
1 MINGGU KEMUDIAN.
hari ini dewa dan bella menikah di kediaman pak tommy.
bella yang telah memakai kebaya putih dan sanggul di kepalanya. dengan riasan diwajahnya.
bella di iring bu rima menuju depan penghulu yang telah ada dewa di sana. wajah bu rima nampak dingin rasanya berat menikahkan anaknya dengan bella. namun ia mencoba menerima mengingat bella mengandung cucunya.
kini bella dan dewa resmi menjadi suami istri. wajah bella tampak sangat bahagia tapi berbeda dengan dewa dan keluarganya.
akhirnya aku menjadi nyonya dewa.
....
di malam harinya dewa dan bella mengelar resepsi pernikahaannya disebuah hotel. awalnya dewa ingin pernikahannya di lakukan sederhaana namun bella memaksa meminta di gelar secara meriah.
....
kanza yang juga mendapatkan undangan dari mantan suaminya. berat baginya untuk menghadiri pernikahaan dewa dan bella.
namun ia mencoba mengikhlaskan semua yang terjadi.
"za kau yakin masuk ke dalam??" tanya rama yang mengantarnya.
kanza terdiam raut wajahnya nampak sedih.
"za". panggi rama dengan suara tinggi.
"yaa...!! aku yakin kak". jawab kanza pelan.
aku harus kuattt....!!
"ya sudah kalau gitu.. ayo kita turun". rama keluar dari mobil dan membuka pintu kanza mempersilahkannya keluar.
kanza dan rama pun masuk kedalam gedung. kanza menjadi sorotan tamu-tamu di acara tersebut. mengenalnya mantan istri dari dewa.
"kakak tunggu disini yah aku mau naik ke atas beri kan selamat ke mas dewa". ujar kanza.
"baiklah...!! aku menunggumu disini". balas rama.
kanza pun berjalan menuju tempat dewa dan bella. ia mencoba untuk tersenyum.
"mas..!!" panggil kanza.
dewa dan bella menoleh padanya.
"kanza". sapa bella .
"kanza...!!" lirih dewa.
"selamat yah". kanza mengulurkan tangannya dan tersenyum.
dewa yang tak menyangka akan kedatangan mantan istrinya.
ia hanya menatapnya.
"mas..!!" panggilnya membuyarakan lamunan dewa.
"ehh maaf". dewa pun membalas tangan kanza. "makasi sudah datang". balas dewa.
bella yang tak suka akan
kedatangan kanza menarik
tangan dewa.
"jangan lama-lama bersalaman
dengan suamiku". ujar bella
__ADS_1
dengan kesal.
kanza pun tersenyum tipis.
melangkah kedepan bella.
"tenang saja .....!!
aku bukan seperti dirimu
perebut suami orang".
balas kanza penuh penekanan.
"kauuu..!!" pekik bella.
"gak usah marahhh....!!
semua orang tau siapa dirimu...".
kanza pun bergegas pergi
dan menghampiri rama.
wajahnya yang tadi nya tersenyum
ceria berubah sedih.
"kakkk..!"
"ya zaa..." jawab rama
"ayo pulang... aku gak nyaman
berada disini". ujar kanza dengan
mata berkaca kaca.
tangan kanza.
tiba-tiba terdengar suara dari atas panggung. "nona kanza...!! saya mempersilahkan anda naik keatas panggung untuk menyumbangkan
satu buah lagu untuk kedua mempelai".
ucap MC yang juga teman bella.
"za ayo pulang". ajak rama menarik nya pergi namun kanza tetap diam.
"a-aku akan naik ke atas panggung kak". jawab kanza. melepas tangan rama
dari tangannya. dan pergi naik ke atas panggung.
"terima kasih nona kanza telah naik keatas panggung".
kanza yang tak menjawab mengambil mic dan sebuah gitar yang berada di atas panggung.
tringgg tringg tringg ( suara gitar)
"ini untuk mantan suami ku,, terima
kasih atas semuanya.... semoga kau bahagia atas pernikahanmu".
Letih aku bila menatap
Segala kisah
dalam dirimu
Pengorbanan dan penantian
__ADS_1
Hanya terbuang
dan sia-sia
(air mata kanza menetes dipipinya menghayati lagu yang di nyanyikannya)
Kau hempaskan
tubuh ini
Kau goreskan
luka hati
Takkan aku kenang lagi
Tulus cinta yang kau beri
Pergilah cintaku
Lupakan dirinya
(tristan yang juga menghadiri pernikahaan dewa dan bella meresapi lagu yang di nyanyikan kanza)
Takkan aku ingat lagi
Sakit hati yang kau beri
Pergilah cintaku
Biarkan berlalu
Wo-oo-oo
("aku tak menyaangka suaranya sbagus itu". gumam bella)
Kau hempaskan tubuh ini
Kau goreskan luka hati,
woo
Takkan aku kenang lagi
Tulus cinta yang kau beri
Pergilah cintaku Lupakan dirinya
Takkan aku ingat lagi
Sakit hati yang kau beri
Pergilah cintaku Biarkan berlalu
"terima kasih". kanza pun meletakkan micnya kembali di tempatnya ia segera mengusap air mata di pipinya.
dan segera turun.
"nona kanza". panggil tristan yang menghampirinya.
"tuan tristan...!! anda di sini". jawab kanza.
"zaa...!! ayo kita pulang". ucap rama tiba-tiba.
"kak rama". pekik kanza memukul bahu rama. "kenapa kau selalu saja mengagetkanku". gerutu kanza.
"tuan tristan maaf saya tinggal...
saya harus pulang". pamit kanza. tanpa mendengar jawBan tristan rama langsung menarik ny pergi dari tempat itu.
__ADS_1
...Bersambung...