BERHENTI MENCINTAI

BERHENTI MENCINTAI
EPISODE 89 # TERIMA KASIH


__ADS_3

setelah makan siang dan membeli obat di apotik. tristan dan kanza mencari sebuah penginapan. mereka pun menemukannya, namun penginapan losmen.


saat itu mereka berada di perkampungan jauh dari kota. karna hujan semakin lebat, mereka memilih losmen itu. sangat berbahaya jika mereka melanjutkan perjalanan dalam keadaan hujan lebat. banyak jurang di jalan jalan mereka lewati.


"tuann, di dalam hanya ada 1 kamar." kata kanza yang baru saja dari respsionies. karna hujan lebat dan longsor menyebabkan banyak orang yang menginap di losmen itu.


"tuan, nona saya tidur di mobil saja". ucap pak supir kala itu sedang berdiri tidak jauh dari mereka.


"lo kok gitu pakk jangan". seru kanza..


"tidak apa apa nona, saya sudah biasa tidur di dalam mobil." sahut pak supir dan kemudian beranjak pergi menuju parkiran. parkiran mobil terletak dekat pintu losmen.


"tristan, aku ambil kamarnya yahh. biar kamu bisa istrahat." tanya kanza saat melihat wajah tristan memucat. sebelum makan tadi mereka terlebih dahulu ke toko baju dekat pasar daerah kampung itu.


"iaa." jawab tristan sambil menganggukkan kepalanya.


kanza pun kembali ke resepsionis mengambil satu satunya kamar yang kosong itu, setelah mengambil kuncinya. kanza pun kembali ke tristan dan mereka pun pergi ke kamar yang sudah di pesannya.


kanza bersyukur saat memasuki kamar memiliki dua tempat tidur. walau kamar nya kecil namun kamarnya sangat bersih dan lengkap dengan telvisi dan kamar mandi.


"tristan badan mu panas banget". kanza menyentuh kening tristan yang di kala itu sedang berbaring.

__ADS_1


"gak apa apa kanza, entar juga sembuh kalau aku udah tidur." ucap tristan.


"gak apa apa gimana tristan nih badan kamu panas banget... kamu makan roti dulu gie, tadi aku beli di warung. kamu makan dulu abis itu minum obat, untung saja aku sempat beli di jalan". celoteh kanza tanpa henti. "kamu bangun dulu bersandar saja di headboard nya kalau kepala kamu berat." sambung tristan.


tristan hanya tersenyum dan kemudian bangun dan bersandar di headboard. tristan merasa senang kanza sangat perhatian padanya.. bodohnya dewa, yang telah menyanyiakan wanita sempurna seperti kanza.


kanza mengambilkan roti, sebelumnya kanza juga memberikan roti dan beberapa cemilan untuk pak sopir. kanza menyuapi tristan dengan roti isi kacang.


"kamu gak alergi kacang kan??". tanyanya sebelum menyuapi tristan.


"tidak". tristan tersenyum dan mengeleng gelengkan kepalanya. "aku tidak memiliki alergi apa pun". kanza menganggukkan kepalanya dan kemudian menyuapi rotinya ke tristan.


bisakah aku menahan mu selamanya?? hanya itu yang aku inginkan. selamanya itu lama, tapi aku tidak keberatan menghabiskan nya di sisi mu.


kanza yang fokus menyuapi tristan tak menyadarinya tristan terus menatap nya, hingga memberikannya obat.


"kamu tidurlahh, agar demam kamu cepat turun". ucap kanza membantu tristan berbaring, kanza akan pergi ke ranjang satunya namun tangannya di tahan oleh tristan membuat nya kembali duduk di sisi tempat tidur. "ada apa tristan??".


"terima kasih".


kanza hanya tersenyum.

__ADS_1


"jangan sungkan padaku.. kita kan teman". tangan tristan mengengam tangan kanza, mata kanza yang tadinya menatap wajah tristan menundukkan kepalanya, tiba tiba dirinya merasakan keanehan saat matanya melihat mata tristan.


kenapa aku jadi salah tingkah seperti ini...


debaran debaran kencang di dadanya, membuatnya semakin tidak nyaman. kanza kemudian menarik tangannya dari tangan tristan dan kemudian berdiri.


"aku tidur dulu yah tristan, kamu juga harus tidur agar kamu cepat sembuh". kanza pergi ke ranjang satu nya dan kemudian merebahkan tubuhnya membelakangi tristan. tangannya terus memegang dadanya yang masih berdebar debar.


apa yang aku rasakan itu tuhann... saat bersama kak rama aku tidak pernah merasakan hal ini... jangan sampai aku jatuh cinta dengan tristan, itu tidak boleh...


...**bersambung...


visual tristan


nih kalau brewokan yah**



tanpa brewokan


__ADS_1


__ADS_2