
...
Pasca terjadinya keintiman itu mereka semakin lengket. Yasmeen nampak tak lagi canggung saat didekat suaminya. Malam itu juga mereka harus segera check out dari hotel meski Yasmeen masih harus berjalan sambil tertatih.
"Mau mas gendong sayang?", tanya Arya.
Yasmeen hanya menggeleng sambil menggigit bibir bagian bawahnya menahan rasa panas dan perih dibawah sana. Arya melingkarkan tangannya ke pinggul Yasmeen untuk membantunya berjalan ke lobby. Sementara mobil mereka diurus oleh valet parking. Arya lalu menggendong Yasmeen masuk ke dalam mobil. Butuh waktu sekitar 2 jam perjalanan menuju apartemennya di kawasan Thamrin.
Sesampainya di apartemen, Arya memperkenalkan sang Istri kepada resepsionis dan satpam setempat. Semua orang tak menduga duda populer ini tiba-tiba menikah. Padahal dia terkenal paling sulit didekati. Apalagi terlihat istrinya masih sangat belia. Walaupun terpaut 20 tahun mereka tetap nampak serasi.
Mbak-mbak resepsionis yang biasa menyapa Arya dan menjadikannya bahan obrolan terlihat shock dihadapkan oleh kenyataan. Pupus harapan mereka yang setiap hari berusaha mencari perhatian duda ganteng ini. Meski begitu mereka tetap ramah sebab Arya selalu baik pada semua orang.
...
"Selamat datang di rumah kita sayang", ujar Arya sambil mengecup kening wanita yang dicintainya.
Mereka lalu melakukan room tour singkat dan segera bersiap untuk istirahat lagi. Hari ini terasa panjang dan melelahkan. Namun membuat Arya begitu ketagihan. Apalagi sekarang Yasmeen tak lagi canggung untuk memeluknya duluan, atau sekedar membelai rambutnya yang membuat gairah Arya bangkit tanpa Yasmeen sadari.
"Sayang, besok mas Arya harus ke kantor. Yasmeen mau diantar ke rumah Mamah biar ada teman ngobrol?", tanya Arya.
"Yasmeen di sini aja ya mas. Mau nunggu mas Arya pulang kerja. Lagi pula Yasmeen takut ditanya Mamah",
__ADS_1
"Tapi Yasmeen sendirian di rumah. Hmm.. Takut kenapa sayang? Mamah kan nggak galak",
"Nggak apa-apa kok mas, Yasmeen masih sakit. Takut ditanya Mamah kalo jalannya aneh", jawabnya memelas.
"Mamah pasti akan ngerti karena kita sudah dewasa. Maaf ya sayang. Yasmeen baru pertama kali, jadinya sakit karena ada yang robek saat mas masuk. Tapi mas janji, selanjutnya nggak sakit lagi. Yasmeen mau coba?", jelasnya panjang lebar.
Belum sempat dia menjawab, bibirnya sudah dikunci. Dengan mahir Arya memperlakukannya, Yasmeen beruntung. Teringat wejangan Ummi saat berpamitan, 'Layani suami dengan baik, jangan menolak. Nilainya ibadah, ladang pahala', sehingga dia hanya bisa menurut.
"Sayang sudah hafal doanya?" desis Arya ditelinga Yasmeen dengan napas yang mulai menderu.
Yasmeen mengangguk sembari melafalkannya. Diterangi lampu tidur, kamar ini masih terlihat begitu bersih, terawat dan mewah meski berhari-hari ditinggal pemiliknya. Suhu AC yang cukup dingin membuat mereka semakin erat menyatu. Berpagut dan berguling dengan lembut.
Tidak ada kata yang keluar dari mulut Yasmeen selain 'Mas, pelan-pelan, perih' disertai des*han khas dan r*nt*han, membuat Arya semakin menggila. Benar, dia begitu menikmati Yasmeen yang pasif dan menurut. Membuatnya menjadi pemegang kendali penuh dan terlihat sangat perkasa.
Yasmeen dengan kepolosannya benar-benar candu. Tapi berbeda dengan permainan pertamanya. Kali ini permainan hanya berlangsung 30 menit. Yasmeen terlihat begitu kepayahan. Melihatnya Arya merasa iba dan segera menyudahinya. Kali ini 1 ronde cukup sebagai olahraga pengantar tidur.
Baru saja Yasmeen hendak berdiri untuk menunaikan panggilan alam. Kakinya terasa gemetar, tak sanggup melangkah. Hingga Arya harus menggendongnya ke kamar mandi untuk bebersih diri. Sementara Yasmeen mandi dan keramas, Arya yang membersihkan bekas-bekas pergulatan mereka. Menggantinya dengan bedcover yang baru. Dia cukup terampil melakukan itu sebab telah lama tinggal sendiri.
"Masih ada darahnya", gumam Arya yang menemukan lagi noda merah di kain itu.
Usai membereskan semua dan bersuci, kali ini mereka memutuskan untuk benar-benar istirahat. Besok Arya harus kembali ke real life nya yang super sibuk. Sementara Yasmeen akan memulai kehidupannya sebagai nyonya Arya.
__ADS_1
"Sayang, apakah masih sakit?", tanya Arya sambil mengelus-elus perut Yasmeen.
"Lebih sakit yang pertama mas", jawabnya polos.
"Mas minta maaf sayang, nggak mempersiapkan semuanya dengan baik", jelasnya.
"Memang harusnya gimana mas?"
"Harusnya kita melakukannya di ranjang penuh kelopak bunga, dan kamar yang dihias mawar yang harum. Seperti kesukaan Yasmeen",
"Kamar mas Arya bagus, kamar hotel tadi juga bagus kok mas", jawab Yasmeen sangat menghibur.
"Ini kamar kita sayang, rumah kita. Hari ini dunia milik kita berdua", jawab Arya dengan perasaan yang bungah.
Bagaimana tidak? Ini seperti pengalaman pertama juga baginya karena Yasmeen begitu sulit ditembus. Dia berusaha keras menerobos sambil meyakinkan Yasmeen bahwa itu akan baik-baik saja. Hingga akhirnya dia benar-benar bisa menemukan noda merah bekas malam pertama seperti yang dijelaskan dalam bacaan kamasutra. (FYI tidak berati yang malam pertamanya tanpa berdarah berarti wanitanya tidak perawan, karena setiap orang memiliki ketebalan selaput dara yang berbeda. CMIIW)
Pillow talk mereka kali ini tentang mau punya anak berapa dan bagaimana kalau Yasmeen segera hamil diusianya yang masih sangat muda. Namun Yasmeen tidak keberatan jika itu terjadi. Selang beberapa waktu, Yasmeen yang begitu lelah terlelap duluan.
Wajah cantiknya saat tertidur seperti bidadari tanpa dosa. Membuat Arya semakin merasa beruntung memilikinya. Bahkan dia tidak keberatan jika sepanjang malam lengannya beralih fungsi sebagai bantal untuk bule cantik ini.
__ADS_1
Sampai sini author belum memunculkan konflik besar ya? Ceritanya masih adem ayem, tapi terus baca episode selanjutnya. Akan ada konflik-konflik yang membuat pembaca pemasaran. Terimakasih sudah dukung author, baca sampai habis ya..😉
Like, komen, share ❤️