Berlianku Yang Rapuh

Berlianku Yang Rapuh
CINTA BUTA ALYNA


__ADS_3

...


"Halo tante, apa kabar?", sapa Alyna yang datang ke kediaman orang tua Arya.


Dia tidak menyangka ternyata sore itu Yasmeen ada di sini juga. Mamah mempersilakan Alyna dengan baik karena dia memang cukup dekat dengan Arya waktu sekolah. Mereka bertiga berbincang di ruang tamu rumah Mamah.


"Gimana kabarnya Lyn? Tante denger kamu di Aussie ya?", tanya Mamah.


"Iya tante, Alyn udah pulang ke Indonesia dari sebulan lalu. Eh ngomong-ngomong Arya udah cerita kan tante kita ketemu waktu Arya nganter istrinya periksa", terang Yasmeen.


"O yaa? Kok Arya nggak cerita ya sama tante? Betul sayang?", tanya Mamah ke Yasmeen.


"Iya mah, bu dokter yang periksa Yasmeen kemarin", jawab Yasmeen singkat.


"Lho berarti kalian udah kenal dong. Wah kok Arya nggak bilang ke Mamah",


"Iya Mah, kami sudah kenal. Mungkin Mas lupa Mah",


"Gimana mba Yasmeen udah sehat sekarang?",


tanya Alyn berbasa-basi.


"Udah kok dok",


"Oh iya tante tolong ingetin Arya, sekarang dia lagi puasa dulu sampe Mba Yasmeen bener-bener pulih",

__ADS_1


"Hmmm... Masa iya hal begini Mamah harus ikut campur? Tapi Mas Arya nggak paksa Yasmeen kan nak?, tanya Mamah.


"Nggak kok Mah, mas memperlakukan Yasmeen dengan baik",


Obrolan mereka cukup lama, bahkan saat itu Alyna sempat bertukar nomor Wa dengan Yasmeen. Alasannya adalah agar Yasmeen lebih mudah konsultasi untuk masalah organ reproduksi.


. . .


"Mas, Yasmeen perhatiin dari tadi kok bengong terus, mas lagi mikirin apa?", tanya Yasmeen membuyarkan lamunan Arya.


"Hmm.. Mas capek banget hari ini sayang. Yasmeen hari ini ngapain aja sama Mamah?", jawab Arya sambil merapikan anak rambut Yasmeen.


"Tadi kita ngobrol soal resepsi pernikahan mas, Yasmeen udah sampaikan ke Mamah, beliau setuju kita nggak ngadain pesta",


"Iya Mas, yang penting kita udah sah jadi suami istri",


"Iya tapi sayang mas disuruh libur", bisik Arya dengan suara lemas.


Yasmeen mencubit hidung Arya, mereka saling bercengkrama.


"Oiya mas, tadi mbak Alyna kesini",


"ALYNA?", sontak Arya kaget karena merasa hari seperti diikuti Alyna kemanapun.


"Iya mas",

__ADS_1


"Ngapain dia ke sini",


"Kenapa mas Arya kelihatan nggak suka? Padahal kemarin mas akrab banget sama dia?", tanya Yasmeen penasaran.


"Nggak kok, mas biasa aja. Dulu waktu sekolah kita emang dekat. Jadi mamah kenal Alyna juga. Kaget aja kenapa tiba-tiba ke sini?", Arya khawatir kalau-kalau Alyna menceritakan kejadian di kantor tadi.


"Katanya mampir, kebetulan pas lewat dekat sini",


"Oh gitu, hmm sayang gimana kalo kita pulang aja?",


"Pulang mas? Malam-malam begini ? Tadi kata Mas mau nginap di sini?",


"Mmm iya Mas nggak tau kenapa tiba-tiba kangen rumah aja", jawab Arya kikuk.


Mereka berkemas kemudian berpamitan pada Mamah dan Papah untuk kembali ke Apartemen. Sepanjang perjalanan pikiran Arya kalut, hatinya was-was. Dia tak menyangka Alyna nekat menciumnya di kantor tadi. Apa maksudnya wanita itu? Seseorang yang dianggapnya teman sejak dulu, kini membuatnya canggung dengan pernyataannya.


. . .


Sementara itu, di meja kerja ruang prakteknya. Alyna sedang mengamati hasil jepretan yang sengaja dia rencanakan.



"Gue penasaran Ya, gimana reaksi cewek kampung itu kalo dia liat suaminya dengan pose kayak gini", kekehnya.


"Gue nggak tau ini akan bisa bikin lo pisah sama bule kampung itu atau nggak. Yang jelas akan terjadi keributan besar kan kalo sampe dia tau?", gumam Alyna licik.

__ADS_1


__ADS_2