Berlianku Yang Rapuh

Berlianku Yang Rapuh
BULAN MADU YANG TERTUNDA


__ADS_3

. . .


"Neng, semoga Allah kasih pengganti yang lebih baik ya. insyaAllah neng kelak dikaruniai anak yang sholeh sholeha", pesan Ummi dari sambungan telepon.


Yasmeen masih sering berkabar dengan orang tua angkatnya di kampung. Mendengar kabar keguguran Yasmeen Ummi dan Abah di kampung juga merasa sedih.


"Sayang, gimana kabar abah dan ummi di sana?", tanya Arya setelah Yasmeen selesai menelepon.


"Alhamdulillah mereka semua sehat mas, kapan-kapan kita kunjungi mereka ya mas?", pinta Yasmeen.


"Tentu sayang.. insyaAllah kita akan mengunjungi mereka lain waktu. Tapi mas ada rencana untuk kita", ucap Arya.


"Rencana apa mas?",


Arya telah merencanakan bulan liburan di Taman Laut Bunaken, salah satu destinasi terbaik untuk menyaksikan keindahan bawah laut di Indonesia. Dia melakukan ini agar dapat menghibur hati Yasmeen yang baru saja merasa kehilangan.


Mereka merencanakan pergi besok. Awalnya Yasmeen menolak, tapi Arya meyakinkannya untuk merelaksasi pikiran.


Hari pertama di Taman Laut Bunaken, Yasmeen dan Arya tiba di pulau, suasananya begitu mengalihkan perhatian. Mereka melepaskan beban dari kota besar dan siap menikmati waktu bersama sebagai pasangan yang baru menikah.


"Mas, terima kasih, Yasmeen tahu mas ingin menghiburku dengan perjalanan ini, meskipun aku masih merasa sedih", jelas Yasmeen.


Arya menggenggam tangan Yasmeen lembut. "Kamu tahu sayang? Mas juga merasa sangat kehilangan. Tapi mas percaya Allah akan memberi kita kebahagiaan yang lain. Mas ingin membantumu melewati masa sulit ini. Mari kita coba menikmati indahnya suasana di sini bersama-sama",


"Baiklah. Mari kita mulai dengan pergi menyelam besok. Mas bisa snorkling?", tanya Yasmeen.


"Tentu sayang. Apa Yasmeen sudah pernah mencobanya?",


"Yasmeen nggak yakin, tapi aku sedikit mengingat kami pernah naik Yacht. Papi bisa menyelam", kenang Yasmeen.

__ADS_1


"Mas senang, melihatmu bersemangat seperti ini sayang", puji Arya.


. . .


Hari kedua, mereka berdua bersiap untuk pergi menyelam. Di bawah air, dunia baru terbuka di depan mata mereka. Yasmeen merasa terpesona oleh keindahan terumbu karang dan ikan-ikan yang berwarna-warni.


Yasmeen tidak pandai menyelam, dia hanya sesekali mencoba dan lebih suka menunggu Arya di atas kapal boot. Arya tersenyum, "Tidak ada yang lebih aku inginkan selain melihatmu bahagia, sayang. Yasmeen capek?", tanya Arya.


Selama perjalanan selam mereka, Arya selalu berada di samping Yasmeen, memastikan dia merasa aman dan nyaman. Setiap kali Yasmeen memperhatikan ikan-ikan yang lewat, Arya dengan sabar memberi tahu dia nama-nama ikan tersebut dengan nama yang lucu seperti: pimpim, ciki, cinta dan nomi.


Yasmeen tertawa, "Yasmeen belum pernah tahu ada ikan yang bernama cinta mas. Terima kasih telah menjadi panduan yang baik, Mas Arya",


Arya menyentuh pipi Yasmeen lembut, "Mas senang bisa melihat Yasmeen tertawa selepas ini sayang",


Setelah hari yang melelahkan, mereka berdua duduk di pantai saat matahari terbenam. Suasana romantis dan tenang mengitari mereka.


Arya menggenggam tangan Yasmeen.


"Mas akan selalu ada untukmu, satang. Kita akan menghadapi segala hal bersama-sama, baik senang maupun sedih",


Mereka terus menikmati setiap momen bulan madu mereka, berjalan-jalan di pantai, menyusuri hutan kecil, dan menikmati makan malam romantis dengan pemandangan laut yang mempesona.


Mereka memilih cottage untuk tempat menginap. Arsitekturnya bertema tropis dengan atap rumbia yang menghadap langsung ke pantai. Jika malam tiba dan aktivitas orang sudah sepi, yang terdengar hanyalah desiran ombak yang membuat suasana semakin syahdu.


Memandangi bintang-bintang dari teras cottage adalah moment terindah selama mereka berada di tempat ini. Berbekal selimut untuk melindungi tubuh dari angin malam pantai yang kencang mereka tetap tidak ingin melewatkan pemandangan ini.


"Sayang, Yasmeen nggak kedinginan?", tanya Arya.


"Nggak kok mas.. oh iya.. Kita harus cepat masuk!", kaget Yasmeen.

__ADS_1


"Kenapa? Bukannya Yasmeen masih suka di luar sini melihat bintang?",


"Mas nggak kuat dingin, nanti lambungnya kambuh!", perintah Yasmeen.


Mereka pun masuk ke dalam cottage dan melanjutkan romantismenya di ranjang. Yasmeen memandangi Arya dengan tatapan yang teduh lalu menggeser kepalanya keatas dada Arya. Dengan lembut tangannya mengusap-usap bagian itu.


"Mas, apa mungkin kalo kita melakukannya Yasmeen bisa hamil lagi besok", Tanya Yasmeen.


"Besok?", Arya terkekeh.


"Melakukan apa sayang?", lanjut Arya yang keheranan dengan pertanyaan tersebut.


"Melakukan yang biasa kita lakukan", Yasmeen mendongakkan kepalanya hingga mata mereka bertatapan.


Arya tersenyum. Bukankah istri yang polos ini semakin berani menawarkan diri sekarang?


"Sayang.. Mungkin bisa, tapi nggak bisa secepat itu terjadinya",


"Kenapa mas?",


"Karena butuh waktu untuk terjadi pembuahan sayang. Lagipula Yasmeen harus istirahat dulu. Karena kondisi rahimnya belum pulih", jelas Arya.


"Tapi mas..",


Arya mengecup bibir Yasmeen dengan lembut. Lalu memandangi wajah istrinya dengan pandangan yang teduh. Dia mengerti jika menolaknya Yasmeen akan tersinggung dan sedih. Malam itu mereka memadu kasih. Sebab tujuan Arya mengajak Yasmeen memanglah untuk melaksanakan bulan madunya yang tertunda.


Selama bulan madu, Arya menumpahkan benihnya di luar tubuh Yasmeen. Itu dia lakukan agar Yasmeen tidak hamil dulu hingga rahimnya sehat kembali pasca keguguran. Tanpa sepemahaman istrinya, Yasmeen justru berharap dirinya segera hamil lagi.


Bersambung . . .

__ADS_1


__ADS_2