
***
"Kaki Yasmeen masih sakit?", tanya Arya mengalihkan pembicaraan.
Yasmeen menggeleng, "Sudah nggak sakit seperti kemarin mas..", jawabnya.
"Kalau begitu besok setelah dari KUA kita ke rumah sakit untuk kontrol ya?,
"Nggak usah mas, ini sepertinya bisa dilepas sendiri", tolak Yasmeen.
"Mas cuma mau memastikan kaki Yasmeen sudah benar-benar pulih", Arya sedikit memaksa.
"Yasmeen nggak apa-apa, ini sudah baikan", jawabnya singkat.
"Sayang,apa Yasmeen belum memaafkan Mas Arya? Apa yang harus mas lakukan supaya Yasmeen memaafkan mas?", tanya Arya dengan khawatir. Yasmeen hanya menggeleng.
Arya menghela napas panjang. Alisnya terangkat sambil memejamkan mata, sementara telunjuk dan ibu jarinya menguncup, memijit bagian tengah keningnya.
"Sini sayang, please peluk mas Arya", sambil merengkuh tubuh sang istri kedalam dekapannya yang hangat. Cukup lama mereka bertukar energi dengan sentuhan fisik dan belaian. Mata mereka terpejam. Saling meresapi bahasa tubuh satu sama lain yang seakan menginginkan lebih dari sekedar pelukan.
Pertahanan Arya hampir jebol. Terbawa suasana dan kepatuhan Yasmeen manakala gadis lugu itu hanya bisa mematung saat tangannya bergerilya melepas helai demi helai pakaian yang melekat pada tubuh istrinya.
Dia telah membuat gadis itu merasakan surga dunia pertamanya tanpa melakukan penetrasi. Tangan gadis itu menelungkup menutupi wajah hingga tubuh bagian atasnya sembari tertunduk berderai air mata. Sementara bagian bawah tubuhnya hanya ditutupi selimut yang tebal namun semua pakaiannya sudah berserakan entah kemana. Arya yang menyadari ketidaksiapan istri lugunya ini spontan menghentikan aktivitasnya.
"It's okay sayang . . . It's okay", Arya berusaha menenangkan Yasmeen yang terlihat ketakutan. Namun isaknya justru semakin menjadi.
"I'm sorry sayang, maafkan mas. Mas nggak akan memaksa Yasmeen jika belum siap melakukannya. Mas sudah janji dari awal",
__ADS_1
"Tapi mas sudah melakukannya..", jawabnya dengan suara terisak-isak.
"Belum sayang, yang kita lakukan barusan bukan sesuatu yang inti, dan itu bukan kegiatan yang terlarang untuk dilakukan oleh suami istri. Mas Arya halal untuk menyentuh Yasmeen seperti barusan", terang Arya dengan baik.
"Tapi Yasmeen malu mas Arya..", rengeknya, teringat kejadian beberapa menit yang lalu. Ketika ia melenguh mencapai puncak saat jemari Arya dengan lembut namun lincah mempermainkan organ sebesar kacang di bagian bawah tubuhnya. Dan Arya sempat berbisik 'Pelan-pelan sayang, nanti yang lain dengar'.
Arya menatapnya dengan serius lalu bertanya,
"Yasmeen ingat kemarin Ummi bilang apa?", Arya mengalihkan perhatian.
Yasmeen hanya mengangguk. Pertanyaan itu berhasil menyelimur tangisannya.
"Setelah ini Yasmeen harus keramas ya", ucap Arya dengan tangan kanannya menopang kepala, persis berhadapan dengan wajahnya.
Yasmeen tersipu malu. Sepertinya dia mulai mengerti seperti apa aktifitas orang dewasa ketika bercinta.
"Mas nggak wajib keramas sayang, mas nggak junub", jawabnya yang masih berpakaian lengkap dengan raut wajah yang lemas. Arya menutupi seluruh tubuh Yasmeen dengan selimut.
"Kenapa begitu?",
"Ya.. Karena mas belum kenapa-kenapa tadi", canda Arya.
"Tapi mas mau temenin Yasmeen keramas, setelah ini kita ke kamar mandi ya? Mumpung masih sepi, biar nggak ketahuan yang lain", jelas Arya lagi.
"Kemarin mas Arya bilang nggak kuat kalau mandi sebelum subuh?", ujar Yasmeen.
"Nggak apa-apa sayang, mas kuat kalau disamping Yasmeen", candanya dengan genit.
__ADS_1
Mereka lalu sama-sama bebersih diri. Bilik kamar mandi di panti ada 4. Jadi mereka masuk di kamar mandi yang berbeda. Airnya benar-benar dingin seperti es. Sejoli ini harus mandi tengah malam karena pagi-pagi sekali meraka akan ke KUA untuk menikah resmi.
***
Mobil Arya belum rampung diperbaiki, ini hari ke 3 mereka menjalani hari sebagai suami istri. Pagi ini mereka akan mengesahkan pernikahannya secara hukum negara. Tak banyak yang ikut mengantar ke KUA karena kendaraan yang terbatas. Beberapa warga yang ikut mengantar dengan sepeda motor berbisik-bisik tentang Surya. Kabarnya setelah pernikahan mendadak malam itu Surya memutuskan untuk pergi mencari pekerjaan ke Jakarta hari itu juga.
Setelah mengucapkan ijab qobul yang kedua dihadapan orang tua Arya dan penghulu, akhirnya hari ini mereka kembali sah menjadi sepasang suami istri secara hukum. Yasmeen mengenakan kebaya putih panjang dan kerudung putih dengan riasan yang natural. Begitupun dengan Arya mengenakan baju pengantin warna putih yang senada.
Akhirnya mereka punya foto pengantin untuk dikenang. Tapi belum sepenuhnya perhelatan usai, ditengah sesi foto bersama pengantar pengantin, Arya merasa ulu hatinya sakit. Dadanya sesak dan perutnya terasa perih. Pengelihatannya kabur, ia hampir pingsan sebelum Papahnya menangkap tubuhnya dengan sigap.
Di hari pernikahan mereka, Arya harus dilarikan ke rumah sakit. Dengan masih berpakaian pengantin Yasmeen ikut mengantar suaminya dengan perasaan khawatir. Papah memacu mobil secepat mungkin sementara Mamah duduk disampingnya. Yasmeen yang duduk di kursi tengah dan Arya dipangkuannya dalam keadaan lemas dan kesulitan bernapas.
"Mas Arya bangun.. Mas kenapa?", ujarnya dengan rasa was-was.
"Nggak apa-apa sayang, tolong kasih bantal supaya kepala mas posisinya lebih tinggi, longgarkan semua pakaian yang mas pakai. Ini alat bantu pernapasan untuk Mas", perintah Mamah dari kursi depan seraya menyodorkan oksigen portable.
"Mah kenapa tiba-tiba mas begini?", tanya Yasmeen tak kuasa lagi menahan tangisnya.
"Nggak apa-apa sayang, insyaAllah nggak apa-apa. Apa kemarin mas habis makan makanan yang asam nak?", tanya Mamah mencari tahu sebabnya.
"Nggak Mah, mas Arya nggak makan makanan yang asam, pedas juga nggak. Apa mas Arya punya alergi makanan?", korek Yasmeen.
"Mas punya gerd sayang", (penyakit pencernaan yang mana asam lambung atau empedu mengiritasi lapisan dalam saluran makanan) jelas Mamah.
Kira-kira apa yang menyebabkan gerd Arya kambuh? Ada yang tahu? Tulis di komentar ya sebelum lanjut ke episode selanjutnya ☺️
__ADS_1