
di siang harinya
kanza memutuskan kekantor suaminya dengan membawakannya bekal makanan. ia juga ingin menyelesaikan semua masalah yah ada.
kanza menitipkan nabila ke pembantunya bi siti yang sudah di anggap ibunya.
sesampainya di kantor kansa langsung lift dan menuju ruangan suaminya. ia berpapasan dengan beberapa karyawan yang menatapnya terus.
"itu kaan kanza istri pak dewa mantan model terkenal itu. walau penampilannya sekarang sederhana di tetap sangat cantik". puji karyawan wanita.
"eh ibu mau ketemu pak dewa yah... ehhh gawat nanti dia.." kalimat terpotong saat temannya membungkam mulutnya.
kanza tetap berjalan mengabaikan omongan orang. tibalah ia di depan ruangan suaminya. tanpa pikir panjang ia membuka pintu.
mata kanza melotot dan berkaca kaca ia sangat syok apa yang di lihat di hadapannya sekarang ia menjatuhkan rantang di tangannya. seakan akan jantungnya berhenti berdetak aliran darahnya berhenti mengalir. ia tak percaya apa yang ada di hadapannya.
suaminya sedang berciuman dengan seorang wanita dengan begitu mesra.
dewa yang terkaget saat kanza membuka pintu ia menghentikan kegiatannya.
"kanza". pekik dewa.
kanza menutup mulutnya saat ini hatinya hancur berkeping-keping. "jadi ini mas yang membuat mu berubah". ucap kanza dengan bibir bergetar.
__ADS_1
ia menahan air matanya namun sia-sia air matanya mengalir deras di pipinya.
bella pun bangkit dari pangkuan dewa dan tersenyum sinis kanza.
"aku bisa menjelaskan semuanya". bujuk dewa.
dewa pun menghampiri kanza. "stop mas... jangan dekat-dekat dengan ku mas, aku sangat kecewa dengan mu mas. tega ya kamu menodai rumah tangga kita, kamu menghancurkan semuanya". teriak kanza.
"suami mu gak akan berpaling darimu bila kamu bisa secantik diriku". potong bella.
"bella...!!" bentak dewa.
"kenapa kamu membentakku sayang. ini lah saatnya kamu melepasnya bukannya kamu sudah bosan dan jenuh padanya". timpal bella tak ada rasa bersalah.
"jadi... kamu sudah bosan denganku mas". ucap kanza saat ini ia sudah tak berdaya lagi hatinya sangat hancur.
"maafkan aku sayang... entah aku mulai merasakan jenuh padamu. saat itu pula bella masuk kedalam hidupku dan membuatku nyaman. tapi kamu jangan kawatir aku tak akan menceraikanmu".
kanza mengeleng-gelengkan kepalanya merasa tak percaya dengan yang di ucap suaminya. karna tak sanggup lagi kanza berlari meninggalkan dewa. para karyawan yang menoton merasa iba dengan kanza.
kanza berlari sambil menangis tak menghiraukan orang yang berpapasan dengannya.
sampailah ia di dalam mobilnya. ia melaju kencang tak memperdulikan keselamatannya.
__ADS_1
kata-kata suaminya dan bella terbayang bayang dalam pikirannya. ingin rasanya ia menabrakkan mobilnya di pohon. namun ia mengingat wajah nabila putri kesayangannya.
"aku gak boleh lemahh... aku harus kuat nabila sangat membutuhkan ku". gumam kanza.
kanza pun memutuskan untuk pulang bertemu putrinya. saat ini ia membutuhkan pelukaannya.
sesampainya di rumahnya ia berlari mencari putrinya. ternyata putrinya sedang berada di taman belakang bersama bi siti. kanza menghampiri nabila dan langsung memeluknya.. membuat nabila kaget.
"miii..."
kanza melepas pelukannya ia berusaha tak menangis.
" nabila main apa sama bibi??" tanya kanza berusaha tegar.
"main bola mi". jawab nabila suara cadelnya.
****¤¤¤****¤¤¤****¤¤¤****¤¤¤****¤¤¤****
di malam hari kanza memutuskan untuk tidur bersama putrinya. ia belum siap untuk bertemu suaminya dulu.
dewa yang baru tiba di rumahnya ia masuk ke dalam kamarnya tak mendapati kanza. ia pun keluar menuju kamar putrinya. ia merasa lega kanza tidur bersama putrinya.
...bersambung...
__ADS_1