
di pagi hari nya.
seperti biasa kanza bangun pukul 4 dan langsung mengambil air wudhu dan kemudian shalat tahajjud di lanjut shalat subuh dan dzikir. setelah beribadah kanza membangunkan suaminya untuk shalat.
"mass... bangun mas shalat udah jam 5". kanza mengoyangkan tubuh dewa. dewa punn mengeliaat dan membuka sedikit matanya.
"bentar ya... aku capek". jawab dewa dengan suara khas bangun tidur.
"mas bangun bentar shalat ya mas, abis itu mas bisa lanjut lagi tidurnya". ucap kanza lembut.
"aku bilang bentar ya bentar". bentak dewa. kesal langsung melanjutkan tidurnya.
kanza terlihat sedih ini pertama kali dewa membentaknya. kanza pun memutuskan keluar dari kamar membuatkan sarapan untuk suami dan anaknya
walau kanza memiliki pembantu namun ia lebih suka memasak dan mengurus suami dan anaknya sendiri. pembantunya hanya membersih-bersihkan dan mencuci baju.
setelah membuat sarapan kanza pun memberanikan diri untuk membangunkan suaminya karna sudah mulai siang.
"mass bangun mas udah siang". ucap kanza yang terlihat takut akan kena marah lagi.
dewa membuka matanya dan bangun ia langsung masuk ke kamar mandi. entah apa yang terjadi padanya. akhir-akhir ini sikap dewa berubah padanya. biasanya dewa akan menciumnya bila kanza membangunkannya. namum akhir-akhir ini dewa tak melakukannya seolah ia mengacuhkan istrinya.
kanza mengubur-ngubur perasaan curiga dalam hatinya. ia berpikir suaminya lelah karna pekerjaannya.
__ADS_1
ia melanjutkan pekerjaannya menyiapkan pakaian kantor suaminya.
dewa pun keluar dari kamar mandi dan memakai pakaian yang sudah di siapkan istrinya. kanza mengambil dasi suaminya untuk memakaikannya di leher suaminya.
"aku bisa memakainya sendiri". mengambil dasi di tangan istrinya dan memakainya sendiri. kanza terlihat kecewa akan hal itu namun ia menahannya di dalam hati.
setelah memakai jasnya dewa pun mengambil tas kantornya. "aku berangkat kerja ya". ujar dewa datar.
"mas gak sarapan??". tanya kanza.
"aku sarapan di kantor saja... aku ada meeting pagi". jawab dewa yang langsung pergi.
kanza menghela nafasnya. ia merasa kecewa dengan sikap suaminya akhir-akhir ini. yang tak peduli padanya dan nabila putrinya.
1 bulan berlalu.
kanza semakin mencurigai akan sikap suaminya itu yang seolah tak memperdulikannya dan nabila.
hilangkanlah rasa curiga dalam hati ku ini tuhan. jagalah keutuhan rumah tangga kami.
"mi... pi mana??". tanya nabila yang merindukan papinya yang jarang bertemu dengannya.
"papi kerja nak". jawab kanza merasa sedih dengan anaknya. "bila kita ke taman mauuuu". ajak kanza untuk membuat anaknya kembali bahagia.
__ADS_1
"hoeeee hoeeee...!" teriak nabila semangat.
"bila mandi dulu yah... habis itu kita berangkat". teriak kanza membuat anak nya semakin bersemangat.
********************************************
setibanya di taman kota kanza membelikan nabila es krim terlebih dahulu dan duduk di sebuah kursi taman.
saat mereka tengah menikmati es krim tiba-tiba seseorang memanggil kanza.
"kanza". panggil Rama. "benarkan kamu kanza".
"kak rama...!!" pekik kanza tak percaya bertemu sahabatnya.
"hey apa kabar". rama mengulurkan tangannya kanza dengan senang hati membalasnya.
"baik kak, kakak sendiri apa kabar".
"baik malah semakin baik bertemu dengan mu". tatapan rama beralih ke nabila yang sedang memperhatikannya. "ini siaapa cantik banget sihhh". ujar rama mencubit pelan pipi nabila karna gemas.
"namanya nabila paman". jawab kanza mewakili anaknya. nabila anak pemalu ia tak akan berani berbicara dengan orang asing.
"anak kamuu???" tanya rama.
__ADS_1
"anak tetangga". jawab kanza cepat. "heheheee yaa anak akulah gimana sih tuh kamu pake nanya segala". kanza.
...BERSAMBUNG...