.


"anda tidak usah memikirkan mobil anda... fokuslah dengan kesehatan anda saat ini dan perbanyaklah istrahat biar cepat pulih". celetuk tristan. "boleh saya meminta nomor ponsel anda". pintanya lagi.


"ia tuan".

__ADS_1


kanza pun memberikan nomor ponselnya ke tristan.


...bersambung...


__ADS_2